Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 20


__ADS_3

Pria itu hendak kabur melarikan diri, tetapi dengan cepat Areksa menahan tangan pria tersebut. Tangan pria itu di putar oleh Areksa ke samping, Membuatnya meringis kesakitan.


"Aaakkkhhh a-ampun" ringisnya tidak kuat menahan rasa sakit di tangannya


Tak berapa lama, anak buah Areksa datang lalu Areksa memerintah mereka untuk membawa mereka berlima ke kantor polisi


Kini tinggal lah Areksa dan Zayna di dalam gudang tersebut.


Areksa berjalan menghampiri Zayna yang masih terikat pada kursi "Elo nggak papa.?" Tanya Areksa khawatir sembari melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Zayna.


Zayna yang di tanya hanya menggelengkan kepala, walaupun tadi ia sempat di tampar pipinya oleh Fanya


Mata Areksa melihat pipi sebelah kanan Zayna yang sedikit memar "Ini apa.? Siapa yang lakuin ini.?" Tanya Areksa dengan sorot mata yang tajam, serta rahangnya yang mulai mengeras


"Di tampar ondel-ondel" jawab Zayna sedikit malas


Areksa mengerutkan keningnya "Siapa.?"


"Fanya" jawab Zayna


Areksa berdiri, lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya pada seseorang. Ia benar benar merasa marah sekaligus emosi mendengar jika yang menampar Zayna adalah Fanya


"Ngapain.?" Tanya Zayna menghampiri Areksa


"Balik" jawab Areksa kemudian


"Tunggu... Kok elo tau gue ada di sini.? Jangan jangan elo ngintilin gue.?" Tebak Zayna


"Nggak"


"Terus.?"


"Nanti gue ceritain, ayo kita pergi" ucap Areksa


" Kemana.?"

__ADS_1


"Udah diem" ketus Areksa, lalu menarik tangan Zayna pergi untuk meninggalkan tempat tersebut


"Jangan di tarik gitu, sakit tau" gerutu Zayna


"Ck. Ayoo cepetan"


.


.


.


Mereka berdua sudah sampai di sebuah taman kota. Mereka duduk di bangku taman berukuran panjang


"Nihh"


Areksa menyodorkan minuman dingin yang ia beli untuk Zayna.


Zayna pun menerimanya "Thanks"


"Jadi gimana ceritanya.? Kok elo bisa nemuin gue.?" Tanya Zayna setelah meminum yang telah di berikan Areksa tadi


"Gue tadi ada meeting lagi di perusahaan sebelah. Dan gue nggak sengaja lihat mobil elo di pinggir jalan, tapi gue lihat elo nggak ada di dalam mobil itu.!" Jelas Areksa


Kemudian ia menceritakan kejadian tadi


Flash back on


Areksa yang mendapat meeting dengan perusahaan sebelah, langsung berangkat di antar Fatir. Ia memilih jalan yang sepi, karena jika ia memilih jalan yang biasa pasti akan memakan waktu yang sangat lama


Saat sampai di jalan yang sepi, Areksa melihat mobil Zayna berada di pinggir jalan. Awalnya ia hanya meliriknya sekilas lalu mengabaikannya. Tetapi ia menatap mobil itu lagi, sepi di dalam tidak ada Zayna. Apalagi kawasan ini sangat sepi.


Tiba-tiba perasaan tidak enak muncul di hati Areksa. Membuat Areksa menyuruh Fatir untuk berhenti. Areksa turun dari mobil, Apakah mobil Zayna ini mogok.? Pikirnya, Tapi di mana Zayna.?


Areksa melongok ke kaca jendela mobil Zayna tetapi kosong di dalam. Areksa berjalan ke depan mencari Zayna.

__ADS_1


Takk


Areksa seperti menginjak sesuatu, ia segera menatap ke bawah. Matanya menyipit melihat benda yang tadi ia injak.


"Ini bukannya milik Zayna.?" Gumamnya lirih lalu meraih benda tersebut


Perasaannya semakin tidak enak, ia yakin jika Zayna sekarang sedang tidak baik-baik saja.


Areksa menatap sekeliling, tempat ini benar-benar sepi. Kemudian Fatir turun dari mobil menghampiri Tuannya yang tak kunjung masuk ke dalam mobil.


"Apa ada masalah Tuan.?" Tanya Fatir


Areksa hanya diam tak menjawab


"Batalkan meeting dengan klien hari ini" titah Areksa pada Fatir


"Tapi kenapa Tuan.?"


"Jangan banyak tanya, lakukan apa yang saya perintahkan" ucap Areksa tak mau di bantah


Fatir mengangguk takut, lalu ia menelpon klien untuk membatalkan meeting hari ini.


Areksa mengambil ponselnya yang ada di saku celana. Ia menghubungi seseorang untuk mencari tau keberadaan Zayna


"Kerahkan semua anak buah ke semua tempat" titah Areksa pada Fatir


Segera Fatir menghubungi anak buah Tuannya untuk datang. Fatir belum tau apa yang di lakukan Tuannya.


Tak berapa lama, mobil warna putih berhenti, keluarlah seorang pemuda yang tak lain adalah Tino


"Gue udah dapet infonya, ternyata benar Zayna di culik" ucapan Tino membuat Areksa mengepalkan kedua tangannya.


"Dimana sekarang Zayna.?" Tanya Areksa khawatir


"Sebentar.! gue lagi retas CCTV di area jalan ini" ucap Tino mengeluarkan laptopnya

__ADS_1


"Di sini ada CCTV.?"


Tino mengangguk menanggapi pertanyaan Areksa.


__ADS_2