Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 52


__ADS_3

Zayna kini seperti mimpi, ia bertemu dengan sahabat kecilnya.? Ia sangat rindu dengan Sagara, tetapi ada yang mengganjal di hatinya yaitu Areksa.


Bagaimana jika lelaki itu tau jika ia bertemu dengan sahabat kecilnya.?


"Sagara.? Sejak kapan dia menjadi artis mendadak.?" gumamnya


.


.


.


Kini seorang gadis memberontak karena ia berhasil di tangkap oleh pihak polisi. Siapa lagi kalo bukan Fanya.?


"LEPAS.!" berontaknya


"Gue nggak mau ikut kalian.! Lepas.!" berontaknya lagi


"Hubungi orang tuanya untuk datang kesini" perintah Bima pada salah satu bawahannya.


"Hahahaha gue cuma pengen Areksa.! Areksaaa.! Tolongin gue.!" teriak Fanya seperti orang tidak waras.


"Gue cinta sama elo, Sa.! Kenapa elo nggak pernah bales cinta gue.? Kenapa elo malah milih gadis yang sok alim itu hah.?" teriak-teriak Fanya


Bima yang mendengar kata-kata itu muak. Sepertinya gadis gila ini terobsesi pada Areksa hingga membuatnya seperti ini.


"Areksaaa.! Gue cinta sama elo.!"


.


.


.


Rena kini menangis tersedu ketika melihat putrinya di tempatkan di rumah sakit jiwa. Tadi ia di panggil oleh pihak polisi untuk datang ke kantor polisi.


Saat Rena sudah sampai di kantor polisi, keadaan Fanya sudah sangat kacau. Ia meracau tidak jelas dan merengek untuk bertemu dengan Areksa.

__ADS_1


Dengan terpaksa, ia menyetujui jika Fanya harus di bawa ke rumah sakit jiwa. Sedangkan suaminya belum mengetahui ini semua. Karena Aris sedang menjalankan bisnis di luar kota.


"Fanyaa.! Sadar Nak.!" ucap Rena menatap anaknya sendu ketika ia di bawa oleh dua perawat khusus


"Areksa, ingat.! Lo nggak boleh jadi milik wanita lain selain gue.!"


Para pengunjung lelaki di sana merasa ngeri ketika mereka di pelototi oleh Fanya.


"Kenapa kamu secepat ini jadi seperti ini Fanya.? Bilang apa Mami nanti sama Papi kamu jika keadaan kamu seperti ini.?" gumam Rena dengan mata berkaca-kaca


"Salah satu cara adalah meminta tolong pada Areksa.! Pasti dia mau, aku akan meminta bantuan lewat Rita.!" ucapnya tersenyum smirk.


.


.


.


Kini Zayna sudah berada di rumahnya. Ia tadi pulang memesan taksi online, sedangkan motornya di ambil oleh anggota genk nya.


"A-anuu Bund... I-ituu.. tadi Zayna makan di luar dulu sama temen" jawab Zayna sedikit gugup mendapat tatapan intimidasi dari Bundanya.


"Bohong"


"Ng-nggak Bund, beneran" elaknya


"Kalo nggak bohong, kenapa gugup gitu.?" tanya Anis membuat Zayna melirik kesana kemari mencari alasan yang tepat.


"Bunda natap Zayna kek gitu, gimana Zayna nggak gugup coba.?" ucap Zayna, tepatnya beralasan untuk bundanya


Sekarang ini Zayna sudsh berada di dalam kamarnya. Ia sedang melihat buku tebal berisi albumnya dan para sahabatnya saat balapan dulu.


Zayna terus membolak-balik lembar album itu, hingga fokusnya buyar ketika sebuah panggilan masuk dari ponselnya yang berdering.


Ia segera menutup album tersebut lalu beralih mengambil ponselnya yang berada di kasurnya. Tertera nama *Areksa* di sana. Ia segera mengangkat telpon dari tunangannya tersebut.


"Halo.?"

__ADS_1


"....."


"Udah kok"


"....."


"Hahh.? K-kapan.?"


"....."


"Nanti malem"


"....."


"Emmm, okey baiklah.!"


Areksa mengakhiri panggilan telponnya pada Zayna.


"Areksa ngajak makan malem nanti malem.?" gumamnya


__________


"Rita.! aku minta tolong, hanya kamu yang bisa bantu aku kali ini" ucap Rena memohon pada Rita


Saat ini mereka berada di sebuah cafe. Karena Rena tadi mengirim pesan kepada Rita untuk menemuinya di cafe.


"Gimana.? Kamu mau kan.? Aku nggak tega lihat putriku seperti itu" ucap Rena lagi, kali ini ia harus bisa membuat Rita membantunya.


Sedangkan Rita saat ini diam sejenak ketika mendengar cerita dari Rena jika Fanya masuk rumah sakit jiwa. Ia sebenarnya merasa kasihan pada Fanya. Tetapi ia jadi malas jika menantu yang ia dambakan masuk rumah sakit jiwa. Ia bisa malu nanti.?


"Rita.! Bagaimana.?" tanya Rena lagi meminta pendapat. Ia yakin Rita pasti akan membantunya. Karena Rita itu sangat sayang kepada Fanya.


"Maaf Ren.! Bukannya aku nggak bisa bantu kamu, tetapi kalo bersangkutan dengan Areksa. Sepertinya aku nggak bisa" ucap Rita membuat Rena merasa tertohok dan kecewa


Biasanya Rita ini mau melakukan apa saja demi nya dan Fanya. Tetapi mengapa sekarang seperti ini.?


"Rita, hanya kamu yang bisa aku andalkan untuk memulihkan keadaan putriku, kamu juga menyayanginya juga kan.?" ucap Rena memohon

__ADS_1


__ADS_2