Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 51


__ADS_3

"Ambilkan kotak p3k di mobil.!" perintah Sagara kecil pada bodyguard nya.


Yang di perintahkan pun mengangguk patuh lalu berjalan ke arah mobil untuk mengambil apa yang di butuhkan oleh anak di majikannya tersebut.


Tak berapa lama, bodyguard itu pun kembali dengan sebuah kotak p3k di tangannya. "Nih.. Den"


"Hmmm, kamu boleh pergi.!"


"T-tapi Tuan menyuruh saya untuk menjaga Den"


"Saya hanya mengobati luka sahabat saya, kau kembali lah ke mobil aku nanti akan menyusul ke sana.!" ucap Sagara kecil yang tak mau di bantah.


"T-tapi... Den..." belum sempat bodyguard itu berbicara, Sagara sudah lebih dulu pergi dengan sahabat perempuannya.


.


.


.


Kini Sagara dan Zayna kecil berada di rerumputan seperti taman tetapi itu bukan taman. Mereka berdua duduk berdampingan.


"Mana yang luka.?"


Zayna menunjuk bagian sikunya yang terasa perih.


"Tahan okey.?"


Zayna mengangguk patuh


"Aauuuhhh..." ringis Zayna ketika Sagara memberikan kapas alkohol untuk membersihkan lukanya.


"Aduuuhhh, sakit.!"


"Makanya tahan"


"Mau tahan gimana.? Nggak bisa tau.! ini tuh rasanya perih, kamu nggak ngerasain sih," gerutunya, membuat Sagara kecil terkekeh.


Kemudian Sagara memberikan betadine lalu memperban siku Zayna yang terluka. "Ck, nggak usah di perban segala napa.? Berlebihan.!"

__ADS_1


"Diam.!" Sagara masih fokus memperban siku Zayna. Ia takut terjadi sesuatu pada Zayna. "Selesai"


"Thanks" ucap Zayna,


Sagara hanya mengangguk.


Lalu Zayna menatap kosong ke depan. "Kenapa Ayah sama Bunda ku nggak ngebolehin aku belajar naik motor.?" gumamnya yang masih dapat di dengar oleh Sagara.


"Naik sepeda aja masih jatuh, apalagi naik motor.?" celetuk Sagara terkesan meledek.


"Kamu ngeraguin kemampuan aku.?"


"Nggak juga sih, tapi itu kenyataannya.!" jawab Sagara enteng.


"Sama aja.!"


"Nggak"


"Nyebelin.!"


"Biarin"


"Emang kamu mau naik motor apa, kok nggak di bolehin.? Apa karena tinggi badan kamu yang....."


"Jangan ngeledek aku ya.!" geram Zayna mendelik ke arah cowok itu.


"Enggak Nia"


"Aku tuh mau belajar naik motor sport tapi nggak di bolehin mereka.! Emang aku sependek itu ya.?"


Sagara yang mendengar itu menahan tawanya agar tidak pecah. "Tuhh nyadar.!" lirih cowok itu masih dapat di dengar oleh Zayna.


"Apaa.?"


"Nggak papa, lagian kamu aneh-aneh aja. Pake mau belajar naik motor sport, padahal kamu masih kelas lima" ujar Sagara menatap Zayna.


"Kan kalo aku udah besar pengen jadi pembalap, keknya kayak seru aja gitu.!" ucap Zayna membayangkannya saja seperti seru. Apalagi jika itu semua menjadi kenyataan.?


"Cita-cita kamu.?"

__ADS_1


Zayna mengangguk cepat. "Iyaa, itu cita-cita ku ingin menjadi pembalap terkenal. Aku pengen jadi Queen Rancing" ucap Zayna yakin


Sagara hanya mengangguk saja. Mungkin jika semua itu tercapai, Zayna pasti akan sangat bangga.


"Tapi... Apa ayah dan bunda kamu ngebolehin kamu jadi pembalap.?"


"Itu sih gampang.! Nantilah kalo aku sudah besar akan aku pikirkan lagi" ujar Zayna sok paling besar.


Flash Back Off


Sagara tersenyum mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dan ia harus berpisah dengan Zayna ketika di usianya remaja. Sagara mau tidak mau harus ikut pindah ke Korea karena kedua orang tuanya akan ke sana. Dengan berat hati, ia ikut dengan orang tuanya.


Sebelum itu, ia pamit kepada Zayna Aghnia ketika ia akan pergi ke Korea. Terlihat dari raut wajah gadis itu seperti tersirat kekecewaan. Ia tidak ingin berpisah dengan teman masa kecilnya itu. Saat Sagara sudah pergi, Zayna langsung nangis semalaman karena ia seperti kehilangan seseorang yang terpenting di hidupnya.


"Elo sekarang udah jadi pembalap.?" tanya Sagara. Ia dapat melihat dari penampilan gadis itu yang tomboy.


"Hmmm" Zayna mengangguk.


"Tukeran nomor hp dong" pinta Sagara pada Zayna.


Entah mengapa Zayna menurut saja. Ia mengambil ponselnya dan ia berikan kepada lelaki itu.


"Thanks... Apa elo udah..." ucapan Sagara berhenti ketika ada beberapa orang berjalan di sekitaran. Ia segera mengambil topi dan maskernya.


"Kenapa.?" tanya Zayna


"Ssssstttt, ada orang" bisiknya.


Zayna menoleh, memang ada beberapa pengunjung taman tersebut.


Ting


Ponsel Sagara berbunyi, ia segera mengambil ponsel itu lalu membaca pesan yang di kirimkan oleh seseorang.


Ia begitu membaca isi pesan tersebut.


"Nia.! Sorry ya, gue harus pergi sekarang.! Besok kita ketemu lagi okey.? Ada kepentingan syuting" ucap Sagara.


"Syuting.?"

__ADS_1


Sagara mengangguk. "Iyaa, gue punya alesan ke Indonesia karena ada syuting juga.! Jadi kedua orang tua gue percaya gitu aja. Ya udah byeee...." Lelaki itu tersenyum melambaikan tangannya lalu pergi.


__ADS_2