
Wajah Zayna sudah merona seperti kepiting rebus.
"Ohh iya, bagaimana dong ngambil motornya kalo Areksa ke sini.? Nanti malem aja kali ya.? Lagian perlombaannya baru besok malem" gumamnya
Tak berapa lama pintu ruang utama nya terdengar suara bel berbunyi. Zayna turun untuk membuka pintu.
Ceklek
"Baby girl" Senyum lelaki itu merekah
"Apaan sih baby girl, baby girl.! Kenapa nggak sekalian bab*.?" ketus Zayna.
"Biasanya aku panggil juga gitu"
"Iyaa.. iya.. masuk gih" lelaki berparas tampan itu masuk.
"Ayah sama bunda pergi ya.?"
Zayna mengangguk. "Hmmm... Mereka mah bisnis bisnis terus.."
"Mereka kan kerja juga buat kamu, baby girl"
"Ohh iya, ini ada sesuatu untuk kamu" Areksa mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.
"Apaan sih, bikin penasaran"
Areksa mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam lalu ia berikan kepada Zayna.
Gadis itu pun membukanya, ia tersenyum melihat gelang berwarna hitam kesukaannya. Lalu ada inisial huruf A❤️Z. Apalagi gelang couple itu bukan gelang biasa, tetapi dengan harganya yang fantastis.
"Ini ada dua.?"
Areksa mengangguk. "Iya, kita couple gimana.? Biar sweet gitu"
__ADS_1
Zayna mengangguk cepat, ia memang suka barang couple seperti ini. Walau terkesan sederhana tetapi bagi Zayna itu terkesan spesial baginya.
Zayna pun mengambil satu gelang itu. "Pakein dong" Areksa mengulurkan tangannya.
Zayna tersenyum dalam hati, ia merasa senang. "Udah" Areksa kemudian mengambil gelang satunya lagi untuk di pakaikan oleh gadisnya.
"Sini aku pakein" Zayna hanya pasrah saja ketika lelaki tampan itu memakaikan gelang untuknya.
Entah mengapa berdekatan dengan Areksa membuat jantungnya berdetak tak karuan. Tetapi Zayna seolah bersikap biasa saja.
"Udah"
Zayna menatap tangannya yang terdapat gelang itu. "Bagus" girangnya.
"Suka.?"
Zayna mengangguk lagi. "Suka banget"
"Zayna" Areksa meraih tangan gadis itu lalu menatapnya dalam. "Aku sayang sama kamu" Areksa mengecup singkat tangan gadisnya membuat wajah Zayna memanas alias merona.
Zayna segera menarik tangannya kembali. Apa ia mempunyai riwayat jantung.? Mengapa bisa jantungnya berdetak tak normal seperti ini.?
"Aduuhhh... Kok panas ya.? Padahal ada AC" Zayna mengipasi wajahnya yang tertutup cadar.
Areksa terkekeh melihatnya. "Bilang aja salting" sembur Areksa membuat Zayna menoleh cepat.
"Ng-nggak.. mana ada gue salting.? Ahh, mungkin AC nya mati kali ya.?" gadis itu berusaha menyembunyikan kesaltingannya
"Masa' sih.? Padahal nih AC nggak mati kok" Areksa tersenyum kecil ke arah Zayna yang sudah memalingkan wajahnya karena salting.
"Gue ke toilet bentar ya.?" Zayna buru-buru berdiri tetapi tangannya di cekal oleh Areksa.
"Mau kabur hmmm.?"
__ADS_1
"B-bukan..."
Mata gadis itu membulat kala Areksa menarik tubuhnya, hingga kini ia berada di pangkuan lelaki itu. Membuat jantungnya semakin lebih cepat berdetak.
"L-lepas" Zayna hendak memberontak, tetapi tangan kekar lelaki itu malah mengeratkan pinggang gadis itu seolah tidak boleh pergi.
"Nggak akan ada yang lihat baby girl" bisiknya
Mampus.!
Di rumah hanya mereka berdua, bagaimana ini.?
"N-nanti kalo kita di grebek gimana.?"
"Ya udah, kita tinggal nikah aja apa susahnya.?" jawab lelaki itu enteng.
Sedang Zayna.? Ia membelalakkan matanya. Yang benar saja.? Ia akan menikah secepat ini.?
"Kenapa dengan jantung mu, baby girl. Hmmm.?" Areksa tersenyum meledek ke arah gadisnya yang matanya melirik ke sana kemari.
"H-hahh..? Apa.? J-jantung gue normal kok.?"
"Nggak tuhh, detak jantungnya kenceng banget" goda lelaki itu membuat detak jantung Zayna bertambah.
"Nggak.! Iihhh lepas..." elaknya
"Nggak mau.! Lagian aku mesra hanya sama kamu baby girl. Gak sama gadis lain, emang kamu mau berbagi kemesraan sama gadis lain.?" ujar Areksa di selingi canda.
Wajah Zayna langsung berubah menjadi sangar. Entah kenapa ia tidak suka ketika Areksa mengatakan berbagi kemesraan. Zayna langsung menatap Areksa tajam.
"Ngomong apa tadi.? Coba ulang.?" Kini Zayna menatap nyalang cowok itu.
Sedang Areksa.? Ia malah gusar, apa ia salah bicara.
__ADS_1