Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 4


__ADS_3

"FANYAA" Pekik seseorang itu yang tak lain Rita, ia terkejut mendapati Fanya terduduk di lantai sembari terisak.


"Kamu kenapa Nak?" Tanya Rita khawatir


Tidak lama kemudian orang tua Fanya juga datang mendengar suara keributan tadi.


"Astaga Fanya" Rena memeluk tubuh putrinya itu.


Abriel menatap putranya yang menampakkan wajah santainya.


"Areksa... Kamu apakan Fanya?" Tanya Abriel


Areksa hanya mengedikkan bahunya acuh, lali ia hendak masuk ke dalam kamar namun tangannya di tahan oleh Abriel


"JAWAB AREKSA" suara bariton itu membuat semua orang yang ada di situ terkejut


Seperti itulah Abriel saat marah kepada putranya.?


Areksa memejamkan mata mendengar bentakan dari sang Papa. Lalu ia balik badan, tersenyum miring.


"Pa! Tolong jangan ada yang menginjakkan kaki di kamar Areksa untuk wanita seperti dia" ucap Areksa menatap Fanya nyalang.


"Areksa! Fanya ini calon tunangan kamu, jadi hargailah dia sebagai calon tunangan mu sekaligus istri untuk mu" ucap Rita menatap tajam putranya.


"Calon tunangan.? Istri.? Mimpi.! Jangan harap aku menerima perjodohan ini, Apalagi sama dia" tunjuk Areksa pada Fanya.


Plakkk

__ADS_1


Abriel menampar pipi kiri Areksa, hingga ia tertoleh ke kanan. Areksa tersenyum miring ke arah Papanya


"Papa menampar aku cuma gara-gara wanita sialan itu?" Tanya Areksa dengan nada dingin


"Apa maksud mu, hahhh?" Bentak Abriel


Sedangkan kedua orang tua Fanya hanya terdiam


"Saya tidak mau di jodohkan dengan wanita pilihan anda" kalimat yang ia ucapkan sudah seperti itu


"Areksa! A-aku cinta sama kamu, j-jadi tolong terima aku..." Mohon Fanya


Areksa yang mendengar bahasa aku kamu membuatnya geli saja.


"Sudah Nak... Areksa pasti akan menerima perjodohan ini kok! Yang sabar yaa. Maafkan sikap Areksa" ucap Rita menenangkan Fanya


"Areksa, umur kamu sudah cukup untuk menikah! Kamu sudah sukses, kamu sudah saatnya menikah" ucap Rita


"Lagian kamu juga belum punya kekasih kan?"


Areksa terdiam.. Ahh rupanya Areksa memiliki ide agar ia tidak di jodohkan oleh orang tuanya.


"Sudah" jawab Areksa membuat semua orang di sana saling pandang


"Apa maksud kamu, Sa.?" Tanya Abriel


"Saya sudah punya k-kekasih" ucap Areksa sedikit gugup

__ADS_1


"Haahhhh"


Fanya mengepalkan kedua tangannya, ia tidak terima jika Areksa sudah memiliki kekasih. Hanya dia yang boleh memiliki Areksa, 'pasti Areksa cuma bohong' ucap Fanya dalam hati


"Siapa.?" Tanya Abriel tidak percaya, karena ia tau betul sifat putranya yang tidak mudah luluh dengan wanita


Areksa pun terdiam, ia harus menjawab apa.? Padahal ia cuma ngarang tadi!


"Sudah ketahuan kan kalau bohong.?" Ucap Rita "itu artinya pertunangan ini masih bisa lanjut" ucap Rita tersenyum


Areksa memilih pergi dari sana, ia keluar rumah mengambil motornya yang ada di garasi.


"AREKSA" teriak Abriel


Tetapi Areksa sudah pergi dengan motor sport-Nya


"Kalau Areksa memang sudah memiliki kekasih, coba kita suruh Areksa membawanya ke sini! Sekarang" tekan Rita tidak terima


******


Kini Areksa mengendarai motor sport-nya dengan kecepatan tinggi, ia benar-benar tidak rela jika ia di jodohkan dengan Fanya. Ia bahkan sama sekali tidak mencintai Fanya. Bagaimana ia membuktikan bahwa ia sudah memiliki kekasih, padahal kenyataannya tidak.


Tibalah kini Areksa di sebuah jalanan yang lumayan sepi, bahkan hampir tidak ada orang di sini.


Tiba-tiba ada yang mencegatnya di depan, ternyata segerombolan preman, ada sekitar 20 orang preman.


"Shiittt" Umpat Areksa lalu berhenti, melepas helmnya. Tidak ada cara lain selain menghadapi preman-preman itu.

__ADS_1


__ADS_2