
didalam kamar shivania tengah menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, terlihat tidak sabar menunggu shivania terus menyuruh gilang agar cepat keluar namun didalam sana gilang tengah frustasi.
" ya ampun mau taruh dimana muka gue, habis sudah harga diri gue didepan istri gue sendiri " gilang mengacak rambutnya kasar
diluar shivania kembali memanggil gilang agar cepat keluar
" mas, udah belum lama amat? " teriaknya
" sayang apa aku harus memakai ini? " teriak gilang juga dari dalam kamar mandi
" ia kenapa? kamu gak mau? maka jangan salahkan aku jika nanti aku mengadu pada mamamu ya!! " ancam shivania,
" mas, aku mau keluar sebentar tapi saat aku datang kembali aku mau kamu harus keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju itu " shivania keluar dari kamar
gilang membuka sedikit pintu kamar mandi mengecek apakah shivania sudah keluar
" apa semua suami harus begini takut dengan ancaman istri? iish menyebalkan " pasrahnya menutup kembali pintu dan segera memakai baju, setelah memakainya gilang melongo melihat pantulan dirinya dari cermin
" sungguh memalukan pria macam apa aku ini, jika bukan karena anakku menyenangkan hati istriku takan aku memakai baju laknat ini " gilang bergidik menyambar jubah handuk dan memakainya lalu keluar dari kamar mandi.
shivania masuk kembali kedalam kamar ketika dia masuk gilang sedang duduk dibibir ranjang dengan muka ditekuk shivania mendekatinya mengerutkan dahi
" mas, kamu ko gak pakai baju yang aku mau? kamu mau aku aduian ya? ok aku bakal telpon mama sekarang " shivania mengetik nomor mama mertuanya itu, namun gilang segera merebut ponsel shivania dan mematikan panggilan tersebut
" sayang apa kamu serius " ucap gilang lagi shivania mengangguk tanpa ragu, gilang menghembuskan nafas kasar setelahnya tangan gilang meraih tali untuk melepaskan jubah dan membukanya perlahan akhirnya dengan rasa malu gilang menunjukan bahwa dia telah memakainya pada shivania. gilang menunduk malu
" waaaw amazing ternyata bagus juga baju tidur yang aku beli ! dan terlihat seksi jika dipakai oleh pria seperti suamiku ini aah aku jadi tergoda " ucap shivania sedikit mendesah membuat bulu kuduk gilang berdiri, shivania berjalan mengulilingi gilang sambil bersedekap, telunjuk shivania menempel pada ujung bibir memikirkan sesuatu
shivania terus berputar sampai gilang pusing melihatnya
" sayang apa kamu akan tetap seperti itu? mengililingiku? "
__ADS_1
" apa ada masalah? " shivania berhenti dibelakang gilang
" tidak, hanya saja kau sedang hamil "
" diam dan jangan berputar " cegah shivania gilang diam menurut pada sang ratu buncit
plaakkkk....
" aaw apa apan kamu ini pukul pantat sekeras itu " protes gilang karena shivania memukul keras pantat suaminya
" aku gemes lihatnya kenapa pantatmu terlihat bagus dibanding punyaku, menyebalkan sekali "
" ya ampun bisa bisanya dia mempersalahkan akan hal ini " batin gilang
" sayang, apa kamu juga mau seperti ini? " tanya gilang shivania mengangguk
" maka kamu harus mau main diatas sedangkan aku menunggu hasilnya " jawab enteng gilang
" aw aw aw aw ampun lepaskan sakit " ringis gilang
" makanya jangan macam-macam " shivania melepaskan cubitanya dan menghadap kedepan gilang
" aku mau selfi bareng kamu pake baju kaya gini jika kamu menolak maka " ancam shivania menunjukan jari-jarinya mau mencubit gilang
" ia ia ratu saya akan menuruti kehendak sang ratu "
shivania tersenyum senang dan segera mengambil gambar dirinya bersama sang suami bergaya sesuka hatinya.
dikediaman sheza rina vina riko dan bara sedang berkumpul bersama sepulang dari luar sheza langsung masuj kamar dan membersihkan dirinya abhi masuk kedakam rumah hanya menaruh tas bawaan sheza dan dia pergi kembali sanoai sekarang belum datang
" mas, bos kamu kemana? " tanya vina riko mengangkat bahunya tanda bahwa dia tidak tau
__ADS_1
vina beralih pada rina yang sedang asik sedari tadi memainkan ponselnya
" rin, loe main hp mulu ada bujang loe anggurin " ceplos vina
tidak ada pergerakan dari rina ternyata rina memakai earphone
" ya ampun " vina menepuk jidatnya
" rin, rina woy " teriak vina baru rina membuka earphonenya
" ada apa? '' ucap rina vina menjawab dengan ujung mata kearah bara rina mengerutkan alisnya tak mengerti
" mas, kita pergi dulu yu aku mau lihat-lihat sebelum kita pulang " ajak vina pada riko vina meraih tangan riko membawanya pergi dari sana.
tinggalah rina dan bara berdua ditempat itu rina cuek bebek melihat bara.
" ekhem, apa saya boleh bertanya? " ucap bara mencairkan suasana meski sedikit ragu
rina menatap wajah bara sekilas
" apa " singkatnya
" itu, aku"
" rin gue mau keluar loe mau ikut gak " ucap sheza dari belakang rina
" ikut dong, ayo " rina bagun dari duduknya sebelum pergi
" maaf aku pergi, nanti saja bicaranya " bergegas meningalkan bara dan pergi bersama sheza bara menghela nafasnya
" payah payah payah " ucap bara pada dirinya sendiri sambil mengacak acak rambut
__ADS_1
dasar kau bara bisanya ngomong sesama jenis doang 😏