Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 92


__ADS_3

"Aduuuhhh.... Ribet banget sih.?" gumamnya.


"Tapi Nona sangat cantik sekali.! Saya sampai iri melihatnya" ucap Hasna memuji, tetapi itu tidak salah. Memang Zayna sangat cantik apalagi memakai hijab panjang seperti ini.


"Mari Nona,! Kita perlihatkan kepada Tuan" Hasna menuntun Zayna keluar.


"Areksa"


Merasa namanya di panggil, lelaki dengan tubuh jangkung itu menoleh. Matanya membulat sempurna ketika melihat calon istrinya memakai gaun yang begitu indah. Walau gaun itu di khususkan untuk muslimah dengan hijab yang panjang. Tetapi Areksa dapat memaklumi itu.


"Cantik" ucapnya tanpa sadar


"A-Apaa Areksa.? Ini ribet banget gak sih.?" tanyanya berusaha tetap menjaga image nya.


Areksa yang sadar langsung berdehem. "Bagus.! Ya udah ayo kita pulang" ajaknya.


Zayna hanya mengangguk.


Tak berselang lama Zayna sudah berganti pakaiannya. Dan mereka berdua kembali pulang. Areksa menatap Zayna saat perjalanan pulang.


"Ngantuk.?"


Zayna menoleh dan menggeleng. "Belum" jawabnya


"Biasanya gadis jam segini udah ngantuk, apa karena Lo keluyuran gak jelas itu.?" tanya Areksa, dari nada bicaranya seperti tidak suka.


"Gak tau" jawab gadis itu acuh tanpa menatap lelaki itu yang kini sedang menggeram kesal.


Gadis itu membuka ponselnya, begitu banyak pesan dari sahabat Genk nya. "Simpen ponsel Lo" Zayna menoleh menatap lelaki itu dengan tanda tanya.


"Kenapa.?"

__ADS_1


"Udah malem, gak baik"


"Gue udah biasa kok kek gini" elak gadis itu


"Lo inget kan.? Lo harus patuhi perintah gue" ujar lelaki itu dingin.


"Sini-in" Areksa merebut ponsel gadis itu dengan mudah saat ia lengah.


"Eehhh... Jangan dong.! Iya gue simpen tapi balikin dulu" gadis itu mulai merajuk.


"Gak"


"Iihh..... Areksa nyebelin"


"Biarin"


"Mana ihh" gadis itu berusaha merebut ponselnya dari genggaman Areksa.


Ponsel yang di pegang Areksa berbunyi, lalu ia membaca siapa yang memberi pesan di tengah malam seperti ini.


`My Friends` itu nama kontak tersebut, Areksa menaikkan sebelah alisnya. Apa itu teman gadisnya.


"Areksa.! Jangan lihat, itu privasi gue" Zayna berusaha merebut ponselnya, tetapi berhenti ketika Areksa membaca pesan tersebut.


"Lo udah jelasin sama tunangan Lo" ucap Areksa membaca pesan itu lirih, siapa ini sebenarnya.?


Zayna yang mendengar itu langsung membulatkan matanya. "Ehh.. Ehh... Jangan.! Mana ih" Areksa tak memberikan ponsel itu kepada Zayna.


Hingga pesan kedua terkirim lagi.


[ Lo harus baikan lagi sama dia, gue mau lihat Lo bahagia walau bukan sama gue.! Karena gue cinta sama Lo.! ] pesan itu dari Sagara. Dan terdapat emoticon love di akhir pesan itu.

__ADS_1


Areksa menoleh kearah gadis di sampingnya ini yang kini menunduk pasrah. Tak berani menatap lelaki yang sekarang menahan sesuatu yang bergejolak di hatinya.


"Selingkahan Lo.?" tanya Areksa dingin membuat Zayna jadi tak tenang.


"H-hah.? Ngomong apaan sih Lo.?" gadis itu menjadi gugup setengah mati, lalu merebut ponsel yang di pegang Areksa.


"Ternyata elo bermain di belakang gue" ujar Areksa tersenyum kecut menatap lurus ke depan.


Zayna menggigit bibir bawahnya, mencari jawaban yang tepat untuk menjelaskan kepada Areksa.


"Gue gak selingkuh dan gue gak bermain di belakang Lo" ucap Zayna, karena ia tidak mau di tuduh seperti itu.


"Terus... Siapa dia.? Gak mungkin itu temen perempuan Lo" Areksa tetap kekeuh, hatinya kini memanas merasakan api yang membara di hatinya. Cemburu.!


Zayna tersenyum. "Lo cemburu.?" gadis itu menaik turunkan sebelah alisnya.


Lelaki itu memalingkan wajahnya. "Menurut Lo.?"


Zayna terkekeh pelan kemudian meraih tangan lelaki itu membuatnya menoleh. Tetapi Areksa tetap memberikan ekspresi datar karena masih cemburu oleh pesan itu tadi.


Walau hatinya kini kian berdebar-debar. Padahal hanya di pegang tangannya oleh Zayna. Tetapi serasa gugup dan ingin menjauh tapi seakan itu tak bisa.


"Gue gak bakal selingkuh.! Karena gue udah punya Lo"


Dag Dig Dug


Jantung Areksa berdetak dua kali lebih cepat ketika gadis itu mengucapkan kalimat yang membuatnya menjadi salah tingkah dan baper. Ia menggelengkan kepalanya berusaha sadar.


"Lo pengen tau siapa dia.?" gadis itu melepaskan genggaman tangannya lalu menatap keluar jendela kaca mobil.


"Dia adalah temen masa kecil gue, Sagara" Zayna mulai bercerita mengenai masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2