
Lalu mengeluarkan pisau lipat dari saku jaket hoodie nya.
Ya, gadis yang di sekap tak lain adalah Fanya, dan lelaki yang memakai topeng warna putih itu tak lain adalah Areksa.
Fanya gelisah saat Areksa ternyata tidak main-main dengan ucapannya.
"LEPAS"
"Gue peringatin sama Lo.! Jangan pernah berani nyakitin cewek gue.! Ingat itu.!" ucap Areksa penuh penekanan
"Cewek elo.! Bahkan gue aja nggak kenal sama Lo.! Brengs*k.!" umpat Fanya kesal
"Yakin elo nggak kenal siapa gue.?"
Areksa perlahan membuka topeng yang tadi menutupi wajahnya.
Betapa terkejutnya Fanya saat melihat lelaki itu ternyata Areksa. Lelaki yang ia cintai.
"A-Areksa" gumam Fanya tak percaya
Wajah tampan Areksa kini terlihat, tatapan tajamnya tak lepas dari gadis di depannya.
"Kenapa.?"
"K-kenapa elo tega sama gue.?" tanya Fanya terbata
Areksa hanya terdiam, lalu ia memanggil anak buahnya. "Kenapa emang.? Lo kan yang sengaja bayar mobil box waktu itu agar Zayna kecelakaan.?" tanya Areksa datar
Fanya di buat terkejut lagi, kenapa Areksa bisa tau.? Aaakkkhhh rencananya sudah gagal.
"Ada apa Tuan.?" tanya anak buah Areksa yang sempat ia panggil tadi.
Kemudian Areksa menatap anak buahnya.
__ADS_1
"Kalian bisa lakukan apapun pada gadis itu, setelahnya.. berikan informasi untuk ku.!" titah Areksa
Lalu Areksa memberikan pisau lipat itu kepada anak buahnya. "Jangan sampai dia kabur.! Sebelum saya datang ke sini.!" ucap Areksa lalu pergi meninggalkan Fanya yang terus memanggilnya.
"AREKSA.! JANGAN TINGGALIN AKU.! AKU CINTA SAMA KAMU.!" ucap Fanya dengan suara lantang.
Sampai anak buah Areksa menutup telinganya. 'Apa gadis ini sudah tak w4r4s" batinnya.
Areksa akan kembali ke rumah sakit. Sedangkan Fanya.? Entah sekarang bagaimana nasibnya dengan anak buah yang di perintah oleh Areksa. Ia sama sekali tidak memikirkan Fanya. Ia sama sekali tidak ingin mengotori tangannya sendiri untuk membalas Fanya. Lebih baik ia menyuruh anak buahnya.
.
.
.
Sedangkan di sisi lain, di sebuah markas Lady Bugs sedang khawatir karena mereka mendapatkan informasi bahwa ketua mereka masuk rumah sakit karena kecelakaan.
"Kita harus jenguk Zayna sekarang.! Gue khawatir dengan keadaannya.!" ucap Lisa gelisah.
Bukan hanya ia yang gelisah, bahkan hampir semua inti gelisah dengan keadaan Zayna sekarang.
"Bagaimana kalo kita jenguk dia.?" tanya Airin
Lisa tampak berpikir sejenak. "Gue maunya gitu, tapi.... Lo tau sendiri kan.? Orang tua nya sudah ngelarang kita deket sama Zayna.? Nanti bisa kena omelan deh sama Bunda Anis.!" ucap Lisa
"Yeeaahh.. padahal kita kan pengin jenguk bos Zayna" celetuk salah satu dari mereka yang bernama Andra
"Tapi kalo kita berdua yang jenguk pasti Bunda-nya nggak bakal marah sih.?" pikir Airin lagi
"Gini aja deh, sekarang gue sama Airin dulu yang jenguk kondisi Zayna. Karena nggak mungkin kan kita kesana seperti pasukan.? Apalagi orang tua Zayna pasti bakal ngelarang kalo tau teman berandal nya pada dateng" tutur Lisa
"Jadi.... Kita nggak jenguk bos Zayna gitu.?" tanya Langga
__ADS_1
"Iyalah, bisa-bisa nanti kita belum sempat jenguk kondisi Zayna, udah di usir" timpal Airin
Mereka mengangguk paham, sebenarnya mereka ingin sekali menjenguk kondisi ketua nya itu. Tetapi keadaan yang tidak mendukung.
"Lo udah cari tau, Zayna di bawa ke rumah sakit mana.?" tanya Riko
"Udah gue share lock di ponsel Airin.! Gue udah cari tau tadi" jawab Langga, ia memang yang paling pinter di bidang IT
"Ya udah, kita pergi dulu" putus Airin dan Lisa lalu pergi dari markas tersebut.
"Yahh... Padahal gue pengen banget liat kondisi bos Zayna.!" gumam Andra
.
.
.
Di brankar yang berada di ruang rawat. Seorang gadis sedang berbaring di atas brankar. Ia di temani oleh kedua orang tuanya, sedangkan orang tua Areksa sudah lebih dulu pulang.
"Ayah mau pulang dulu, ambil keperluan Zayna" ucap Indra
"Bunda nggak ikut.?" tanya Zayna
"Nggak.! Siapa yang jagain kamu kalo Bunda ikut.?" tolak Anis
"Di sini ada perawat Bund, nggak usah terlalu mikirin Zayna, nggak papa kok Bunda temenin Ayah pulang dulu" ucap Zayna.
"Bunda itu khawatir sama kamu, gimana Bunda nggak mikirin putri nya yang sedang berada di rumah sakit.?"
"Bunda kan tau, Zayna ini gadis yang kuat" ucap Zayna menyombongkan diri
"Idiiihhh"
__ADS_1