Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 80


__ADS_3

Tetapi nihil, lelaki itu tidak menelponnya.


"Apa gue telpon dulu aja kali ya.?"


"Aaakkkhhh.... Jangan deh, nanti di kira gue kangen lagi" gusarnya


Gadis itu berguling kesana kemari tampak frustasi. Mengapa ia menjadi seperti ini sih terhadap lelaki itu.? Apa Zayna kangen.? Tapi tidak mau mengakui karena gengsi.?


"Kenapa gue jadi mikirin dia terus sih.? Apa gue..... Nggak, nggak.! Nggak mungkin kan gue kangen.! Ngapain juga gue kangen sama es kutub kek dia.?" gerutunya bersungut-sungut.


Gadis itu meletakkan ponselnya kembali dengan wajah cemberut. Saat Zayna hendak berbaring lagi, tiba-tiba ponselnya kembali berdering membuatnya segera kembali mengambil ponselnya itu.


Seketika wajahnya yang semula girang sekarang berubah menjadi kendor ketika membaca nama tersebut. "Lisa"


"Gue kira dia" gumamnya frustasi


Zayna kembali melempar ponselnya di kasur sampingnya. Tetapi matanya melirik ke ponselnya kembali. Zayna meraih kembali ponselnya. Mencari kontak itu lagi, tetapi sama, ia tidak berniat memanggil dulu, ia terlalu gengsi.


"Kenapa nggak nelpon sih.? Apa dia lagi sibuk ya.?" gumamnya bertanya-tanya sendiri. Tanpa dia sadari, tangannya menyentuh bagian panggil.


Tutt...


Tutt...


Mata gadis itu membulat sempurna ketika ia baru sadar tangannya tak sengaja menekan tombol tersebut. Dengan cepat, Zayna menekan tombol berwarna merah.


"Dasar tangan nggak bisa di ajak kompromi, gimana coba nanti ngejelasinnya.? Pasti dia nggak percaya kalo ini semua gara-gara tangan" omelnya pada tangannya sendiri.


Zayna masih gelisah, bagaimana jawabnya nanti jika Areksa bertanya mengapa ia menelpon duluan.?


Gadis itu tak mau berpikir yang tidak-tidak. Ia bangkit dari kasur lalu berlari kecil ke arah kamar mandi. Setelah menggosok gigi dan cuci muka, Zayna kembali ke kasurnya. Mengambil laptop untuk mencari sesuatu yang sempat tertunda.


Setelah mendapat sedikit informasi, ia meng-klik salah satu tombol menggunakan mouse. "Ternyata dia bekerjasama dengan seseorang yang ahli ya.?" gumamnya sendiri

__ADS_1


"Jangan main-main sama Zayna Aghnia.! Tunggu saja waktu kesengsaraan mu Bianca" gadis itu tersenyum miring


Dddrrrttt


Fokusnya teralihkan oleh ponselnya yang kembali berdering. Zayna hanya memutar bola mata jengah, pasti itu Airin atau Lisa. Dengan malas ia mengambil ponselnya. Saat membaca siapa yang menelponnya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. "A-Areksa.?" gelisahnya.


"Aduuuhhh... Gimana ini, angkat gak ya.?" gusarnya


"Angkat aja deh" dengan jantung yang berdebar-debar. Zayna menempelkan benda pipih itu di dekat telinganya.


"H-halo.?"


"Kenapa baby girl.? Kangen.?" tanya Areksa dari balik ponsel


Zayna mati-matian untuk menjawabnya. "Ng-nggak... Tadi itu kepencet.! Bener kepencet.! Kalo nggak percaya terserah..." ucapnya dengan nada sok jutek padahal hatinya kini berdebar-debar.


"Masak.?"


"Terserah... Aku nggak nyuruh kamu buat percaya"


Zayna gelagapan untuk menjawab. "Nggak.! Jangan GR deh" balasnya cepat.


"Aku nggak GR, lagian itu kenyataan kan.?"


"Areksa, jangan gitu ihh"


"Iyaa.. maaf, tadi aku nggak telpon kamu itu sengaja.! Mau ngetes kamu kangen nggak sama aku.! Ternyata telpon duluan" lelaki itu terkekeh


"Mana ada.? Tadi itu beneran kepencet"


"Iyaa udah, kamu udah makan baby girl.?"


"Belum"

__ADS_1


"Aku kesana bawain kamu makan mau.?"


"Nggak usah, aku mau pergi" jawabnya asal karena terlanjur kesal


"Selingkuh.?"


"Iyaa... Emang kenapa.?"


"Okey.! Kalo kamu selingkuh, aku akan temukan kamu di mana saja.! Setelah itu, aku buat kamu nggak bisa jalan biar nggak bisa kemana-mana" ancam Areksa mengeraskan rahangnya.


"Gitu ya, bisa-bisa aku ke rumah sakit lagi gara-gara kaki ku di tembak"


"Emang aku bilang kalo kaki kamu di tembak.! Kan aku hanya bilang kamu nggak akan bisa jalan"


"Teruss.?"


"Aku akan buat kamu tak berdaya dengan pistol ku" Areksa dari balik telpon sudah tersenyum smirk


"Serem banget pakek pistol pistol segala.! Kamu mau bunuh aku gitu.?"


"Nggak.! Kamu akan tau pistol yang aku maksud"


"Pistol.?" Zayna nampak berpikir keras, pistol apa yang di maksud Areksa.?


"Pistol tembak itu kan.?"


"Bukan.! Yang pastinya pistol ini bisa bikin kecebong di perut mu baby girl" Areksa terus saja menggoda Zayna walau yang di goda tidak paham.


"Kecebong.? Emang aku kodok.? Bisa punya kecebong di perutku.?" tanyanya polos


"Kamu akan tau baby girl.! Kalo kamu berani selingkuh di belakang ku, aku akan membuat kamu tidak bisa jalan dengan pistol milik ku"


Zayna setelah berpikir pikir pun paham. Lalu wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"AREKSA.! DASAR MESUM.!" pekik nya garang


Sedangkan di balik telpon, sudah tertawa geli dan senang karena sudah menggoda dan mengerjai gadisnya agar tidak berani bermain di belakangnya.


__ADS_2