
Kini Areksa dan Zayna terlihat mempesona. Areksa mengenakan stelan jas dan wajahnya yang sangat tampan bak artis Korea. Sedangkan Zayna kini mengenakan gamis yang sederhana tapi terlihat begitu elegan.
Serta hijab panjang dan masker di mulutnya. Entah mengapa Zayna lebih suka memakai masker saat ini.
Para tamu yang di undang dalam acara pertunangan sudah mulai berdatangan. Memadati rumah Zayna saat ini, karena acara tunangannya di adakan di rumah wanita.
Rita sudah di beri tahu tentang pekerjaan orang tua Zayna yang sebenarnya. Saat itu Rita marah-marah tak jelas dan mengomeli Zayna karena berbohong padanya.
Saat ini acara sudah di mulai. Areksa membuka kotak merah berbentuk love itu di dalamnya terdapat beberapa perhiasan seperti cincin, gelang, kalung dan anting.
Zayna yang melihat itu membulatkan matanya sempurna. Ia tau perhiasan yang di berikan Areksa padanya harganya tidak main-main.
Areksa mengambil cincin berlian itu, lalu memakaikannya di jari manis Zayna. Semua orang menyaksikan itu, termasuk orang tua mereka. Ada yang memfoto mereka, ada juga yang merekam.
Setelah Areksa memasang cincin itu di jari manis Zayna. Ia kemudian membisikkan sesuatu membuat Zayna mematung di tempat.
"Aku sayang kamu, I Love You" bisik Areksa tepat di telinga Zayna
Zayna bertanya-tanya di dalam hatinya, apa Areksa tidak salah mengatakan itu padanya.? Apakah Areksa sayang dengannya secara tulus.? Apa dia hanya bersandiwara.? Itulah pertanyaan Zayna dalam hati.
Rasanya Zayna seperti mimpi bisa menjadi tunangan lelaki setampan Areksa. Zayna sempat mengira, apakah Areksa ini keturunan korea.? Tapi nyatanya kedua orang tuanya asli orang Indonesia.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan. Acara malam ini sangat meriah. Para tamu menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
"Selamat.! Putri Bunda udah jadi tunangannya Nak Areksa" ucap Anis
"Iyaa, semoga langgeng sampai nikah" timpal Abriel
"Selamat ya Nak" ucap Indra memeluk putrinya
"Makasih semua"
Sedangkan Rita, ia hanya diam tak berniat memberi ucapan selamat pada kedua tunangan itu. Entah, ia begitu bingung.
Tanpa mereka sadari, dari luar tepatnya di depan rumah yang sedang mengadakan acara pertunangan. Dari luar gerbang orang yang melihat pemandangan ini membuatnya mengepalkan kedua tangannya erat.
[ kira-kira siapa yaaa.? 🤔🤔 Entahlah author juga nggak tau 😁 dari pada penasaran lanjut baca aja yukk.. ]
Zayna ijin ke toilet, tetapi ia malah berjalan ke arah taman belakang rumahnya. Ia duduk di bangku taman itu sendirian. Mendongak menatap langit yang di penuhi ribuan bintang.
"Tuhan.! Apa keputusan ini benar.? Apakah Areksa mencintai ku.? Atau hanya ---"
"Aku memang mencintai mu Zayna"
__ADS_1
Degh.....
Zayna refleks berbalik menatap siapa yang sudah memotong ucapannya tadi.
Mata Zayna melebar ketika melihat itu adalah Areksa. Rasanya malu ia berbicara seperti itu tadi.
Areksa kemudian duduk di samping Zayna. Lalu menatap manik mata Zayna dengan lekat.
"Belum percaya kalo aku emang sayang dan cinta.?" tanya Areksa tersenyum manis
Membuat jantung Zayna kembali seperti biasa bila dekat dengan Areksa. Zayna tertegun dengan senyuman manis Areksa. Baru pertama kali ini Areksa tersenyum seperti itu padanya.
"Kenapa hmmm.?" Areksa mengelus kepala Zayna yang tertutup hijab
"Aku emang udah cinta sama kamu saat pertama kali kita bertemu.! Apa masih ingat.?" tanya Areksa membuat Zayna tak percaya
Pertama kali.? Bukankah pertama kali mereka bertemu saat Zayna akan menghadiri acara ulang tahun temannya.?
"Aku harap, kamu bisa mencintai ku.! Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Ucap Areksa lagi, lalu memeluk tubuh Zayna yang terdiam mematung.
Zayna saja tidak mengundang teman-temannya untuk datang ke acara tunangannya. Pasti jika mereka tau akan mengomel dan mewawancarai nya.
__ADS_1
"Eloo ehh kamu janji kalau nanti suatu saat terjadi pada kita, kamu nggak akan ninggalin aku apa yang terjadi ke depannya kan.?" tanya Zayna
"Kenapa kamu ngomong gitu.? Aku nggak suka kalau kamu ngomong seperti itu" ucap Areksa sedikit kesal dengan ucapan yang di katakan Zayna barusan.