
Fatir yang paham dengan kondisi Tuannya langsung memapahnya, lalu membawanya ke dalam mobil. Zayna juga ikut masuk ke dalam mobil tersebut.
Di dalam mobil, Areksa masih belum sadar.
Beberapa menit kemudian, mobil itu berhenti tepat di depan gerbang mansion mewah milik orang tua Areksa
"Nona masuk dulu.?" Tanya Fatir
Zayna terdiam sejenak, apa ia harus ikut masuk.?
Zayna baru ingat, ia tidak membawa ponsel. Dan pasti Bundanya mencemaskan keadaan dirinya.
"Sepertinya saya langsung pulang saja deh" ucap Zayna
"Saya antar atau sama sopir.?" Tanya Fatir, karena mobil Zayna pasti masih di tempat itu
"Ohh iyaa, mobil saya di mana.?"
"Kata Tuan nanti akan di antar orang suruhan Tuan" jawab Fatir, ia kembali memapah Areksa
"Saya panggilkan sopir saja ya Non.? Maaf saya nggak bisa antar Nona, karena saya harus membawa Tuan ke dalam.!"
Zayna terdiam, sebenarnya ia juga khawatir dengan keadaan Areksa. Tetapi ia harus apa.? Pasti kedua orang tua Areksa juga ada untuknya.
Hujan sudah reda, hanya gerimis rintik-rintik. Kini Zayna sudah sampai di depan rumahnya setelah di antar sopir.
Ting
Tong
Zayna menekan tombol bel rumahnya. Tidak lama kemudian pintu terbuka perlahan.
Ceklek
"ZAYNA" pekik Anis berhambur memeluk putrinya yang sedari tadi ia cari.
"B-bund... Zayna nggak bisa nafas.!". Ucap Zayna terbata saat tubuhnya di peluk erat oleh Bundanya.
__ADS_1
Anis lalu melepaskan pelukannya pada putrinya. "Kenapa pulang hampir magrib gini.? Bunda khawatir sama kamu, kenapa lagi ini pakaiannya basah kuyup kayak gini.?" Omel Anis
"Tadi hujan Bund"
"Pasti kamu tadi main hujan-hujanan kan.? Ayoo masuk"
Zayna bergegas ke kamar lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Zayna saat ini sedang berada di ruang tamu bersama Bundanya.
"Nih minum dulu tehnya" Anis membuatkan teh hangat untuk Zayna.
Zayna pun menerimanya lalu meminum setengahnya, karena masih panas.
"Bunda telpon nggak di angkat kenapa.?" Protes Anis
"Zayna nggak sempat bawa ponsel tadi, Bunda sih buru-buru gitu nyuruh Zayna"
"Lah kok Bunda.?"
"Iyaa, gara-gara Bunda Zayna jadi lupa nggak bawa ponsel"
"Habis nganter berkas Ayah, kamu kemana.?" Tanya Anis
Zayna jadi gelagapan untuk menjawab. Nggak mungkin ia memberitahu yang sebenarnya jika ia di culik. Bisa di kawal oleh para bodyguard Ayahnya nanti. Pasti ia tidak akan bisa bebas lagi jika keluar rumah.
"Emm.. Zayna tadi.. main ke taman" jawab Zayna
"Mobil.? Dimana mobil.?" Tanya Anis menatap Zayna dengan intens
Anis sedari tadi tidak melihat mobil putrinya itu terparkir di halaman rumah.
"Ohh.. m-mobil Zayna, tadi mogok di jalan. Nanti mobilnya di anterin sama tukang bengkelnya" ucap Zayna ngawur
Tentu saja Anis tidak percaya, di lihat dari ekor mata Zayna yang bergerak kesana kemari seperti menyembunyikan sesuatu.
"Padahal kemarin mobilnya baru saja di servis.! Kok bisa mogok.?" Celetuk Anis
__ADS_1
Zayna menepuk jidatnya, ia lupa jika kemarin mobilnya sudah di cek.
"Kok masker di wajahmu di lepas.?" Tanya Anis
"Ituu.. Zayna lebih nyaman pakek hijab seperti ini.! Dari pada pakek masker atau cadar"
"Namanya bukan bercadar dong.! Tapi berhijab" ucap Anis
"Sama aja Bund"
"Beda"
.
.
.
Sedangkan di mansion Areksa. Kini ia sedang berbaring di atas ranjang. Setelah orang tuanya menyuruh dokter pribadi mereka untuk memeriksa kondisi Areksa saat ini, ternyata Areksa hanya kedinginan.
Ia tidak kuat terkena air hujan terlalu lama.
"Sayang, ini di makan dulu buburnya.! Setelah itu minum obat" ucap Rita membujuk putranya
Tetapi Areksa hanya diam tak menanggapi, yang di pikiran Areksa sekarang hanyalah Zayna. Sejak ia sadar tadi, ia tidak melihat Zayna .
'Apa dia sudah pulang ya' batinnya
"Cepat di makan, nanti keburu dingin nggak enak.! Setelah itu minum obatnya" ucap Rita lagi
"Letakkan di situ aja, nanti Areksa makan sendiri" ucap Areksa
Rita menghela nafasnya, lalu meletakkan mangkuk berisi bubur itu di atas nakas.
"Mama keluar aja, Areksa pengin istirahat"
Rita akhirnya keluar dari kamar putranya, yang kesannya mengusirnya secara halus.
__ADS_1
Tinggallah Areksa sendiri di dalam kamar, ia meraih sesuatu di atas nakas. Lalu mengamati benda tersebut dan tersenyum kecil.
Kira-kira apa yaa yang di lihat Areksa sampek senyum gitu.? 🤔🤔