Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 56


__ADS_3

Ia tidak ingin cepat-cepat menikah dulu. Apalagi ia masih ingin melakukan hobinya. Pasti setelah menikah nanti ia tidak akan di ijinkan oleh Areksa keluar rumah.


"Kenapa.?"


"Nggak papa sih, tapi lebih baiknya kita tunggu waktu yang sudah di tentukan" balas Zayna.


.


.


.


Seorang gadis sedang merencanakan sesuatu di sebuah tempat. Tepatnya di gedung tua yang sudah lama terbengkalai.


"Apa kau sudah mencari tau tentang gadis itu.?" tanya gadis itu yang tak lain Bianca


Kedua anak buahnya mengangguk. "Sudah Nona.! Ini" salah satu dari mereka memberikan sebuah map pada Bianca. Dengan senang hati, gadis itu membuka map tersebut lalu membaca surat di dalamnya. Ia tersenyum setelah menemukan identitas dan data diri dari seorang gadis yang membuatnya tidak bisa mendapatkan Areksa.


"Tunggu gadis malang, sebentar lagi kau akan ada di genggaman ku" kemudian Bianca tersenyum smirk.


Ia yakin, kali ini pasti akan berhasil rencananya untuk menyingkirkan gadis itu selamanya yang menjadi penghalangnya dan Areksa. Zayna Aghnia.


__________


Zayna pulang dengan Areksa karena lelaki itu yang terus saja memaksa untuk mengantarnya. Membuat waktunya terbuang sia-sia, dan akhirnya Zayna hanya bisa pasrah, walau masih ada sedikit kekesalan di hatinya.


"Nggak di suruh masuk dulu.?" ucap Areksa ketika Zayna turun dari mobilnya.


"Nggak.! Nanti ulet bulu cemburu"


"Ck, berarti ulet bulunya kamu, kan kamu yang cemburuan" ucap Areksa


"Apa.? Bilang apa coba.? Ulangi coba.!" Zayna sudah melototkan matanya pada lelaki yang ada di depannya ini.


Bisa-bisanya dia di bilang ulet bulu. "Sana pergi" usir Zayna membuat lelaki itu mendelik kecil.

__ADS_1


"Udah sana cepetan" Zayna mengibas-ngibaskan tangannya seolah sedang mengusir ayam yang menggangu.


"Masih ngambek.?"


"Pakek nanya lagi"


"Aku udah minta maaf berapa kali by.? Aku beneran nggak ada hubungan apa-apa.! Tadi itu salah dia sendiri, nanti biar aku kasih perhitungan sama wanita jal*ng itu" desis Areksa penuh penekanan di akhir kalimat.


Zayna terdiam sejenak, sebenarnya ia sudah tidak ngambek. Ini hanya akal-akalannya saja untuk membuat Areksa tau rasa.


"Kalo begini nggak bisa fokus kerja baby girl."


Zayna mengerutkan keningnya. "Kenapa.?"


"Karena kamu masih marah sama aku.! Jadi nggak bisa tenang" ucap Areksa membuat niat jahil Zayna kembali meronta.


"Hmmm... Sana cepet pergi.! Kerja.! Kalo nggak bisa fokus ya suruh nemenin...."


"Wanita jal*ng.?" potong Areksa cepat, jujur ia sudah muak dengan kata-kata Zayna yang mengaitkan Bianca terus.


"Ya udah, aku pergi dulu.! Jangan lupa nanti malem makan malam, nanti aku jemput." ucap Areksa memperingati


___________


"Nggak bisa" ucap Zayna pada Lisa yang menelponnya.


"......"


"Nanti malem Areksa ngajak gue makan malam di luar"


"....."


"Aduuhhh, gimana ya.? Masa' gue batalin makan malam sama Areksa.? Nggak enak tau"


"....."

__ADS_1


"Terserahh.... Besok aja gimana bahas soal perlombaan balap itu.?"


"....."


"Hmmm Okey.! Motor gue mau gue bawa ke bengkel Bang Jamal, biasalah motor gue harus terlihat wow gitu"


"....."


"Dah lah, besok gue kesana.!"


Tutt


Zayna mengakhiri panggilan telponnya. Membuat Lisa berdecak kesal.


"Jam berapa sih ini.?" Zayna melihat jam di ponselnya yang menunjukkan jam setengah tujuh malam.


Tokk


Tokk


Tokk


Pintu kamar Zayna terbuka sedikit demi sedikit. Anis datang dengan wajah berbinar.


"Bunda.?"


"Kamu udah siap-siap belum.? Tuhh mantu Bunda udah di bawah nungguin" ucap Anis membuat Zayna membola


Zayna segera pergi untuk bersiap-siap. Mengapa Areksa tidak mengabarinya sih.? Anis keluar menunggu putrinya bersiap-siap.


Beberapa menit kemudian, Zayna sudah selesai. Kali ini ia hanya mengunakan celana plisketh dan hijab serta masker yang ia gunakan. Entah malam ini ia malas menggunakan cadar dan gamis yang menjuntai.


"Udahh ahh, gini aja. Males banget gue.!" Walau penampilan Zayna seperti ini, ia tetap terlihat cantik dan tampan sederhana.


Areksa memainkan ponselnya sembari menunggu Zayna selesai bersiap.

__ADS_1


"Areksa.!"


Seketika lelaki itu menoleh, menatap gadis yang ada di depannya ini. Tampak cantik menurutnya, Zayna juga. Ia menatap Areksa. Ia jadi teringat drakor yang dia tonton dulu. Siapa lagi kalo pemeran cowoknya bukan Xukai.?


__ADS_2