Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 21


__ADS_3

Tino mengangguk menanggapi pertanyaan Areksa.


"Nah ini, Zayna di culik dan di masukkan ke dalam mobil warna hitam. Nomor plat mobilnya bisa kita lacak.!" Ucap Tino


"Cepat lakukan.! Zayna pasti sedang dalam bahaya" ucap Areksa gelisah


Ia benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada calon tunangannya


"Iya iya sabar, gua lacak dulu"


"Tuan, ini sebenarnya ada apa.?" Tanya Fatir tidak paham


"Calon tunangan Areksa di culik"


Bukan Areksa yang menjawab melainkan Tino


Fatir di buat bingung dan terkejut, siapa calon tunangan Tuannya ini.? Padahal setahunya Tuannya ini tidak pernah dekat dengan seorang wanita.


Anak buah yang di perintahkan oleh Areksa pun datang, mereka hanya berjumlah 6 orang saja, dengan mobil


Tino juga sudah berhasil melacak keberadaan Zayna sekarang. Mereka semua pergi ke tempat Zayna di culik.


Flashback Off


Zayna mengangguk paham, ia kira Areksa mengikutinya tapi ternyata salah.


"Pipi elo nggak sakit kan.?" Tanya Areksa menangkup wajah Zayna agar menghadap ke arahnya


"Nggak papa" jawab Zayna

__ADS_1


Tiba-tiba turun hujan dengan derasnya, membuat keduanya basah kuyup di tempat. Mereka tidak sempat berteduh karena hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya.


"Wahh.. hujaaann" pekik Zayna girang, ia sudah lama tidak main hujan-hujanan


Zayna memang suka hujan, setiap kali hujan pasti ia akan bermain hujan. Tetapi jika di rumah pasti akan di larang oleh kedua orang tuanya.


"ZAYNA.! Ayoo cari tempat berteduh, hujannya makin lebat" ucap Areksa sedikit berteriak karena Zayna yang tiba-tiba lari bermain hujan.


Zayna tidak mendengar ucapan Areksa, sedangkan Areksa sudah basah kuyup. Ia menggigil kedinginan. Areksa memang tidak suka hujan-hujanan, pasti ia akan sakit jika terlalu lama terkena air hujan.


"ZAYNA UDAH AYOO" teriak Areksa melihat Zayna malah berputar-putar di tengah derasnya air hujan.


"AREKSA, AYOO SINI.! INI SERU BANGET" teriak Zayna menyuruh Areksa untuk ikut dengannya bermain hujan.


"Nanti elo sakit" peringat Areksa tapi tidak di gubris oleh Zayna


Areksa pun menghampiri Zayna "Udah ayoo, nanti elo sakit.!"


Haacciimm..


Zayna menoleh saat mendengar suara bersin Areksa, ia menatap Areksa yang menggigil kedinginan serta hidung yang mulai memerah.


"Ya udah, Ayoo kita berteduh dulu" ucap Zayna


Untuk apa berteduh jika pakaian mereka basah kuyup semua karena terkena hujan.? 🤷🤷


Areksa menurut, lalu mereka mencari tempat berteduh di depan toko yang sudah tutup.


Mereka duduk di bangku yang berada di depan toko tersebut.

__ADS_1


Zayna menatap Areksa yang memeluk dirinya sendiri. Sepertinya Areksa kedinginan, Zayna mendekat dan duduk di samping Areksa.


Areksa menoleh dengan wajah pucatnya. Lalu tiba-tiba Zayna memeluk dirinya, membuat Areksa mematung seketika.


"Dingin" cicit Zayna


Mereka berdua saling menghangatkan satu sama lain.


Hujan semakin bertambah deras, membuat mereka berdua semakin mengeratkan pelukannya. Zayna merasakan tubuh Areksa bergetar seperti kedinginan. Lalu Zayna mendongak menatap wajah tampan Areksa yang semakin memucat sembari memejamkan mata.


"Astaga.. gimana ini.? Hujannya malah nggak mereda lagi" gerutu Zayna


Kini Zayna melepas pelukannya, kepala Areksa di sandarkan di bahu Zayna. Membuat Zayna sedikit keberatan menahan kepala Areksa.


"Ini kenapa sih malah nempel.?" Zayna menatap Areksa yang masih memejamkan mata.


"Apa jangan-jangan dia pingsan lagi.?" Panik Zayna, lalu ia mencoba membangunkan Areksa


"Sa.! Woyy bangun.! Jangan pingsan di sini.!" Zayna menepuk nepuk pipi Areksa, tapi tidak ada respon dari Areksa. Membuat Zayna semakin panik.


Tiba-tiba ada mobil warna hitam berhenti tepat di depan toko yang di tempati Zayna dan Areksa saat ini. Keluar lah seorang pemuda dengan membawa payung untuk melindungi tubuhnya dari air hujan.


"Tuan Areksa, Nona" panggilnya, membuat Zayna menoleh


"Itu sepertinya sekretaris Areksa deh" gumam Zayna


Ya, lelaki itu adalah Fatir


"Tolong bawa Areksa ke dalam mobil, sepertinya dia pingsan" titah Zayna pada Fatir

__ADS_1


Fatir yang paham dengan kondisi Tuannya langsung memapahnya, lalu di bawa ke dalam mobil. Zayna juga ikut masuk ke dalam mobil tersebut.


__ADS_2