Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 61


__ADS_3

Zayna turun dari taksi yang tadi ia pesan. Setelahnya ia berjalan menuju gerbang warna hitam menjuntai tinggi.


Dua orang satpam membukakan gerbang itu. "Selamat pagi Nona" sapa mereka ramah sembari menundukkan badannya hormat.


Zayna mengangguk untuk menanggapinya. "Bagaimana.? Aman.?"


Dua satpam itu mengangguk. "Aman Nona.! Karena para bodyguard memantau tempat ini jika Nona tidak ada" jawabnya.


Zayna kembali melangkah ke dalam rumah tersebut.


_______________


Kini Areksa sedang sibuk membaca informasi yang Fatir dapatkan, untuk mencari tau tentang kejadian saat di restaurant semalam.


"Kenapa bisa rusak cctv di toilet itu.?"


Fatir menggeleng. "Sepertinya memang sudah di rencanakan Tuan.! Mereka bermain rapi" jawab Fatir


"Gue nggak akan diem aja kalo ada yang berani mengusik atau nyentuh milik gue" desis Areksa tajam


Fatir yang masih ada di sana tertegun. 'Bucin banget sih Tuan, sampe' segitunya sama Non Zayna' batinnya


"Saya nggak mau tau, cari tau siapa dalang di balik semua ini.!"


"Sudah Tuan, tapi data tersebut tidak bisa di tembus. Mereka bukan orang sembarangan, dan... Sepertinya orang itu bekerja sama dengan orang yang sudah ahli" jelas Fatir


Areksa mengepalkan kedua tangannya. 'Gue nggak akan biarin ada yang ngusik milik gue, apalagi nyentuh milik gue' batinnya dengan mata tajam.


.


.


.

__ADS_1


Zayna kini sedang berada di pinggir jalan. Karena motornya tiba-tiba mogok. Ternyata ban belakangnya bocor, membuatnya berdecak kesal.


"Si biru emang kampret, tau gitu tadi mending gue bawa si hitam" gerutunya sembari menendang ban motor sport birunya.


"Mana panas lagi cuacanya" keluhnya


Saat ini Zayna menggunakan pakaian santai saja. Celana jeans dan baju oversize. "Kalo gini harus gimana dong.? Mana bengkel juga jauh lagi.!"


Zayna pun hendak menyebrang jalan untuk membeli minuman sebentar. Tetapi sebuah mobil truk hilang kendali melaju kencang ke arahnya.


"AWAAASSS"


Tiiinnn.... Tiiinnn.....


Zayna yang terkejut dengan suara klakson mobil, segera menoleh. Matanya membelalak ketika melihat mobil truk sudah dekat ke arahnya.


Suara riuh dari orang-orang pun terdengar memekik. Ada yang terkejut dan takut.


BRUUUGH.....


"Aauuuhhhkkk...." rintih Zayna ketika ia jatuh ke aspal, tetapi tangan kekar itu memegangi kepalanya yang hendak terkena aspal.


"Lo nggak papa.?" tanya orang yang menolongnya.


Zayna membenarkan posisinya lalu menatap orang itu. "S-sagara.?" lirihnya


"Mas sama mbak nya nggak papa kan.?" tanya orang-orang


"Apa perlu kami bawa ke rumah sakit.?"


"Ng-nggak usah pak buk, makasih. Saya nggak papa kok" jawab Zayna tak enak. Lalu ia menatap Sagara, lengan dan punggung tangan cowok itu terluka. Membuat Zayna merasa bersalah di buatnya.


"Ohh... Ya udah, kalo gitu kami pergi dulu" pamit mereka

__ADS_1


Zayna dan Sagara mengangguk.


"Ehh mas.! Lain kali di jaga pacarnya. Jangan sampai kejadian tadi terulang lagi" ucap seorang ibu-ibu


Mata Zayna membulat mendengar penuturan itu. Sedangkan Sagara hanya tersenyum tipis sambil menatap wajah cantik Zayna dari dekat.


___________


Sagara dan Zayna sedang berada di sebuah taman, mereka duduk di rerumputan yang luas.


"Lo harus di obatin, Gar" ucap Zayna melihat punggung tangan cowok itu sedikit tergores.


"Ini cuma luka kecil"


"Iyaa... Tapi nanti bisa infeksi kalo nggak di obati" desak Zayna meraih tangan Sagara.


Sagara tersenyum dalam hatinya ketika tangannya di sentuh Zayna. "Inikan juga salah gue, Lo nolongin gue jadi kek gini" ucap Zayna merasa bersalah.


"Nggak Nia.! Ini nggak papa, cuma luka kecil kok"


"Tunggu sini.! Gue mau ambil sesuatu" gadis itu berdiri membuat cowok itu mengerutkan keningnya.


Beberapa menit, Zayna kembali dengan sebuah kotak P3K. Dari mana coba gadis itu dapatkan.?


"Sini biar gue obatin" Zayna kembali meraih tangan cowok itu. Sagara hanya pasrah saja. "Sakit nggak"


Sagara menggeleng. Dengan jahil, Zayna sedikit menekan kapas yang ia gunakan untuk membersihkan darahnya.


"Sssshhhh...." ringis cowok itu ketika Zayna menekan kapas itu.


"Kenapa.?"


"Jangan di teken dong" gerutunya kesal

__ADS_1


"Yeee... Tadi katanya nggak sakit, cuma di gituin aja sakit.?" ledek Zayna


__ADS_2