Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 17


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Zayna mengerjapkan matanya. Ia mengernyitkan dahinya melihat sekeliling.


Ia mengubah posisinya menjadi duduk, Zayna terus menatap sekeliling ruangan yang ia tempati.


"Gue di mana.? Padahal gue tadi tidur di sofa" gumamnya mulai gelisah


Zayna kagum dengan tempat ini, tetapi ia juga panik, ia berpikir, apakah ia di culik.?


Zayna turun dari kasur, lalu mencari pintu keluar, tetapi ia tidak menemukan pintu, semua tembok ber-cat putih.


"A-apa gue mimpi.?" gumam Zayna tidak percaya


Ia terus mengelilingi tempat itu, untuk mencari pintu keluar.


"Fixs.. gue di culik" Zayna mulai gelisah


"TOLONG"


"Aduuuhhh gimana ini.! Tolooong.!" Teriak Zayna berharap ada orang yang menolongnya


Tiba-tiba tembok di sebelahnya perlahan menggeser, Zayna sampai terlonjak kaget lalu meloncat ke kasur.


Datanglah lelaki tampan, badan kekar dan rahang yang tegas, serta mata yang tajam.


Areksa berjalan menghampiri Zayna yang masih memeluk kedua lututnya di atas kasur, sembari memejamkan kedua matanya


"Kenapa.?" Suara itu sangat familiar di telinga Zayna


Perlahan Zayna membuka mata, ia terkejut mendapati Areksa yang kini duduk di sampingnya.


"Hahh.? Areksa, jadi elo yang udah nyulik gue.?" Geram Zayna lalu mendorong lelaki itu hingga jatuh tersungkur ke lantai.


Braakkk

__ADS_1


"Shiittt" umpat Areksa


Zayna yang melihat itu jadi merasa bersalah, lalu ia hendak mengulurkan tangannya, tetapi tangannya malah di tarik Areksa


Areksa menarik tangan Zayna hingga gadis itu ikut terjatuh, tetapi dengan sigap Areksa lalu memeluk Zayna.


Jantung Zayna serasa ingin melompat keluar, entah mengapa jika ia dekat dengan Areksa, selalu saja jantungnya berdetak tidak karuan.


Zayna masih belum pindah dari posisinya saat ini yang masih di peluk Areksa


"Nyaman ya di peluk gini" celetuk Areksa membuat Zayna sadar dari posisinya sekarang.


Zayna segera bangkit dan melepas pelukannya dari lelaki tampan itu


"Ini pasti elo mencari kesempatan dalam kesempitan" omel Zayna menunjuk Areksa kesal


Areksa berdiri lalu mendekati Zayna "Ck.. Elo yang udah dorong gue" protes Areksa tidak mau kalah


"Cihh, siapa yang culik elo.? Tadi elo gue pindah ke sini karena gue kasian lihat elo tidur di sofa" jelas Areksa sedikit jengkel


"Hahh.! J-jadi elo gendong gue.?" Tanya Zayna tidak percaya


"Hmmm"


Areksa melangkah pergi, di ikuti Zayna di belakangnya "ini kamar atau apa sih.? Kok nggak ada pintunya.?" Celoteh Zayna


Areksa tidak menjawab, kini mereka berdua sedang di ruang kerja Areksa. Sedangkan Zayna hanya duduk di sofa sembari memainkan jemarinya. Karena tidak ada hiburan seperti ponsel.


Areksa yang masih fokus pada laptop, mengalihkan pandangannya pada Zayna yang hanya terbengong.


"Lo udah makan.?" Tanya Areksa berdiri dari duduknya menghampiri Zayna lalu duduk di sampingnya.


Zayna menggeleng "Gue pesen makan dulu" ucap Areksa kemudian mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada Fatir

__ADS_1


"Lo sebenarnya nyuruh gue nunggu elo selesai meeting kenapa sih.?" Tanya Zayna


"Nanti gue ceritain setelah selesai makan" jawab Areksa


"Ahh kelamaan" decak Zayna


Areksa tidak menjawab. Beberapa menit kemudian pintu ruangan Areksa di ketuk


"Masuk"


Fatir segera masuk sambil menenteng satu plastik itu di meja tepat di hadapan Areksa dan Zayna


"Hmm.. Lo boleh pergi" ucap Areksa


Lalu Fatir keluar dari ruangan Areksa dengan penuh tanda tanya. Siapa gadis berada di ruangan bosnya itu. Pikirnya


"Nih makan" titah Areksa menyodorkan sebungkus nasi goreng pada Zayna


Dengan ragu, Zayna menerima bungkusan nasi goreng tersebut. Lalu Areksa memberikan botol mineral


Mereka berdua makan sama sama hening. Tidak ada obrolan di antara mereka berdua, Areksa menatap wajah cantik milik Zayna. Karena Zayna melepas maskernya.


Areksa menjadi semakin yakin, jika Zayna membuka hijabnya pasti akan terlihat begitu cantik.


Saat Zayna sudah selesai menghabiskan nasi goreng, ada sisa nasi goreng yang tertinggal di sudut bibirnya.


Areksa kemudian mengambil sisa nasi goreng itu dengan jempol besarnya. Zayna mematung sesaat ketika Areksa melakukan hal itu.


"Udah besar makannya masih kek bocil" ucap Areksa terkekeh


Sedangkan Zayna menggerutu tidak jelas.


Akhirnya mereka selesai makan.

__ADS_1


__ADS_2