
Siapa lagi kalo pemeran cowoknya bukan Xukai.?
"Udah siap.?" suara Anis membuat keduanya sadar dari lamunan masing-masing.
"U-udah Bund" jawab Zayna gugup.
"Astaga Zayna.! Kamu pakai pakaian seperti ini.?" Anis geleng-geleng kepala menatap putrinya.
"Anuu Bund... Nyamannya pakai ini.! Ya udah Zayna pakai ini aja" ucap Zayna
"Ya sudah, kalian hati-hati di jalan" peringat Anis.
Kemudian Zayna menyalimi bundanya, di ikuti Areksa. Mereka berdua kini sedang dalam perjalanan. Entahlah Zayna tidak tau Areksa sebenarnya mengajaknya kemana.
"Mau kemana sih.?"
Areksa hanya diam dan fokus menyetir. Tanpa berniat menjawab pertanyaan Zayna. Gadis itu mendengus kesal, di cuekin itu ternyata gak enak.
"Punya mulut nggak sih.?" gumamnya pelan tetapi masih dapat di dengar oleh Areksa.
Tetapi lelaki itu masih tetap diam. Sebenarnya masih ada yang di tanyakan olehnya yang membuatnya bertanya-tanya sendiri. Siapa Sagara yang di sebut oleh Zayna tadi siang.?
Tetapi ia hanya diam tanpa berniat berbicara. Mungkin nanti saja setelah mereka sampai di tempat tujuan.
__________
Zayna dan Areksa di sebuah restaurant bintang lima. Hanya orang yang royal yang hanya bisa masuk ke dalam restaurant ternama itu.
Zayna baru pertama kalinya datang ke sini. Sebelumya ia belum pernah, walau keluarganya cukup terpandang. Tetapi malas sekali ia harus makan di tempat ini yang menghabiskan uang beberapa juta hanya untuk beberapa suap saja.
"Kita ke sini.?" tanya Zayna
__ADS_1
"Hmmm"
Areksa kemudian memeluk pinggang Zayna posesif. Membuat tidak ada jarak di antara mereka, Zayna kini tubuhnya sudah menempel pada lelaki itu.
Mereka masuk beriringan. Mereka duduk di meja yang agak jauh dari tempat orang-orang.
"Ini mah kencan" gumam Zayna sangat lirih, hanya gerakan bibir saja.
"Selamat malam Tuan Nona.! Mau pesan apa.?" tanya seorang pelayan wanita yang masih muda.
"Makanan spesial" jawab Areksa datar, tanpa menoleh ke arah pelayan yang sedang bertanya.
"Baiklah... Emmm... Tuan mau coba gurami tidak.? Malam ini spesial untuk Tuan.!" ujar pelayan itu genit, bahkan tubuhnya sengaja ia dekatkan dengan Areksa.
Apalagi dua buah pepaya yang menggantung itu yang sengaja ia majukan dekat Areksa.
Zayna yang melihat gelagat aneh dari pelayan itu seketika tak suka. Entah mengapa ia tidak suka jika Areksa di goda seperti itu, apalagi body pelayan itu sangat menggoda.
Zayna menggebrak meja, untung saja mereka duduk berjauhan dengan orang lain. Jadi tidak akan terdengar gebrakan meja itu. Areksa menoleh cepat ke arah Zayna yang darahnya sudah mendidih, apalagi wajahnya yang memerah menahan amarah.
"Ada apa Nona.?" tanya pelayan itu membuat Zayna muak.
"Loo... Jangan genit genit sama tunangan orang.!" Zayna menunjuk wajah pelayan itu dengan nada tak suka.
"M-Maaf Nona.! S-sayaa ti...."
"Cepet pergi.. sebelum gue jadiin elo ayam geprek." Zayna menatap tajam pelayan itu
Ketika pelayan itu hendak pergi Zayna berkata. "Ohh yaa... Jangan gatel sama tunangan orang, kalo nggak mau di sebut pelac*r" peringat Zayna lagi
Pelayan itu menunduk sembari bergumam kecil. "Pelac*r.? Bukankah itu kalo udah beristri.?" gumamnya
__ADS_1
"Kenapa masih berdiri di situ.! Cepat pergi.! Muak gue lihat wanita kek elo" sinis Zayna
Sedang Areksa.? Ia tersenyum dalam hati, apakah Zayna cemburu.? Entah mengapa ia sangat suka di cemburuin begini.
"Kenapa senyum-senyum.? Suka di godain sama tuhh si gatel.?" sarkas Zayna melihat Areksa yang hanya diam saja.
"Nggak"
"Terus.? Ngapain tadi pas dia nempel-nempel diem aja.?" sinisnya.
"Ohh gue tau, pasti elo suka gitu kan di deketi dia.? iiwww jijik.!"
"Nggak Zayna.! Aku nggak suka sama dia, malahan aku jijik" jawab Areksa.
"Ya udah deh, kalo nanti ada cowok yang deket-deket gue cuma diem aja.! Biar ngrasain apa yang gue rasain" sindir Zayna
Areksa seketika menatap tidak suka. "Nggak.! Nggak ada yang boleh deketin kamu selain aku, baby girl" ucap Areksa penuh penekanan.
"Biarin"
"Nggak boleh"
"Tadi aja situ di deketin diem aja" gerutu Zayna
"Sengaja"
"Ohh sengaja ya.? Sengaja pengen PDKT sama pelayan yang body nya sangat aduhai itu" cerca Zayna menatap tajam Areksa.
"Udah.! Aku sengaja pengen buat kamu cemburu, ternyata berhasil" ucap Areksa entheng
Zayna kesal, ia bergegas pergi meninggalkan Areksa.
__ADS_1