Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 43


__ADS_3

Areksa berusaha mengingat kejadian sebelumnya. Dan--- Areksa ingat saat ia mendapat pelukan secara tiba-tiba dari Bianca.


Lalu Areksa menoleh ke arah gadis di depannya. "K-Kamu lihat by.?" tanya Areksa terdengar tak percaya.


"Hmmm"


Areksa semakin frustasi ketika gadisnya ini hanya menjawab dengan deheman saja. Pasti gadisnya ini ngambek alias cemburu. Lalu Areksa tersenyum smirk ke arah Zayna.


"Cemburu by.?" bisik Areksa mendekatkan kepalanya pada Areksa


"Ng-Nggak" elaknya


"Sana minggir.! Gue bukan ulet keket yang suka nempelin Lo" ucap Zayna sinis


"Mau di jelasin nggak.?" tanya Areksa membuat Zayna menoleh ke arahnya. Tatapan mereka bertemu, detik berikutnya Zayna mengalihkan pandangannya. Lalu menjauhkan dari wajah Areksa yang dekat dengannya. "Nggak perlu" jawab Zayna cepat.


Tetapi berbeda dengan hatinya. Hatinya meminta untuk di jelaskan sedetail mungkin tetapi gengsi nya sangat tinggi.


"Yakin.?"


Zayna di buat kalut oleh lelaki yang ada di sampingnya ini. Bagaimana ini.? Ia ingin sekali mendengar penjelasan dari lelaki ini, tapi terlalu gengsi.


"Ya udah kalo nggak mau di jelasin" ucap Areksa lalu menjauh dari Zayna. Zayna masih memilin jari jemarinya, ingin rasanya meminta Areksa untuk menjelaskan siapa gadis yang memeluknya tadi.


"Makan dulu by" ucap Areksa menyodorkan sendok berisi bubur. Sedang Zayna.? Ia hanya menatap lurus ke depan membuat Areksa terkekeh. "Ngelamunin apa hmmm.?"


Zayna terjingkat kaget mendengar suara berat itu lalu menoleh ke samping mendapati Areksa yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Nggak"

__ADS_1


"Nihh, buka mulutnya" Areksa menyodorkan sendok berisi bubur itu, tetapi Zayna segera menepis sendok itu.


"Gue bilang nggak laper" desisnya


"Jangan omong itu lagi, aku nggak suka" ucap Areksa


Terlihat ia menghela nafasnya. "Masih ngambek karena cewek tadi.?" tanya Areksa, tidak usah di tanya aja sebenernya ia sudah tau kalau Zayna masih ngambek alias cemburu. Ia hanya ingin tau bagaimana respon gadisnya ini. Tetapi Zayna hanya diam dan menatap lurus ke depan.


"Ya udah aku jelasin, tapi sambil makan" Areksa kembali menyuapi Zayna. Tetapi Zayna menepisnya kembali sendok itu.


"Gue nggak lap---"


Krruuuuukkkk


'Sial' perutnya tidak bisa di ajak kompromi saja. Kalau sudah seperti ini harus bagaimana ia.? Malu.? Tentu saja iya.


"Tuhh, perutnya lebih jujur dari pada orangnya" celetuk Areksa


Wajah Zayna saat ini memerah gegara perutnya ini. "Buka mulutnya"


Dengan berat hati dan sedikit malu. Zayna menerima suapan pertama dari Areksa.


"Gadis itu bukan siapa-siapa aku" ucap Areksa mulai menjelaskan. Zayna hanya diam mendengar penjelasan Areksa. "Dia ---- suka sama aku sejak SMA"


Uhhuukk.... Uhhuukk...


Zayna tersedak bubur yang ia telan, padahal bubur itu lembut. Tetapi mengapa serasa mengganjal di tenggorokannya.? Areksa dengan cepat mengambil air mineral lalu membukanya untuk di berikan oleh Zayna. "Minum dulu"


Zayna menerima sebotol air mineral tersebut. "Sudah.?"

__ADS_1


Zayna hanya mengangguk lalu memberikan botol itu pada Areksa kembali. "Makanya hati-hati, bubur selembut gini kok bisa tersedak.?" ucap Areksa terkekeh pelan.


Zayna hanya diam, ceritanya masih ngambek nih. Karena belum selesai jelasin semuanya.?


"Pelan-pelan" peringat Areksa menyuapi Zayna lagi.


"Jelasin lagi nggak.?" tanya Areksa


Zayna hanya mengedikkan bahunya acuh, walau dalam hati ia berteriak 'jelaskan yang sedetail mungkin'


Areksa yang melihat itu hanya menghela nafasnya, lalu lanjut cerita. "Dia Bianca.! Dari dulu dia mendem perasaannya sendiri, tetapi aku nggak pernah suka dengannya" jelas Areksa


Ohh,, ayolah penjelasan itu bagi Zayna masih kurang. Bahkan sangat kurang, kurang jelas.


"Kemarin aku ke temu dia di mall. Dia nanya, aku udah punya pasangan belum"


'Ngapain juga ulet keket nanya-nanya kek gitu ke Areksa.?' batin Zayna geram


"Tapi aku nggak jawab, apa coba urusannya sama dia.?"


"Satunya belum ilang malah nambah satu lagi" gumam Zayna pelan namun masih dapat di dengar oleh Areksa.


Areksa menaikkan sebelah alisnya. "Maksudnya.?"


"Iisshhh, nggak peka banget sih"


"Ya apa.?"


"Ondel-ondel belum pupus udah tumbuh ulet keket" ketusnya.

__ADS_1


__ADS_2