Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 46


__ADS_3

Tetapi kedua orang tuanya tidak memperbolehkannya. Yang benar saja anak SD sudah belajar naik motor.? Ya memang ada sih jaman sekarang anak SD sudah bisa mengendarai motor matic atau yang bergigi.


Tetapi berbeda dengan Zayna, dia malah ingin belajar mengendarai moge alias motor gede seperti sport, CBR, dll.


Jelas saja kedua orang tuanya tidak memperbolehkannya. Apalagi saat itu Zayna masih kelas lima SD dan tinggi badannya tidak memungkinkan.


Padahal ia sudah kelas lima SD tetapi tinggi badannya seperti masih kelas tiga SD, ia sampai di ejek oleh teman-temannya kalo badannya nggak bisa tinggi. Tetapi itu tidak berlaku untuk Zayna.


Kini Zayna segera bergegas keluar dari rumahnya dengan mengendap-endap. Memang ia sudah di ijinkan oleh Indra, tetapi dengan penampilannya yang seperti ini.? Bagaimana kalau mereka tau ia keluar dengan penampilan yang seperti dulu.?


"Yes.!" gumamnya ketika berhasil keluar dari rumah. Ia tidak di jemput oleh sahabatnya, melainkan memesan taksi online saja. Menurutnya jam 19.00 ini belum malam.


Tak berapa lama taksi berhenti tepat di depan halte bus. Ya, karena Zayna tadi langsung berjalan ke arah halte bus.


"Atas nama mbak Aghnia.?" tanya sopir taksi.


Zayna hanya mengangguk. Ia menggunakan nama akun Aghnia, nama belakangnya. Setelah itu ia masuk ke dalam taksi.


.


.


.


"Ayoo ayoo.! Ituu, geser ke sini sedikit.!"


"Awas.! Jangan sampek salah masangnya"

__ADS_1


Semua anggota Lady Bugs tengah menyiapkan surprise untuk kedatangan ketua Genk nya. Siapa lagi kalau bukan Zayna Aghnia.?


"Stoop.! Itu udah cukup.!"


Mereka sedang menata kue berukuran jumbo. Padahal Zayna tidak ulang tahun hari ini.


"Siapin kursi yang sudah di hias.!" titah Airin pada Andra


Sedangkan Airin dan Lisa.? Ia membuat hiasan, markas itu sekarang berubah menjadi indah dengan hiasan-hiasan yang mereka buat.


"Sebentar lagi dia sampai.!" peringat Airin


Mereka semua masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Setelah beberapa menit, akhirnya selesai.


"Huft... Capek juga ya.?" gumam Langga


Mereka semua mengangguk. Tak berapa lama, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah markas tersebut.


"Ituu pasti Zayna" bisik Lisa


"Siap-siap" instruksi Andra


Sedangkan Zayna.? Dia bingung dengan keadaan markas yang gelap gulita ini. Padahal tadi Airin mengabari dia untuk datang ke markas, tetapi mengapa markas sangat sepi.?


'Apa mereka nge-prank gue ya.?' batinnya was-was


Saat Zayna menginjakkan kakinya ke dalam markas, tiba-tiba lampu menyala lalu ia dapat melihat tempat ini dengan terang. Hampir saja jantungnya lepas ketika lampunya tiba-tiba menyala. Terlebih ia menatap kue berukuran besar terdapat di meja yang sudah di hiasi.

__ADS_1


"SURPRISE"


Zayna terlonjak kaget, yang tadinya sepi mendadak anggotanya nongol semua.


"Astaga" kagetnya


"Selamat datang kembali ke markas Lady Bugs" ucapa semuanya serentak


"A-Apaain ini semua.?" tanya Zayna tak paham, ia tidak sedang berulang tahun hari ini.?


"Ini sebagai penyambut kedatangan orang yang selama ini kita rindukan.!" ujar Airin dan Lisa kini datang sembari merentangkan kedua tangannya.


Zayna yang tidak siap hampir terhuyung ke belakang. Untung ia pintar mengimbangi dirinya.


"Akhirnya.! Loo bisa ke sini lagi my besTie" pekik Lisa memeluk erat Zayna.


"Aduuuhh l-lepas.! G-gue nggak bisa n-naf---" mereka berdua yang paham segera melepas pelukannya.


"Sorry" ucap Airin dan Lisa tetapi Zayna malah tersenyum kepada mereka.


"Aaaa gue juga pengen meluk Bu boss dong.!" pekik Jarvis berlari ke arah Zayna.


"Eeiitss.! Gue kan udah bilang kalo Zayna udah punya calon suami.!" peringat Airin. Tetapi tidak di gubris Jarvis, ia tetap memeluk Zayna.


Sedangkan Zayna.? Ia merasa syok dengan ini semua. Jadi ini mereka semua yang menyiapkannya untuk dirinya.?


30 anggota itu tidak sedikit, mereka semua mendekati Zayna. Ingin memeluknya tetapi sangat tidak sopan memeluk ketuanya sendiri. Tidak seperti Jarvis. Ia memang sifatnya seperti ke kanak-kanakan. "Terima kasih semua" ucap zayna pada mereka semua.

__ADS_1


Mereka hanya menanggapi dengan senyuman juga, setelahnya. Zayna di tuntun Airin dan Lisa ke kursi yang sudah mereka siapkan.


__ADS_2