
Di tengah-tengah keributan mereka. Tiba-tiba ponsel Zayna berbunyi. "Ehh... Ponsel gue dimana.?" Zayna merogoh saku jaket hoodie nya tetapi tidak ada.
"Tuhh... Tadi malem gue ambil karena hampir jatuh" ucap Sagara menunjuk meja dekat sofa
"Jauh amat sih" gerutunya
"Di sini aja, biar gue ambilin" Sagara kemudian berdiri, lalu mengambil ponsel milik Zayna.
Netranya tak sengaja membaca nama yang tertera di panggilan tersebut. 'Areksa' batin cowok itu
"Cepetan dong, Gar" ucapan Zayna membuat tersadar dari lamunannya.
"Ohh.. i-iyaa nih" Sagara berjalan lalu memberikan ponsel milik gadis itu
"Hahh... Areksa.?" gumam gadis itu. Kemudian Zayna menoleh ke arah Sagara. Zayna sendiri sengaja mematikan sambungan teleponnya. Lalu beralih ke aplikasi warna hijau, lalu mengetikkan sesuatu.
[ Gue baru bangun tidur, sorry ] itulah pesan yang di kirim Zayna untuk Areksa.
Kenapa ia sampai lupa dengan Areksa sih.?
"Siapa.?" Sagara bertanya dengan tampang dingin.
"O-ohh.. anuu... I-ituu, ahh siapa ya.? Emm... Areksa" jawab Zayna gugup. Entah mengapa ia jadi gugup seperti ini.
"Tau, siapa Areksa.?" tanya Sagara lagi menatap gadis itu mengintimidasi.
__ADS_1
Zayna bingung, apa ia harus jujur pada Sagara.? Tohh ngapain harus di tutup-tutupin segala kan.?
Zayna menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya secara kasar.
"Areksa, tunangan gue"
Degh
Cowok itu mematung seketika, seolah semua tubuhnya sudah tidak berfungsi lagi. Detak jantungnya juga berhenti berdetak. Lalu menatap kosong ke depan.
"Kenapa.?" tanya Zayna melihat Sagara hanya diam saja.
"Areksa.? Tunangan elo.?" ulang Sagara masih tak percaya.
Zayna hanya mengangguk
Sagara berdiri, ia harus menerima pil pahit yang di katakan Zayna. Ia berharap semoga Zayna hanya berbohong, bercanda.
"Lo kenapa Gar.?" tanya Zayna tak mengerti dengan perubahan Sagara.
Cowok itu hanya diam, tanpa berniat menjawab. Sungguh ia tidak percaya akan hal ini. "Sagara.! Elo kenapa sih.?" Zayna mendekat.
Cowok itu menatap Zayna. "Jadi... Nggak ada harapan lagi buat gue" gumam Sagara lirih namun masih dapat di dengar oleh gadis itu.
Zayna menatap bingung cowok ini. "Lo ngomong apa Gar barusan.?" tanya Zayna, jujur ia tadi tidak mendengar, hanya mendengar sedikit.
__ADS_1
Sagara tersenyum kecut. "Kalo gue beritahu perasaan gue ke elo sebenarnya. Apa elo nggak akan jauhin gue.?" tanya Sagara membuat gadis itu benar-benar bingung.
"Maksud Lo.?"
Sagara menatap Zayna dalam. "Lo nyadar nggak sih.? Gue dari Korea ke Indonesia itu jauh, Na.! Dan Lo tau.? Alasan gue datang ke sini.?"
"Karna... Syuting kan.?" jawab Zayna
Sagara menatap wajah Zayna dengan wajah sendu. Lelaki itu menggeleng. "Bukan.! Gue ke sini karena gue pengen ketemu sama Lo.! Dan gue bisa nyatain perasaan gue yang sedari dulu gue pendem sendiri, Na.! Asal Lo tau, GUE CINTA SAMA ELO ZAYNA AGHNIA" lelaki itu menekan kalimat terakhir, hatinya merasa tercubit, sakit.
Tanpa sadar netra cowok itu berkaca-kaca, sedang Zayna. Ia mematung mendengar pernyataan cinta dari Sagara.
"S-sagara... Elo...." Zayna tak kuasa melanjutkan ucapannya
"Iyaa, sekarang gue udah lega karena udah nyatain perasaan gue yang sesungguhnya. Maaf, maaf karena gue buat elo gak nyaman selama ini" Sagara menarik tubuh Zayna, memeluknya erat.
"Ini pelukan kita yang terakhir kali.! Setelah ini kita nggak akan bisa kek gini lagi.! Gue sayang sama Lo Zayna Aghnia" gadis yang di peluk oleh Sagara menitikkan air mata.
Sagara melepas pelukannya manatap gadis cantik di hadapannya ini yang menangis dalam diam. Tangan lelaki itu terulur, menghapus air mata gadis yang ia cintai dari dulu. Sayangnya ia dulu pengecut. Baru berani menyatakannya sekarang saat gadis yang selama ini ia sayang malah sudah memiliki tunangan.
"S-sagara.! K-kenapa nggak dari.... Dulu elo ngomongnya.?" Zayna terisak pelan.
Sagara menarik tubuh gadis itu kembali, sehingga kepala Zayna berada di dada bidang cowok itu.
"Maaf.! Karena dulu gue pengecut, gue takut waktu itu Lo nolak gue. Gue beneran pengecut, Nia" hati Sagara terasa nyeri, untuk bernafas rasanya menyakitkan.
__ADS_1
"G-Gue... Juga cinta sama elo, Gar" Zayna kembali terisak di pelukan Sagara.