Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 81


__ADS_3

____________


Zayna kini sedang pergi menuju rumahnya sendiri. Nanti malam adalah perlombaan balap motor. Tidak sabar ia ingin mengalahkan ketua Genk Black One.


"Sudah sampai Neng" ucap sopir taksi


Zayna hanya mengangguk lalu keluar dari taksi. Ia memang sengaja tidak meminta sopir itu mengantarkannya sampai depan rumah. Karena hanya ia dan teman-temannya yang boleh tau.


Zayna berjalan melewati gang terlebih dahulu. Setelah itu ia dapat melihat rumahnya yang cukup lumayan besar.


"Wooyy.! Udah kita tungguin dari tadi, elaah" teriak dua gadis yang tak lain Airin dan Lisa yang memang sudah menunggu tuan rumah.


Zayna hanya memutar bola mata malas melihat mereka. Ahh iya, di dalam kulkas rumahnya ini ada makanan, pasti kalo mereka tau akan di habiskan. Pikir Zayna.


"Ngapain kalian ke sini.?" ketusnya


"Kita ke sini ya mau main lah, lagian nanti malem juga udah mulai perlombaan" jawab Lisa


"Kek orang ilang aja nunggu di depan gerbang" gumam Zayna lirih tetapi masih dapat di dengar oleh kedua temannya.


"Apa.? Kita ini bukan orang ilang.! Tuhh satpam aja yang nggak ngebolehin kita masuk dulu" balas Airin menunjuk Bang Udin, satpam sedang ngopi nyantai.


"Ya udah masuk" Zayna kemudian mempersilahkan kedua temannya masuk.


"Yeee dapet makanan gratis" girang Lisa membuat Zayna mendelik kecil, ia sudah tau kebiasaan kedua temannya ini. Pasti datang kesini bukan hanya main, tapi merampas makanan dan jajanan milik Zayna.


Walau Zayna jarang ke rumahnya sendiri. Tetapi ia selalu sediakan makanan dan jajanan. Tetapi makanan yang awet-awet aja seperti roti, dll.


Kedua temannya sudah masuk ke dalam rumah milik Zayna. Mereka berdua kemudian duduk di sofa panjang. "Udah lama nggak ke sini ya.?" bisik Lisa


Airin hanya mengangguk menanggapinya. "Na.! Nanti malem Lo harus siap-siap.! Karena ketua Black One itu curang gak si.?" celetuk Airin


"Gue tau" balas Zayna sembari melepas jaketnya.

__ADS_1


"Kalian mau minum apa.?" tawar Zayna


"Emmm... A.M ada nggak.?" tanya Airin


Zayna memutar bola mata malas. "Nggak ada"


"Yaahh... Padahal pengen banget, ya udah kalo gitu segelas wine aja deh" ucap Airin


"Nggak ada"


"Minuman bersoda.?"


"Nggak ada"


"Sprite atau Coca cola.?" timpal Lisa bertanya juga


"Nggak ada" balas Zayna lagi


"Sirup Marjan sama susu steril" balas Zayna malas


Kedua temannya saling pandang, tumben Zayna tidak stok minuman beralkohol atau bersoda tapi malah sebaliknya.


"Kenapa.? Nggak mau.? Cuma itu yang gue punya, males stok stok lagi gue" ucap Zayna


"Kenapa.? Udah miisskkuuiinn Lo.?" ledek Lisa


Zayna berdecak kesal. "Hmmm"


"Waahhh... Ketua kita miisskkuuiinn guys" ledek Lisa menjadi-jadi


"Udaahh.. cepetan, kalian mau minum apa.?"


"Es buah aja deh, panas-panas gini enaknya minum es buah" usul Lisa dengan girang.

__ADS_1


"Ya udah, yukk bikin" ajak Zayna kemudian.


"Horeee... Dapet yang...." belum sempat Lisa melanjutkan kata-katanya, Airin lebih dulu membekap mulut comber*n Lisa


_____________


Seorang lelaki dengan paras tampan sedang melamun di tengah-tengah syutingnya.


*TAKE*


"Sagara kemarin kamu ijin nggak syuting.! Sekarang malah ngelamun nggak jelas.! Kamu emang mikirin apa sih" Tegus staf 1


Sagara menggelengkan kepalanya agar dirinya tetap fokus pada syuting kali ini. "Hmmmm ulang" ujar Sagara


"Kali ini harus fokus, nggak boleh ngelamun lagi" ucap staf 2


Sagara hanya berdehem.


"Gar.! Lo kenapa sih.? Lagi banyak pikiran Lo.?" tanya Luna


Sagara diam, tidak berniat menjawab.


"Sagara, Lo denger nggak sih gue ngomong.? Jangan cuek cuek deh sama gue" ucap Luna cemberut berharap Sagara meliriknya.


Tetapi nihil, lelaki itu malah tampak fokus pada sebuah kertas tebal yaitu dialog. "Iihhh... Gar.! Kenapa elo cuekin gue terus sih.?" gerutunya dengan wajah di imut-imut kan


Sagara meliriknya sekilas. "Lo bisa diem nggak sih.? Ganggu tau nggak.! Emang Lo siapa gue yang harus gue perhatiin Lo.? Lo itu cuma pemeran dalam film ini.! Jangan berharap lebih" gertaknya membuat Luna bungkam


"T-tapi Gar... Seenggaknya Lo jawablah kalo gue ngomong.! Jangan jutekin gue gini"


Sagara tersenyum miring. "Mau gue cuekin, jutekin atau apalah itu bukan urusan gue.! Inget.! Di hati gue cuma ada satu gadis yang gue cintai walau gadis itu memberikan luka yang amat dalam" lelaki itu berbicara dengan nafas yang memburu seolah mengingat ucapan gadis yang ia cintai.


Luna menatap wajah tampan lelaki di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2