Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 36


__ADS_3

"Tapi kan Zayna udah di suruh berubah sama orang tuanya, masak elo mau merubah Zayna sesat lagi.?" protes Lisa


"Gue cuma minta pendapat Zayna, bukan Lo" gerutu Airin


"Okey.! Gue terima pertandingan ini, gue mau bales dendam sama ketua Black One.!!!" ucap Zayna kemudian


Mereka berdua, yaitu Lisa dan Airin tak menyangka bahwa Zayna akan menerima pertandingan itu.


Pernikahan Zayna dan areksa juga masih lama, mungkin satu bulanan baru akan di langsungkan pernikahan itu.


Saat mereka sedang asik membicarakan random. tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


Ceklek


Menampakkan sosok lelaki tampan dengan gaya cool nya. Bak oppa oppa Korea saja, tetapi yang membedakan tatapan dan auranya, jika oppa oppa Korea itu peramah, yang ini justru sebaliknya. Ia hanya menampilkan wajah datarnya saja.


Areksa melirik ke arah dua gadis yang sedang menatapnya tanpa kedip. Lisa yang sangat terpesona dengan ketampanan yang di miliki Areksa. Sedangkan Airin seperti tidak asing dengan wajah Areksa.


'Gue kok kayak pernah liat dia deh, Ohh iya.. dia kan yang waktu itu ikut Zayna di acara ulang tahunnya Salma.!' batin Airin


'Astaga, kenapa ada cowok setampan ini sih.?' batin Lisa yang masih terpana


Zayna yang melihat kedua sahabatnya itu sedang menatap Areksa, seketika ia berdehem.


"Ekheemmm.."


Seketika lamunan dua sahabatnya itu buyar gegara deheman Zayna yang di sengaja.


"Siapa.?" tanya Areksa pada Zayna


"Temen" jawab Zayna

__ADS_1


"Itu siapanya Zayna.?" bisik Lisa pada Airin


"Mana gue tau, tanya aja langsung ke orangnya" balas Airin dengan berbisik.


Lisa yang notabenya tidak tau malu, karena sifatnya yang terlalu bar bar. "Lo siapanya Zayna.?" tanya Lisa pada Areksa


Sedangkan yang di tanya hanya diam saja tanpa menjawab. Zayna sudah melirik ke arah Areksa untuk menjawabnya, tetapi jangan jujur.


Areksa yang paham akan lirikan Zayna dari ekor matanya. "Calon suaminya.!" jawab Areksa. Membuat kedua sahabat Zayna mendelik tak percaya.


Sedangkan Zayna melototkan matanya dan ingin mencakar wajah cowok yang ada di sampingnya ini. Mengapa pakek jujur segala sih.? Kalo gini kan bisa berabe nantinya. Areksa malah duduk di kursi samping brankar Zayna.


Ia sama sekali tidak memperdulikan Zayna yang sudah memberikan tatapan tajamnya. Lalu ia mencubit lengan cowok itu.


"Auuussshhh..." rintih Areksa ketika mendapat cubitan dari calon istrinya.


Sedangkan dua gadis itu hanya diam, mencerna ucapan Areksa tadi.


"Yang.?" gumam kedua gadis itu tak percaya. Kedua sahabat Zayna itu masih tak percaya dengan ucapan Areksa barusan.


"Zayna.! Jelasin apa semua ini.?" desak Lisa


"Hmmm, nanti gue jelasin kalo gue udah sembuh" jawab Zayna


"Ahh elahh.. lama dong.!" decak Lisa dan Airin


Zayna memberi kode lewat ekor matanya, meminta mereka berdua untuk segera pergi. Lisa dan Airin menaikkan sebelah alisnya.


Zayna bergumam tanpa suara, tentu saja kedua sahabatnya paham yang di ucapkan Zayna tanpa suara *Bunda* itulah yang Zayna ucapkan lewat gerakan bibir.


"Ohh... Kalo gitu kita balik dulu, Na" ucap Airin, karena takut jika nantinya Bundanya Zayna datang lalu mengomeli mereka berdua.

__ADS_1


"Iya, kalo gitu kita balik dulu.! Janji setelah elo sembuh jelasin yang tadi Okey.?" pinta Lisa


Zayna hanya berdehem sebagai jawaban


Lalu mereka berdua pamit pulang, Lisa dan Airin melirik Areksa yang kini sedang menatap Zayna.


"Cielah... Udah tatap-tatapan gitu... Uhuuyy" goda Lisa


Areksa hanya menatap mereka sekilas lalu menatap wajah Zayna kembali. Sedangkan Zayna memutar bola matanya jengah.


"Ya udah kita pulang.! Byee... BesTie."


Akhirnya mereka berdua pergi juga. Pikir Zayna.


Kini tinggallah Areksa dan Zayna. "Kemana aja.?" tanya Zayna menatap Areksa


"Ada urusan tadi" jawab Areksa


"Afah iyah.? Gue nggak percaya.!" ketus Zayna memalingkan wajahnya, seolah-olah ngembek


Areksa langsung menatap Zayna dingin. "Jangan pakek bahasa itu lagi, aku nggak suka.!" Peringat Areksa


"Bahasa apa.?"


"Lo-gue, jangan gunakan bahasa itu untuk kita berdua" ucap Areksa datar


"Makanya jawab jujur, dari mana tadi.?" tanya Zayna


Belum sempat Areksa menjawab, pintu ruangan terbuka. "Ada Areksa di sini.?" tanya Anis sembari membawa tas berisikan keperluan Zayna


"Iya Bund" jawab Areksa

__ADS_1


__ADS_2