
"Yeee... Tadi katanya nggak sakit, cuma di gituin aja sakit.?" ledek Zayna
"Tapi ya jangan di teken juga kali.!, Ya pastinya sakitlah"
Mereka berdua jadi teringat masa kecilnya. Saat Zayna terjatuh dari sepeda dan Sagara mengobati luka Zayna di taman rerumputan.
Persis seperti saat ini, tapi kali ini Sagara yang luka.
"Jadi inget masa kecil" gumam Sagara
Zayna menoleh setelah selesai membereskan kotak obat itu. Di lengan cowok itu juga sudah Zayna obati.
"Apa.?"
"Waktu elo jatuh dari sepeda.?" jawab Sagara
Zayna jadi teringat juga. Ingin sekali ia kembali ke sama kecilnya dulu. Banyak keceriaan, dan masih banyak lagi yang membuatnya tersenyum, tidak seperti sekarang ini.
.
.
.
Areksa membuka ponselnya ketika terdengar suara notifikasi. Saat ini ia sedang berada di kantor.
Areksa mengerutkan keningnya ketika mendapat pesan dari nomor yang tak di kenal. Dengan malas ia membuka pesan tersebut. Ternyata nomor tak di kenal itu mengirimkan beberapa foto.
Areksa memicingkan matanya ketika melihat foto itu mirip seseorang. Detik kemudian, rahang Areksa mengeras ketika foto itu ternyata Zayna dengan seorang cowok sedang berpelukan di cafe.
__ADS_1
Itu foto pertama, dan ia melihat foto kedua, dimana Zayna berjalan beriringan dengan cowok yang sama ke hotel. Padahal di situ penampilan Zayna memakai hijab, tapi kenapa ke hotel.?
Dan foto terakhir, membuat Areksa kali ini murka. Di dalam foto tersebut, Zayna sedang bercumbu dengan cowok tadi di kamar hotel. Tetapi kali ini Zayna tidak memakai hijab. Posisinya membelakangi kamera, terlihat jelas mereka sedang bercumbu.
PYAAAARRRR...
Areksa melempar ponselnya hingga terbentur ke tembok hingga pecah. Kali ini ia benar-benar murka.! Gadis yang selama ini ia bela-bela dan jaga berbuat tak senonoh.
"FATIIIIIRR" teriaknya lantang memanggil sekretaris pribadinya.
Fatir yang mendengar suara bariton itu segera berlari ke ruangan CEO
"A-ada apa Tuan.?" tanya Fatir ketika ia sudah sampai di ruangan bosnya.
"Lacak keberadaan Zayna sekarang.! CEPAT.!" titahnya
"B-baik Tuan"
"Tunggu.... Ambil ponsel saya itu, ambil kartunya saja" titahnya lagi
Fatir dengan takut mengambil ponsel Tuannya yang sudah pecah untuk di ambil kartunya. Mungkin karena di dalamnya ada foto tersebut untuk menjadi bukti.
Fatir pun segera pergi dari ruangan Tuannya. Ia bingung, ada apa sebenarnya.? Tetapi ia tidak berani bertanya.
"Akan gue beri pelajaran laki-laki yang sudah berani menjamah gadis gue" desisnya tajam, nafasnya kian memburu.
_________
Zayna kini pulang ke rumah yang ia beli sendiri. Tadi ia di antar oleh Sagara, sedangkan motornya ia tinggalkan begitu saja. Biarlah di ambil oleh anggot genk nya nanti untuk di bawa ke bengkel.
__ADS_1
"Ahh.... Sial.... Ponsel gue pakek lowbet segala" gerutunya ketika ponselnya tiba-tiba lowbet
"Pasti Areksa kalo jam segini hubungin gue" lirihnya
Karena Zayna merasa bosan. Akhirnya ia keluar lagi untuk mencari angin. Padahal ia baru saja keluar. Apa mending ia ke markas saja.? Ahh tidak-tidak, nanti malam saja.
Zayna mengeluarkan motor sport nya warna hitam dari garasi. Entahlah, ia merasa tidak enak saja. Perasaannya mengarah kepada Areksa.
Ada apa dengan cowok itu. Pikirnya
Sedangkan Fatir kini sudah melacak keberadaan Zayna tetapi tidak bisa karena ponsel Zayna tidak tersambung. Apa karena lowbet.?
"M-Maaf Tuan.! Sepertinya ponsel Nona Zayna sengaja di matikan, karena tidak bisa melacak keberadaannya Tuan" ucap Fatir takut-takut, karena ia tau setelah ini apa yang akan ia dapatkan
"Aaakkkhhh.... Brengs*k.... Dimaa Lo Zayna Aghnia" teriaknya frustasi
"Memangnya ada apa Tuan.?" tanya Fatir hati-hati
Areksa menatap Fatir tajam, membuat lelaki itu menunduk takut. Areksa berjalan mendekati Fatir.
Bugh
Fatir memegangi perutnya yang terkena bogeman dari Areksa. "Jangan banyak tanya.! Sekarang gue nggak mau tau, kerahkan semua anak buah untuk mencari tau keberadaan Zayna" sentak Areksa murka
Fatir dengan tubuh bergetar langsung mengangguk patuh. Ia segera keluar dari ruangan yang sudah seperti kandang singa.
"Aaakkkhhh.... Apa elo beneran ngelakuin itu baby girl.?" lirih cowok itu
Tubuhnya kini merosot ke bawah.
__ADS_1