
Zayna menggeleng. "Nggak.! Itu karena ide gue dulu pengen membentuk sebuah genk"
"Dulu gue bisa bebas keluar kapan saja, tapi semenjak Ayah dan Bunda tau kelakuan gue yang sebenarnya, mereka marah besar ke gue" jelasnya, gadis itu Menghela nafas berat ketika membayangkan kejadian dulu.
"Gue di marahin habis-habisan, dan ayah hampir cambukin gue tapi untungnya ada bunda yang menjadi penghalang agar ayah tidak cambukin gue" Areksa menatap lurus ke depan, tetapi telinganya mendengarkan gadis di sampingnya ini berbicara.
"Dan pada akhirnya gue.... Di suruh berubah, dan hal yang buat gue gak bisa bebas ayah dan bunda meminta agar gue berubah menjadi gadis yang lebih baik, mereka menyuruh gue untuk memakai cadar...." gadis itu merasa sesak di dadanya.
"Saat itu gue mau nolak, tapi mereka berdua mengancam gue gak akan di anggap oleh keluarganya Mahindra lagi kalo gue gak ikutin kata m-mereka...." gadis itu terisak pelan, ia tidak ingin menjadi dirinya.! Sungguh sangat tertekan.!
Areksa kini menoleh menatap gadis cantik itu yang kini giliran menatap lurus ke depan. "Setelah itu, gue ketemu elo di awal pertemuan gue.! Saat gue hendak ke acara ulang tahun temen gue" ujarnya
"Gue terpaksa keluar pakek cadar dan hijab panjang, karena saat itu ada ayah dan bunda yang mengawasi"
"Gue merasa berdosa banget.! Aurat di depan orang tua udah tertutup tapi...." Zayna tersenyum getir.
"Kalo tau elo merasa berdosa, kenapa masih melakukan hal yang gadis gak boleh lakuin.?" tanya Areksa, setelah mendengar penjelasan dari gadis itu. Ia jadi mengerti mengapa gadis ini harus menutupi auratnya.
"Karena... Gue gak bisa ninggalin hobi yang sejak kecil gue impi-impiin" Zayna menoleh ke Areksa. Seketika tatapan mereka saling bertemu sesaat.
Mereka berdua langsung mengalihkan wajah mereka. Areksa berdehem berusaha menguasai dirinya, karena gadisnya ini jika tidak memakai cadar sangat cantik.
"Hobi.? Tapi hobi elo tuh membuat Lo salah dalam bergaul" sarkas Areksa kembali menatap lurus.
__ADS_1
"Apa gue harus tinggalin hobi yang dari kecil gue inginkan.?" gumamnya Zayna pelan
Lelaki itu menoleh, kini ia bisa melihat wajah cantik Zayna dari dekat. Tetapi gadis itu menatap lurus ke depan. Areksa bisa menikmati wajah cantik tunangannya dari samping.
"Terserah elo, Sa.! Gue..... Udah ikhlas Lo akhiri hubungan ini sampai sini" Zayna tersenyum kecut. Dadanya sesak, tidak ikhlas mengucapkan kata-kata itu.
Tetapi ia harus terlihat kuat dan tegar di hadapan Areksa. Walau kini ia meremas dadanya sendiri merasa sesak di rongga dadanya.
"Lo mau gue akhiri hubungan ini sampai sini.?" tanya Areksa datar
"Hmmm... Lo pasti gak sudi punya tunangan kek gue, terlalu....." Zayna tak melanjutkan ucapannya. Entah mengapa dadanya bertambah sesak saja jika membicarakan hal itu.
"Intinya, sekarang keputusan ada di tangan Lo" gadis itu menghela nafas.
"Gue mohon, Sa.! Jangan aduin hal ini ke orang tua gue" ucap Zayna penuh harap
Areksa terdiam kemudian tersenyum smirk. "Kenapa.? Lo takut kalo gue aduin hal ini ke mereka.? Bagaimana kalo mereka tau.? Apa mereka tidak akan menganggap elo sebagai anak mereka lagi.?" ucapan Areksa membuatnya tak terima. Tapi, itu juga salahnya sendiri bukan.? Sudah di larang tapi tetap di lakukan.
"Hmmmm... Pasti mereka akan mencoret nama gue dari kartu keluarga" ucapnya dengan nada merendah.
Zayna kembali menatap Areksa. "Gue mohon.! Jangan aduin hal ini ke mereka, gue belum siap pisah sama mereka"
"Nggak segampang itu, Lo harus berubah jangan keluyuran seperti ini.! Gak jelas tau gak.?" ujar Areksa dingin
__ADS_1
"T-tapi... G-gue gak bisa...."
"Kalo Lo gak bisa tinggalin hobi Lo itu, dan hal ini gak mau di aduin ke orang tua Lo. Maka elo harus ikuti apa yang gue ucapin.!" tekannya
Zayna terdiam sejenak, mencerna setiap ucapan Areksa barusan. "Ituuu...... Artinya gue masih bisa... Kumpul sama temen-temen.?" tanyanya dengan berbinar.
"Mungkin"
Zayna melengos, belum yakin dengan jawaban Areksa barusan. "Tapi gue bisa tutup mulut tentang hal ini ke mereka, asal Lo ikuti semua perintah gue" Areksa tersenyum smirk.
Zayna mendadak was was. "A-Apa.?"
"Setuju atau nggak.?" tanyanya dengan senyuman miring.
"Emmmm.... S-Setuju" jawab Zayna akhirnya
"Gue tanya, elo cinta sama gue.?"
Degh...
[ Skakmat gak tuhh 😂😂 jantung harap di kontrol man teman ]
Mengapa Areksa memberikan pertanyaan itu kepadanya.? Jawab apa dirinya.? Memang ia sudah mencintai Areksa, tetapi masih gengsi untuk mengakui.
__ADS_1
"Gue.... Pergi dulu"