Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 71


__ADS_3

Mata Lisa menatap botol dan gelas yang tadi di gunakan Zayna untuk minum. "Astaga... Lihat itu.. Zayna ternyata habis tiga gelas wine dan satu botol A.M" pekik Lisa baru sadar


Airin ikutan menoleh. Matanya membulat sempurna, mengapa baru sekarang ia ngeh sih.?


"Zayna.! Dengerin gue, nanti elo di jalan bahaya kalo elo nyetir dalam kondisi mabuk seperti ini" peringat Airin.


"Minggir... Gue mau balik, udah kalian... Nggak usah peduliin gue, gue bukan... Anak kecil lagi" ucap Zayna sedikit terbata karena merasa pusing.


"Tapi Na..."


"Diem kalian.! Gue nggak bakal kenapa-napa di jalan. Awas" Zayna sengaja menyenggol lengan Lisa yang menurutnya menghalangi jalannya.


"Gimana dong ini.? Kita kejar.?" panik Lisa


"Jangan deh, kita percaya aja apa ucapannya dia.! Semoga nggak terjadi apa-apa sama dia di jalan" ujar Airin


"Lo udah gila ya.? Kalo Zayna kecelakaan gimana hahh.?"


"Udah Lis, percaya aja Okey"


.


.


.


.


Sedang Zayna, ia mengendarai motornya dengan pelan karena kepalanya masih terasa berdenyut.


Hingga tiba di jalan yang begitu rawan, hanya lampu jalanan yang menerangi tempat itu. Pengendara juga sepi, mungkin karena ini sudah jam 23.00 malam.


"Shitt...." umpat Zayna ketika melihat di depan sana ada segerombolan orang-orang yang sedang mabuk.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan, Zayna tetap menjalankan motornya melewati mereka. Tetapi belum sempat melewati, sudah ada yang mencegahnya dengan menghadang di depannya.


"Hehh... Turun" titah pria yang setengah sadar.


Zayna kali ini hanya diam, karena ia tak mempunyai banyak tenaga untuk berteriak. Zayna turun dari motornya, lalu melepas helm full face nya. Betapa terkejutnya orang-orang itu yang melihat kecantikan Zayna.


"Wiihhhh.... Dapet yang bening nih" bisik mereka


"Ternyata cewek, kenapa malem-malem begini jalan sendiri Neng.? Nggak takut apa.? Di culik sama wrwe gombel.?" pria itu tampak menjilat bibir bawahnya.


"Kalian wewe gombelmya" jawab Zayna enteng


"Sikat aja tuh cewek"


"Neng.! Dari pada pulang sendirian mending kita seneng-seneng dulu di sini. Setelah itu kita anter pulang" mereka pun mulai mendekat.


"Lo pikir gue sudi.?"


"Pengen di bungkam nih mulut, buat dia nggak bisa jalan" timpal teman-temannya.


Menjijikkan sekali, pikir Zayna. "Ciihhh... Jangan harap"


Dugh


Zayna langsung menendang betis salah satu dari mereka. Membuat pria itu mengaduh kesakitan.


"Sialan nih cewek"


"Sikat aja lah.. gas"


Terjadilah perkelahian di mulai, satu lawan empat. Zayna sedikit lengah karena kepalanya masih terasa pusing, membuatnya tidak bisa konsentrasi.


Satu pria itu memegang sebuah balok di belakangnya saat Zayna masih sibuk menghajar ketiganya. Tetapi belum sempat pria itu memukulkan balik itu kepada Zayna. Sudah lebih dulu balok itu terjatuh.

__ADS_1


Bugh


Pria yang memegang balok itu tersungkur ke tanah. Ia mendongak menatap lelaki di depannya.


Zayna yang penasaran pun menoleh. Matanya membulat ketika melihat laki-laki itu.


Dengan marah, laki-laki itu menghajar habis-habisan pria tadi yang berkelahi dengan Zayna. Menghajarnya dengan sangat brutal.


"Lo nggak papa.?" lelaki itu mendekat ke arah Zayna yang menatapnya.


Belum sempat Zayna menjawab, matanya sudah buram bersamaan kepalanya yang kembali berdenyut.


Bbrrruuukkkk..


Untunglah lelaki itu sigap menangkap tubuh gadis itu, lalu lelaki itu menyingkap anak rambut yang menghalangi wajah cantik Zayna.


"Zayna" gumam lelaki itu, dengan cepat ia segera menggendong tubuh gadis itu ala bridal style untuk masuk ke dalam mobilnya.


.


.


.


Di suatu tempat, seorang gadis mengerjapkan matanya. Perlahan ia membuka sedikit demi sedikit matanya yang terasa berat. Menatap sekelilingnya, tampak asing baginya.


"Sssshhhh...." gadis itu menyentuh keningnya yang terasa pusing.


"Gue di mana sih.?"


Ceklek


gadis itu sontak menoleh ke arah daun pintu yang terbuka. Menampakkan sosok laki-laki tampan dengan nampan yang ia bawa.

__ADS_1


"Udah bangun.?" Lelaki itu tersenyum, meletakkan nampan di atas nakas yang berisi nasi goreng buatannya sendiri.


__ADS_2