
Tanpa ia sadari, ada yang menatapnya dari kejauhan. "Siapa dia.? Mengapa dia keluar dari gerbang itu.?" gumam orang itu menatap ke arah gadis berpenampilan serba hitam.
Zayna sudah sampai di apartemen miliknya, ia turun dari taksi lalu memberikan selembar uang berwarna merah pada sopir taksi.
"Kembaliannya Neng.?"
"Ambil aja Bang" jawab Zayna
"Makasih ya Neng"
Kemudian Zayna mengangguk, lalu berjalan masuk ke dalam apartemennya untuk mengambil motornya.
Orang yang tadi mengikuti Zayna kini berhenti dengan mobilnya tepat di samping apartemen milik gadis itu.
Zayna mengeluarkan motor kesayangannya. "Shitt, kalo besok gue menang.! Gue mau beli motor warna hijau kali ya.?" gumamnya sembari menatap motor sport miliknya yang berwarna merah bercampur hitam.
Lalu Zayna segera menjalankan motornya tersebut membelah jalanan yang pagi ini sangat padat oleh pengendara lain. Sedangkan orang yang mengikuti Zayna tadi memicingkan matanya.
"Gue seperti nggak asing sama motornya." gumam orang itu
Saat ia hendak membuntuti, tiba-tiba ponselnya berdering membuat ia mengurungkan niatnya.
"Hmmmm.?"
"......."
"Bawa ke kantor.! Saya akan segera ke sana.?"
"......"
__ADS_1
"Hmmm"
Tutt
Lelaki itu segera mematikan panggilan teleponnya lalu berdecak karena tidak bisa mengikuti gadis itu.
Sedangkan kini Zayna sudah sampai di bengkel Bang Jamal yang sudah menjadi langganannya dari dulu.
"Bang" teriaknya, membuat yang di panggil menoleh
"Lohh... Inikan mbak Aghnia toh.?" tebak lelaki yang berusia 45 tahun yang di panggil Bang Jamal.
"Iyaa Bang, ini Zayna Aghnia"
"Wallahh... Tak kira wes nggak ke sini.! Soalnya wes lama Mbak Aghnia nggak ke sini" ucap Bang Jamal
"Hehehe.... Kan Aghnia udah bilang Bang, orang tua Aghnia nggak bolehin Aghnia balapan.! Jadi... Ya seperti ini"
"Lahh teruuuusss.... Sekarang di bolehin.?" tanya Bang Jamal bingung
"Ya kan orang tua Aghnia sedang di luar kota, biasalah mereka pergi tentang bisnis-bisnis terus"
"Tapi kan ini juga untuk Mbak Aghnia"
"Nggak juga sih, buktinya motor ini Aghnia sendiri yang beli" ujarnya sombong
"Iyaa deh iyaa, ya udah mana siniin motornya.! Biar Bang Jamal yang ganteng ini hias" ucap Bang Jamal PD
"Iyaa deh, Bang Jamal yang paling guuaannteeng" kekeh Zayna di selingi tawa
__ADS_1
"Mau model gimana ini atuh Neng.?" tanya Bang Jamal
"Tadi Mbak sekarang Neng.! Gimana sih Bang"
"Hehehe... Maklum udah tua, jadi pelupa" ucap Bang Jamal cengengesan
"Emmm.... Modelnya terserah Bang Jamal aja deh, pokoknya yang bagus ya.? Yang modern dan tentunya nggak di miliki oleh orang lain" ujar Zayna
Bang Jamal mengangguk. "Okey deh siap"
"Nanti berapa pun biayanya akan Zayna bayar"
"Ituu mah tenang aja Mbak Aghnia.! Ra usah di pikirkan"
"Ya udah Bang, Aghnia pergi dulu. Jadinya kapan Bang.?"
"Membutuhkan waktu satu hari aja Mbak Aghnia.! Mungkin besok sore atau malam udah bisa di ambil"
Zayna mengangguk lalu pamit pergi. Kalian tidak tau kan jika Zayna saat ini sudah memiliki rumah sendiri.? Uang dari mana.? Zayna kan juga udah punya apartemen.?
Dulu Zayna menjadi pemenang terus dalam perlombaan balap. Ia selalu mendapat juara satu, dan hadiah yang di taruhkan tidak main-main. Ada yang memberikan apartemen, ada juga yang motor, dan lain-lain. Sehingga ia di juluki sebagai Queen Rancing. Namanya sudah terkenal di area balap dengan sebutan Aghnia.
Hingga ia mengumpulkan uang hasil perlombaan itu hingga mencapai 3 M. Ia bingung mau di apakan uang itu. Lantas ia membeli rumah saja yang terdapat beberapa garansi untuk motornya.
Karena Zayna tidak mempunyai 1 motor tetapi ia mempunyai 4 motor sport dan 1 mobil. Yang ia gunakan setiap hari itu mobil pemberian ayahnya saat ia ulang tahun. Sedangkan mobil yang ia beli belum pernah ia pakai sama sekali.
Apalagi sekarang ia jarang ke rumah yang ia beli itu. Tetapi ia menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga rumah tersebut. Ketika ia tidak ke sana.
Kini Zayna datang ke rumahnya yang dulu ia beli sendiri. Setelah sekian lama ia dapat kembali kesini. Bahkan kedua orang tuanya saja tidak tau, entah bagaimana jika mereka tau pasti terkejut dan marah karena Zayna membeli dari hasil balapan.
__ADS_1
Tetapi balapan yang ia lakukan ini sudah di ijinkan oleh polisi karena tidak balap liar. Yang di adakan ini hanya perlombaan formal saja. Yang sudah di ijinkan dan di awasi oleh pihak berwajib tersebut. Bahkan Zayna saja saat ini belum bekerja. Tetapi sudah membeli rumah yang bisa di katakan lumayan besar dengan harga 1,5 M.
Zayna turun dari taksi yang tadi ia pesan.