Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 72


__ADS_3

"Udah bangun.?" Lelaki itu tersenyum, meletakkan nampan di atas nakas yang berisi nasi goreng buatannya sendiri.


"Sagara" gumam gadis itu


Lelaki yang di sebut Sagara itu lantas duduk di samping gadis itu. "Gimana.? Masih sakit nggak Nia.?" tanya Sagara


Zayna menatap bingung lelaki di hadapannya ini. "K-kenapa gue bisa ada di sini.? Dan... Ini di mana.?" tanya Zayna bingung


Sagara menatap Zayna. "Lo ada di apartemen gue, dan tadi malem elo pingsan.! Sepertinya elo mabuk tadi malem" ujar Sagara menjelaskan


Zayna tampak mengingat-ingat kejadian semalam. Ahh, iya tadi malam ia minum terlalu banyak hingga kepalanya terasa pusing.


"Tapi... Kenapa gue ada di apartemen elo.? Kita nggak tidur...."


"Nggak.! Gue tidur di kamar sebelah, kebetulan apartemen ini punya dua kamar. Tadi malem gue bingung mau bawa elo ke mana, pulang.? bokap sama nyokap elo kan pergi. Ya udah gue bawa elo ke apartemen gue aja" jelas Sagara.


Zayna masih linglung. "Lain kali jangan mabuk-mabukan lagi, bikin khawatir tau nggak.?" omel Sagara


"Elo kan tau, itu udah kebiasaan gue"


Sagara mengambil nasi goreng yang ada di atas nakas. "Iyaa... Tapi jangan di ulangi lagi, berhenti mabuk-mabukan seperti itu, Lo itu cewek, nggak baik" peringat Sagara


"Nihh, sekarang makan dulu. Gue udah buatin elo nasi goreng buatan gue sendiri" Sagara menyuapi Zayna.


Gadis itu nampak ragu untuk memakan nasi goreng itu. "Nggak bakal ada racunnya" kekeh Sagara ketika gadis itu menatap intens nasi goreng buatannya.


"Bukan, Maksud gue emang beneran elo yang bikin.? Emang elo bisa masak.?" tanya Zayna tak percaya, seorang Sagara masak.? Terdengar aneh baginya.


"Iya, emang kenapa.? Elo nggak percaya.? Kalo nggak percaya nanti elo gue ajarin deh" ujar Sagara sombong

__ADS_1


"Pasti rasanya nggak enak" ketus Zayna menatap nasi goreng itu.


"Makanya, kalo belum di coba jangan diremehin dulu" Sagara kembali menyodorkan sendok yang belum sempat Zayna makan.


Gadis itu menerima suapan dari Sagara. Walau sedikit ragu, takutnya nanti rasanya hambar atau keasinan. Atau bahkan manis, semanis yang masak.. hehehe...


Saat nasi goreng itu sudah di kunyah oleh Zayna. Mata gadis itu membulat sempurna, apa benar ini masakan cowok yang ada di depannya ini.?


"Gimana.? Nggak enak ya.? Kalo nggak enak gue buang aja deh" ucap Sagara menjauhkan piringnya, karena melihat raut wajah Zayna yang mendadak berubah.


"Ehh... Ehh.. jangan.! Sini-in" Zayna mengambil alih piring itu.


"Rasanya gimana.?" tanya Sagara was was


Zayna diam, berlagak sok mikir. Padahal nggak usah mikir juga sudah tau jawabannya. "Emm.. gimana ya.?" Zayna tampak berfikir.


Ia memang sengaja memancing Sagara. Melihat raut wajah Sagara yang tegang dan was was tadi membuat Zayna menahan tawanya.


Sagara tersenyum kecil melihat Zayna tersenyum. "Makasih" Zayna berhenti tertawa. "Buat.?"


"Karena elo udah makan nasi goreng buatan gue"


"Ohh... Tapi ini beneran elo kan yang masak.? Apa pesen di go-food.?" tanya Zayna memicingkan matanya.


"Enak aja.! Itu gue sendiri yang masak, kalo nggak percaya, nanti elo gue ajarin"


"Iyaa... Iya... Percaya kok" setelah itu, Zayna melahap nasi goreng itu hingga tandas.


Sagara tersenyum karena nasi goreng buatannya di makan oleh Zayna. "Nihh minumnya" Sagara memberikan segelas air putih untuk Zayna. Gadis itu pun menerimanya lalu meneguk hingga tersisa setengahnya. "Ohh iya, kok elo nggak syuting.? Apa karena gue.?" tanya Zayna kemudian

__ADS_1


"Nggak.! Syuting nanti sore, ini masih pagi" jawab Sagara.


Zayna manggut-manggut. "Inget.! Jangan mabuk lagi, bayangkan kalo gue semalem nggak lewat sana. Gue nggak bisa bayangin nasib elo kek gimana" ujar Sagara.


"Ogah ahh... Itu kan emang kebiasaan gue" elaknya


"Tetep aja nggak boleh, Lo harus ubah kebiasaan elo"


"Nggak mau"


"Mau"


"Nggak mau"


"Mau"


"Nggak mau ihh Sagara"


"Nggak mau ihh Nia"


"Jangan ikutin gitu ahh"


"Jangan ikutin gitu ahh"


"Sagara" geram gadis itu


"Zayna"


Di tengah-tengah keributan mereka. Tiba-tiba ponsel Zayna berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2