Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 27


__ADS_3

Ia sebenarnya tidak suka melihat Areksa tadi sempat menggombali Zayna. Sedangkan ia tadi tidak di perlakukan seperti itu oleh Areksa.


Sedangkan kedua orang tua Areksa hanya menatap interaksi di antara Zayna dan Areksa, Rita melirik sinis ke arah Zayna.


"Belum.. Lo mau nyuapin gue.?" Tanya Areksa


Zayna menatap Fanya yang memegang bubur. "Emm iyaa.! Tapi kan elo mau di suapin sama tuhh" Zayna menunjuk dengan dagu nya ke arah Fanya yang menatapnya tidak suka.


"Berikan pada Zayna, biar dia yang nyuapin gue.!" titah Areksa terkesan datar tanpa menatap Fanya


"Nggak.! Gue yang suapin Lo" tolak Fanya, ia tak mau kalah dengan Fanya


"Gue minta Elo keluar dari kamar gue.! KELUAR.!" bentak Areksa di kalimat terakhirnya. Membuat mereka semua terkejut termasuk Zayna


"Areksa.! Jangan kasarin Fanya dong, kalo nggak mau di suapin sama Fanya, jangan di bentak gitu.!" Protes Rita tak terima


Fanya lalu menaruh mangkok berisi sup itu di samping Areksa, lalu Fanya berlari keluar dari kamar Areksa. Rita lantas mengejarnya sedangkan Abriel hanya diam, entah ia harus melakukan apa.


[ Tuan Abriel bingung kali yaa, liat perdebatan mereka 😂😂 ]


Abriel pergi meninggalkan Areksa dan Zayna di kamar berdua. "Lo terlalu berlebihan nggak sih, bentak dia sampek nangis gitu.?" ketus Zayna


"Lo lupa.? Dia hampir melecehkan elo dengan 5 orang pria brengs*k itu.! Apa elo lupa.?" tanya Areksa dengan sedikit emosi


"Iyaa gue nggak lupa kok, tuhh emang pinter banget drama, pasti sekarang dia sedang menangis terisak-isak karena di bentak oleh lelaki yang ia cintai.!" goda Zayna


Areksa menatap tajam Zayna. "Nggak usah gitu kali, liatin gue sampek segitunya. Gue tau kok kalo gue cantik.!" Ucap Zayna PD serta narsis


Areksa mendengus kesal mendengar kepedean gadis di depannya. "Aneeh" gumam Areksa


Sedangkan kini Fanya terisak di halaman mansion Areksa. "Hiks... Hiks... Areksa jahat" ia mengusap air matanya

__ADS_1


Rita menghampiri Fanya yang sedang terisak. Lalu Rita memeluknya. "Maafin sikap Areksa.! Dia emang gitu orangnya, ini gara-gara wanita sialan itu.!" geram Rita


"Udah nggak usah nangis" Rita menepuk pundak Fanya agar tenang


Di balik pelukan itu, Fanya tersenyum licik. Ia hanya drama untuk mendapatkan hati Mama nya Areksa. Karena hanya dia satu-satunya orang yang mempercayainya.


"Tante, Fanya nggak mau kalo Areksa tunangan sama wanita itu. Fanya udah lama kenal Areksa, Tante.! Jadi Fanya mohon, dekatkan Fanya dengan Areksa lagi.!" Ucap Fanya sedikit terisak agar di percaya oleh Rita jika ia menangis.


"Iyaa, nanti Tante rencanain sesuatu.! Kalau bisa, kita singkirkan wanita sialan itu" ucap Rita


.


.


.


Di kamar Areksa, Zayna sedang menyuapi Areksa dengan telaten. "Udah habis, sekarang minum obatnya" Zayna mengambil air minum dan obat untuk di minum Areksa.


"Untuk.?"


"Semuanya"


Zayna hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Areksa


"Sa.!"


"Hmmm"


"Ehh katanya hmm itu artinya hanya mencintai mu loh" ucap Zayna terkekeh


"Nggak jelas"

__ADS_1


"Gue mau ngomong sesuatu.!" Ucap Zayna serius


"Misal, suatu hari salah satu dari kita kenapa-napa gimana.?" tanya Zayna yang membuat Areksa bingung


"Maksud.?"


"Jadi gini, ini kan cuma misal, misal terjadi pada ku suatu hari nanti, apa yang kamu lakuin.?" tanya Zayna lagi tetapi malah membuat Areksa semakin bingung


"Masa sih Lo nggak ngerti, misal kalo gue suatu hari kena musibah apa Elo bakalan ninggalin gue dan Lo akan bersama Fanya.?"


"Kamu nggak bakal kenapa-napa.! Jadi jangan ngomong seperti itu, aku nggak suka.!" cerca Areksa


Sengaja ia menggunakan bahasa aku kamu saat bersama Zayna.


"Tumben ngomongnya pakek aku kamu.?"


"Sekarang panggilan kita seperti itu"ucap Areksa tidak mau di bantah


"Rasanya gimana gitu, Gue belum terbiasa.!" ucap Zayna


"Nurut atau gue cium Lo.?" ancam Areksa membuat Zayna mendelik lalu menjauh dari Areksa.


.


.


.


Satu minggu kemudian, acara pertunangan Areksa dan Zayna di langsungkan malam ini.


Indra yang waktu itu di beri tahu oleh Anis jika Zayna sudah memilik calon tunangan sangat terkejut dan tidak percaya. Apalagi saat tau jika calon tunangan putrinya itu pemilik perusahaan Areksa`Group terbesar di kota Jakarta.

__ADS_1


Kini Areksa dan Zayna terlihat mempesona. Areksa mengenakan stelan jas dan wajahnya yang sangat tampan bak artis Korea. Sedangkan Zayna kini mengenakan gamis yang sederhana tapi terlihat begitu elegan.


__ADS_2