Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 55


__ADS_3

Zayna terpaku ketika suara berat itu berada tepat di belakangnya. Segera ia membalikkan badan. Matanya membulat ketika melihat lelaki yang sedang menatapnya dingin. Zayna membuang muka ke arah lain, ia masih kesal dengan Areksa.


"Bukan urusan Lo.! Mending Lo urusin aja si cewek gatel tadi" ketus Zayna


Rahang Areksa mengeras ketika panggilan Zayna kepadanya lo-gue.


"Aku udah bilang, aku nggak ada hubungan apa-apa sama Bianca. Jangan salah paham terus" jelasnya sekali lagi


"Sekarang jawab aku.! Siapa Sagara.?"


Zayna diam sejenak. "Nggak.! Gue nggak ngomong Sagara.! Mungkin Lo salah denger kali" elaknya


"Ubah panggilan kamu, jangan panggil Lo-Gue lagi. Aku nggak suka, baby girl" ucap Areksa penuh penekanan.


"Terserah gue dong.! Gue masih kesel sama Lo"


Areksa menghela nafas, lalu menatap gadis yang ada di depannya ini. "Gimana biar kamu percaya kalo aku nggak ada hubungan apa-apa sama sekali dengan Bianca.?"


"Pikir aja sendiri" Zayna segera masuk ke dalam mobilnya tetapi di cegah oleh Areksa. "Mau kemana.?"


"Pulang"


"Bareng aku"


"Gak.! Gue mau sendiri, nanti si ulet bulu cemburu"


"Stop Na.! Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Bianca.! Jadi stop jangan sebut aku sama dia lagi.!" peringat Areksa dengan nada jengkel


Zayna akhirnya diam.


"Pulang.? Bareng aku" titah Areksa pada Zayna

__ADS_1


"Mau kemana.?" Zayna ingin memberontak saat pergelangan tangannya di tarik oleh Areksa


"Ke mobil aku"


"Terus, mobil gu....."


"Nanti biar aku suruh orang buat ngambil mobil kamu" potong Areksa cepat.


Zayna hanya pasrah. Ia menoleh ke arah dimana Sagara berada. Dan ternyata lelaki itu masih menunduk fokus pada ponselnya.


Dddrrrttt


Ponsel Zayna berdering, Zayna berhenti melangkah membuat Areksa juga ikut berhenti. "Kenapa.?" tanya Areksa


"Ada yang nelpon"


Zayna segera mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelponnya. 'My Friend Sagara' itulah nama kontaknya, Zayna mengernyitkan dahinya. Perasaan ia tidak memberi nama kontak Sagara.


Ia menoleh ke arah dimana Sagara berada. Ternyata benar, Sagara merunduk itu ternyata sedang menelpon dirinya.


"Siapa.?"


Areksa membuyarkan lamunan Zayna. "Ehh.. I-Ini temen telpon" dustanya


Zayna bimbang, angkat atau tidak panggilan dari Sagara.? Jika di angkat bagaimana dengan Areksa.? Apa ia harus menjauh dulu dari Areksa untuk menerima telepon dari Sagara.


Zayna kembali menoleh ke arah Sagara. Cowok itu masih setia merunduk pada ponselnya menunggu Zayna mengangkat telponnya. Setelah sambungan terputus sendiri, Zayna segera mengirimkan pesan pada cowok itu agar tidak menelponnya kembali.


[ Maaf Gar.! Gue lagi sibuk banget nih di suruh Bunda gue, nanti kalo udah nggak sibuk gue telpon elo. Okey ] itulah pesan yang di kirimkan Zayna kepada Sagara.


Ting

__ADS_1


Bunyi notifikasi pada ponsel Sagara berbunyi. Sagara tersenyum membaca pesan dari Zayna. Sagara percaya begitu saja, karena mungkin saja itu benar. Padahal gadis itu sendiri ada di sekitarnya.


"Siapa.?" Areksa yang sedari tadi ada di belakang Zayna penasaran.


Zayna memasukkan ponselnya cepat. "Kepo" balas Zayna ketus.


Membuat Areksa bingung, gimana lagi agar gadisnya ini percaya padanya. Ia akan membuat perhitungan pada Bianca.! Ini semua gara-gara gadis tak tau malu itu.


Zayna hendak pergi melangkah, tetapi ada yang memeluknya dari belakang membuat gadis itu terkejut.


"Baby girl.! Jangan ngambek terus, aku bakal lakuin apapun buat kamu, asal kamu jangan ngambek lagi" ucap Areksa dengan suara seraknya.


"Iihhh... Lepas Sa.! Malu tau di lihatin orang" Zayna berusaha melepas pelukannya dari Areksa.


"Kenapa hmmm.? Kamu malu punya tunangan seperti aku.?" Kini Areksa melepaskan pelukannya pada Zayna, lalu menatap Zayna dalam.


"Bukan gitu... Mmm maksudnya gu ehh aku malu kalo pelukan di tempat umum kek gini" ucap Zayna menjelaskan


"Berarti kalo di rumah boleh.?"


"Lahh.? Sejak kapan aku serumah sama kamu.?" tanya balik Zayna


"Sebentar lagi kita menikah baby, kita bakal serumah terus. Aku udah beli rumah buat kita tinggali setelah menikah nanti.!" ucap Areksa menepuk kepala Zayna pelan


"Masih lama"


"Nggak.! Aku bisa mempercepat pernikahan....."


"Jangan.! Kita tunggu persiapan saja, jangan di percepat" potong Zayna sengaja memotong ucapan Areksa.


Ia tidak ingin cepat-cepat menikah dulu.

__ADS_1


__ADS_2