Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 91


__ADS_3

"Gue.... Pergi dulu" karena Zayna tak ingin menjawab, ia beranjak pergi meninggalkan Areksa.


Saat Zayna sampai di pembatas pintu gedung. Ia berhenti melangkah ketika mendengar Areksa berbicara kembali.


"Lo pergi, gue aduin hal ini ke mereka"


Zayna tak ingin membalikkan badannya menghadap lelaki itu. Namun Areksa, kini ia berjalan mendekat ke arah Zayna yang tengah membelakanginya.


Degh....


Zayna mematung seketika, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Aduhh nih jantung kenapa berdebar debar begini sih.? Areksa, lelaki itu tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Jawab.! Jangan main kabur gitu aja.! Lo cinta sama gue.?" tanya ulang lelaki itu masih dengan posisi memeluk gadisnya dari belakang.


"L-Lepasin dulu tapi,"


"Gak.! Sebelum Lo jawab, gue gak akan lepasin"


Zayna menghela nafas. "Okey.! G-gue.... G-gue.... Cinta sama Lo" lirih gadis itu sembari memejamkan matanya dan menunduk.


Areksa tersenyum miring, kemudian membalikkan tubuh gadisnya agar menghadapnya. "Gue maafin Lo dan gue gak akan aduin hal ini ke orang tua Lo.! Tapi dengan satu syarat" Areksa menatap manik mata indah itu dalam.


Zayna yang di tatap tampak gusar. Salting.? Aahhh... Entahlah, yang terpenting sekarang lelaki ini mau memaafkannya.


"A-Apa syaratnya.?"

__ADS_1


Areksa tersenyum smirk sebelum menjawab. "Lo harus nikah sama gue secepatnya" bisik lelaki itu.


Zayna tersentak. Tak percaya dengan apa yang di ucapkan Areksa barusan. "A-Apaan sih.? Kita bakal nikah kok, tapi jangan cepet-cepet gini, gue belum siap" tolaknya.


"Kalo gitu, gue akan aduin ini ke orang tua Lo.! Biar elo di...."


"Pakek ancaman itu segala.! Iya deh iyaa.! Gue bakal nikah sam...." ucapan Zayna terpotong.


"Besok kita nikah" potong Areksa cepat, membuat gadis itu membulatkan matanya lebar.


"Apaa.? Besok.? Yang bener aja.? Gue belum.... Aaakhhh.... Terserah Lo deh.! Emang udah persiapan.?" tanya Zayna berharap semua belum di persiapkan.


Areksa menatap gadis itu. "Itu gampang, gue bisa suruh bodyguard gue buat nyiapin pernikahan kita" jawabnya santai.


Zayna melirik ke sana kemari tampak gusar. Ia belum siap menikah, tetapi ia juga takut jika Areksa nekat mengadukan tentangnya ke orang tuanya sekarang.


"Lo gak usah pikirin itu.! Ini biar gue yang ngurus, orang tua elo bentar lagi pulang"


"Dari mana Lo tau.? Bahkan ayah bunda gak ngabarin gue kalo bentar lagi mau pulang.?"


"Karena elo sengaja gak di kabarin"


Zayna mengerutkan keningnya, apa ini.? Mengapa orang tuanya tidak memberitahunya.? Dan... Mengapa Areksa tau.?


"Nanti kita cari gaun" ujar lelaki itu kemudian beranjak pergi.

__ADS_1


"Mana ada butik jam segini buka.? Aneh" gumam Zayna lirih tetapi masih di dengar Areksa.


Lelaki itu berhenti. "Jangan banyak omong" kemudian lelaki itu melanjutkan langkahnya turun dari gedung dan di ikuti Zayna di belakangnya.


______________


Waktu menunjukkan jam 22.25 malam. Seorang gadis mencoba berbagai gaun yang menurutnya cocok. "Yang ini cocok untuk Nona yang cantik" ujar pemilik toko langganan Areksa.


Toko gaun ini buka 24 jam. Zayna menatap gaun yang di tunjuk oleh pemilik toko yang bernama Hasna.


Gaun itu memang cantik, tetapi saat ia menikah apakah tidak memakai hijab.? Bagaimana reaksi orang tuanya nanti.?


"Pasti Tuan akan terpesona dengan Nona" ujar Hasna lagi


"Bukan gitu... Tapi saya mau yang gaunnya + hijab" ucap Zayna


Hasna bergeming lalu mengangguk dan tersenyum. "Ohh begitu ya.? Baiklah, mari Nona ikut saya" Hasna mengajak Zayna ke deretan gaun berhijab.


Sedang Areksa.? Ia menunggu gadisnya yang sedang memilih gaun pengantin. Walau malam seperti ini, tapi itu tidak masalah.


"Gue gak sabar, nikah dengan gadis yang gue cintai" gumam Areksa tersenyum sendiri membayangkan sebentar lagi mereka akan menikah. Terlalu cepat bukan.?


Tetapi Areksa ingin memiliki Zayna seutuhnya. Lihat saja nanti, jika Zayna sudah menjadi miliknya, ia akan.... Ahh,, sudahlah gak boleh di pikirkan dulu ya guys 🤭


Beberapa menit kemudian, Zayna keluar dengan gaun yang menjuntai ke lantai. Gadis itu merasa sedikit risi dengan ukuran gaun yang menurutnya terlalu menjuntai.

__ADS_1


"Aduuuhhh.... Ribet banget sih.?" gumamnya.


__ADS_2