
Akhirnya mereka selesai makan.
"Jadi kenapa elo nyuruh gue di sini.? Gue masih sibuk" Ucap Zayna setelah selesai makan
"Apa elo anak dari Indra Almahesa.?" Tanya Areksa membuat Zayna terdiam
Kemudian Zayna mengangguk singkat. Kenapa Areksa bertanya seperti itu.?
"Kenapa elo ngomong sama orang tua gue kalo pekerjaan orang tua Lo cuma penjaga toko kue orang.?"
Zayna mengumpat dalam hatinya, kenapa dia bisa tidak ngeh dengan pertanyaan pertama Areksa.? Kalau seperti ini bagaimana ia mau jawab.?
"Gue tau elo bukan orang miskin" ucap Areksa tersenyum tipis
Zayna masih terdiam, entah ia harus menjawab bagaimana.? Ia sendiri bingung
"Apa elo sengaja menyembunyikan ini dari orang tua gue.?" Tanya Areksa lagi
Zayna tampak menghela nafas berat "Gue emang anak dari Indra dan Anis.! Gue... Sengaja nyembunyiin pekerjaan orang tua gue dari orang tua Lo.!" Jelas Zayna
"Kenapa.?"
"Lo pasti udah tau jawabannya, Nyokap Lo sepertinya gak suka sama gue, makanya gue bohong agar bisa melihat respon orang tua Lo"
"Tapi Lo bisa jujur agar Nyokap gue gak bersikap seperti itu. Tapi... Itu malah bagus sih, karena Nyokap gue sedikit tidak tau diri" ucap Areksa
Ia bukannya merendahkan Rita, itu memang kenyataannya
"Kenapa.?"
"Lo pasti akan tau sifat asli Nyokap gue. Sorry karena sikap Nyokap gue, elo jadi ngerasa---"
"Udah gak papa, tapi gue mohon rahasiain ini dari orang tua Lo ya.?" Pinta Zayna
Areksa hanya berdehem sebagai jawaban
"Ya udah, kalo gitu gue balik dulu" Zayna berdiri hendak pergi
__ADS_1
"Gue anter.?" Tanya Areksa
"Nggak usah, lagian gue juga bawa mobil, Lo juga masih banyak kerjaan kan.?"
Areksa tidak menjawab "Ingat.! Satu minggu lagi kita tunangan" Zayna berhenti ketika Areksa mengucapkan kalimat itu
"Satu minggu.?" gumamnya
"Jadi... Orang tua Lo harus tau tentang hubungan kita" ucap Areksa
"Hubungan.? Kita ini baru kenal"
"Terserah elo, seminggu lagi gue akan dateng ke rumah Lo untuk ngelamar"
Entah mengapa pipi Zayna sedikit memerah. Senang atau sedih ya kira-kira.? 🤔🤔
"I-iyaa, nanti gue bakal ngomong sama orang tua gue"
.
.
.
"Bagaimana.? Sudah ketemu.?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Fanya
"Hmmm, ikuti terus.! Sekap dan bawa ke tempat yang udah gue siapin" perintahnya
"....."
"Jika kalian berhasil, gue bakal bayar kalian dua kali lipat" ucap Fanya tersenyum smirk
Kemudian ia mematikan sambungan teleponnya, lalu menjalankan mobilnya ke sebuah tempat
"Hahaha.... Sebentar lagi elo akan dapat balasannya cewek sialan" tawa Fanya
Sedangkan kini, Zayna sedang mengemudikan mobilnya ke jalanan yang sepi, sengaja karena jalan yang biasanya pasti ramai dan akan memperlambat waktunya saja.
__ADS_1
Tiba-tiba di depan sana ada yang menghadang jalannya, Zayna mengerem mendadak.
"Shitt,,, kenapa sih mereka halangi jalan gue" umpat Zayna lalu keluar dari mobilnya
"Minggir, gue mau lewat"
Orang berpakaian preman itu tersenyum ke arah Zayna "Ikut kita dulu ke suatu tempat" ajak salah satu dari mereka yang berbadan lumayan besar
Para preman tersebut berjumlah sekitar empat orang.
"Jangan harap"
Zayna maju, lalu menghajar pria yang berbicara tadi. Sontak ketiga temannya tidak percaya, ternyata gadis itu bisa bela diri.
Ketiga temannya tidak terima, lalu ikut menghajar Zayna, tetapi Zayna dengan lincah menepisnya lalu meninju mereka satu persatu.
Hingga salah satu dari mereka hidungnya sampai mengeluarkan darah.
"Sekarang" perintah preman itu pada seseorang
Zayna mengernyitkan dahi, karena preman di depannya ini seperti berbicara dengan seseorang yang ada di belakangnya.
Belum sempat Zayna menoleh, ia sudah di bekap oleh seseorang. Kemudian Zayna tidak ingat apa-apa lagi dan pingsan.
"Kerja bagus" ucap mereka semua
Pria yang membius Zayna tadi, menggendong Zayna seperti karung beras. Tanpa mereka sadari, brush yang di kenakan di hijab Zayna terjatuh begitu saja.
Brush bermotif bunga itu terjatuh di jalan tempat kejadian. Zayna di masukan ke dalam mobil hitam.
.
.
.
Zayna membuka mata perlahan, kenapa badannya susah bergerak. Kemudian Zayna menatap sekelilingnya. Ruangannya seperti tempat gudang
__ADS_1
Ia melihat tubuhnya yang di ikat di kursi, juga tangan dan kakinya di ikat satu kursi.
'Ck.. Ulah siapa sih ini.?' batin Zayna geram