
Kini Zayna sudah berada di perjalanan, ia terus saja salting. Mengingat kejadian tadi.
"Arrgghh... Kenapa sih, setiap kali Deket sama dia, jantung gue selalu tak terkendali.?" Gerutunya sembari menyentuh keningnya yang sempat di cium oleh Areksa.
"Bisa gila gue, kalo gini terus..."
.
.
.
Tidak lama kemudian, Zayna sudah sampai di depan gerbang pintu rumahnya. Satpam pun yang melihat mobil milik Zayna, segera membukakan pintu gerbang.
Zayna keluar dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"Sebelum masuk rumah, biasakan ucap salam" celetuk sang Bunda seraya mengulurkan tangan pada Zayna
Zayna yang paham pun langsung mencium punggung tangan Anis.
"Assal eh assalamu'alaikum Bund"
"Wa'alaikumsalam, cepat masuk" titah Anis
Zayna lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Matanya menangkap sosok wanita cantik berhijab sedang menatap ke arahnya. Mungkin sekitar umur 40 tahunan, tapi ia masih terlihat cantik.
Wanita itu tersenyum kepada Zayna, Zayna pun membalas senyuman itu.
"Ustadzah, kenalkan ini putri saya, yang saya ceritakan tadi, namanya Zayna Aghnia, biasa di panggil Zayna" ucap Anis memperkenalkan Zayna
"Cantik sekali putri Bu Anis" puji ustadzah pada Zayna, Zayna hanya tersenyum kecil.
"Zayna salim dulu sama ustadzah Hanum" titah Bunda Anis, di turuti oleh Zayna
Setelah Zayna menyalimi ustadzah Hanum, Zayna duduk di single sofa.
"Jadi, ustadzah Hanum Bunda suruh untuk membimbing mu menjadi wanita muslim sesungguhnya" ucap Anis
Zayna bingung dengan ucapan Bundanya
__ADS_1
"Nanti akan di jelaskan ustadzah
Hanum" timpal Anis
.
.
.
Kini lelaki tampan bak K-pop sedang berkumpul di Basecamp tempat berkumpulnya, ia dan teman-temannya. Mereka sedang membicarakan sesuatu.
"Serius Lo,? elo mau nikah.? Sama gadis bercadar.?" Heboh Alex pada Areksa
Ya, Areksa ke sini ingin memberitahu kepada teman-temannya tentang ia dan Zayna.
"Okey.! Nanti gue bakal cari tau siapa gadis itu sebenarnya." Ucap Tio yang ahli IT
"Gue masih nggak nyangka, kalo Areksa yang terkenal anti cewek, tiba-tiba mau tunangan dan nikah" celetuk Alvin
"Areksa, Lo harus jawab jujur sama kita semua. Apaa.. elo cinta sama gadis yang namanya Zayna itu.?" Tanya Alex menatap Areksa serius
Tidak, karena gengsinya terlalu tinggi.
"Nggak" jawab Areksa
"Yakin.? Gue bisa lihat ada kebohongan di mata elo" ucap Alvin
Areksa segera membuang muka, karena matanya terus di tatap Alvin
"Udah Sa.! Jujur aja sama kita, siapa tau nanti kita bisa bantu elo, kalo misalnya Zayna belum cinta sama elo" ucapan Aldi membuat Areksa berfikir
Apakah ia harus jujur pada ke empat temannya.?
"Hmmm... Gue jujur, kalo gue --- emang cinta sama Zayna" ungkap Areksa jujur
"What.!" Pekik Alvin dan Aldi heboh
"Berisik tau.!" Sarkas Alex menutup kedua telinganya
__ADS_1
"Ya sorry, karena nggak nyangka aja gitu, si Areksa jatuh cinta, ini pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta"
"Betul, itu namanya jatuh cinta pada pandangan pertama" goda Aldi
Areksa hanya menatap datar mereka
"Iya juga sih, Areksa kan terkenal dingin, cuek, datar, dan kejam. Semoga aja si Zayna betah sama cowok modelan kek Areksa.!" bisik Aldi lagi, tapi masih dapat di dengar oleh Areksa.
"Mampus Lo,! Areksa marah.!" bisik Alvin
"Udah nggak usah pada gibah" celetuk Tio
"Mau kemana Sa.?" Tanya Alex melihat Areksa berdiri dari duduknya
"Balik"
.
.
.
Malam ini, Zayna dan ustadzah Hanum berada di masjid. Setelah selesai sholat isya, mereka berdua duduk berhadapan, semua orang sudah pulang, tinggal lah mereka berdua.
"Coba sekarang baca Al-Qur'an ini pelan-pelan, di awali dengan bacakan ta'awudz seperti yang sudah saya ajarkan sebelumnya" titah ustadzah Hanum
Zayna menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mulai membaca ta'awudz
"A'udzubillahi minas saitonir rojim"
"Bukan saiton tapi sya, Syaitonir-rojim" ucap ustadzah membenarkan kesalahan Zayna saat membaca ta'awudz.
Zayna pun mengulang bacaan ta'awudz
"A'udzubillahi minas-syaitonir-rojim"
"Bagus, lanjutkan"
"Bismillahirrahmanir-rahim"
__ADS_1