Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

jam setengah lima pagi sheza terbangun karena dia sedang ada halangan jadi sheza tidak sholat subuh terlebih dahulu sheza menggoyangkan lengan nadin menyuru gadis remaja itu untuk bangun namun sudah berapa kali digoyangkan tetap tidak bangun juga.


" ini anak cakep-cakep molornya kaya kebo! " grutu sheza mulai kesal tak sabar sheza menjepit hidung nadin agar susah bernafas dan bangun namun bukan bangun nadin malah membuka mulutnya.


sheza tidak habis pikir buatnya sheza berjalan mundar mandir mencari cara agar nadin bangun tak lama sheza mengambil gelas berisikan air lalu perlahan mencipratkannya pelan.


" hmmmm " nadin sedikit terganggu namun tidak terbangun malah membelakangi sheza


" astagfirullah " kesal sheza akhirnya air yang ada didalam gelas sheza guyurkan kewajah nadin semua tanpa sisa


byuuurrrr...


" banjiirr " terik nadin kaget


sheza langsung membungkam mulut nadin agar tidak teriak mengganggu yang lain


" jangan teriak berisik tahu dibangunin susahnya minta ampun " grutu sheza


" eh, ka sheza kirain tadi "


belum nadin meyelesaikan kalimatnya sheza menyela


" bangun bersih-bersih dulu lalu ikut kaka hari ini kita mulai latihannya " ucap sheza lalu keluar dari kamar.


nadin diam belum turun dari ranjang mencerna kalimat sheza


" latihan ? latihan ap " gumaman nafin belum selesai seketika nadin berteriak kegirangan


" aaaaaaaaaaaaaaa asiikkkkk " nadin loncat dari kamar dan segera membersihkan diri dengan cepat setelah selesai nadin menyusul sheza keluar kamar.


didapur sheza bertemu dengan ibu sania tak luoa sheza mencium tangan ibu sania dan memeluknya melepas rasa rindu


" bude kebiasaan pagi sekali bangunnya padahal sheza tadinya mau ngagetin bude tapi malah ketahuan iissh sebel " grutu sheza bu sania tersenyum menanggapi


" bude tau dari shivania semalam sebelum masuk kamar shivania bilang jika kamu akan datang malam ini jadi kabar orang tua kamu gimana pada sehat semua kan "


" sehat bude, shivania belum bangun ya bude aku mau ngajak nadin keluar sebentar bolehkan bude " ijin sheza diangguki bu sania


" belum mungkin sebentar lagi. tapi jangan terlalu berat melatihnya kasian nadin masih kecil " ibu sania memperingati

__ADS_1


" siap bude " sheza mengambil satu buah apel dan memakannya tak lama nadin bergabung disana sheza langsung mengajak nadin keluar untuk melatihnya disuatu tempat.


***


dalam kamar shivania bangun dari tidurnya perutnya keroncongan minta diisi bibir shivania mengkerucut melihat sang suami yang tidur nyenyak disampingnya.


shivania mengangkat tangan gilang dari atas perutnya perlahan rasanya berat lama kelamaan jika seperti ini setelah lepas dari pelukan gilang shivania turun dari ranjang dan segera membersihkan dirinya lepas itu shivania membangunkan gilang dari tidur nyenyaknnya


" mas bangun udah pagi nanti telat " shivania mengoyangkan punggung gilang


" hmm ia sebentar lagi lima menit lagi " gumam gilang


tak mau ketunggalan akhirnya shivania sholat sendiri tanpa sang suami yang mengimami mungkin gilang masih lelah jadi shivania membiarkan gilang terlebih dahulu setelah dia selesai baru dibangunkan kembali apa lagi jam sudah menunjukan jam 6 pagi


shivania sudah selesai sholat subuh dan sudah membereskan peralatan sholatnya shivania kembali membangunkan gilang


" mas ayo bangun dulu sebentar nanti lanjut lagi tidurnya keburu telat " shivania mengguncangkan kaki gilang


" hmmmmm " hanya itu yang kelur dari mulut gilang shivania menyerah sebelum keluar shivania membanting pintu kesal dan menggerutu


gilang kaget bukan kepalang saat pintu dibanting keras oleh istrinya


" sayang. cinta babe, honey darling " panggil gilang saat tidak melihat shivania dikamar itu kesadarannya belum sempurna sedetik kemudian


" mampus gue,, sialan " grutu gilang turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi tak lama gilang sudah keluar dari kamarnya setelah sholat subuh menyusul shivania, gilang berjalan kearah dapur namun disana tidak ada siapapun gilang melihat jam yang menunjukan jam setengah tujuh pagi


entah sholat apa yang tadi gilang kerjakan semoga saja masih bisa diterima.


" kemana semua orang, ini masih pagi masa ia gue ditinggal sendiri gak etis " grutunya gilang duduk dimeja makan yang sudah tersedia kopi yang sudah dibuat gilang menyeruput kopi buatan mertuanya masa ia beneran ditinggal dirumah sendirian ? gilang bangun berjalan keluar rumah ternyata didepan rumah ibu sania sedang menyapu pak rudi sedang memberi makan burungnya sedangkan shivania?


" kemana sibuncit tukang ngambek " gamumanya mengatai shivania tak sadar dari belakang shivania mendengar ucapan gilang


" siapa yang kau maksud sibuncit tukang ngambek mas?? "


deggg....


gilang menelan salivanya susah mendengar suaranya saja sudah membuat gilang merinding bulu kuduk


perlahan gilang membalikan tubuhnya menghadap shivania

__ADS_1


" siapa yang buncit dan tukang ngambek " shivania mengulangi pertanyaannya kembali dengan tangan bersedekap


" ti.. tidak aku tidak bicara apa-apa " kilahnya shivania melotot tajam kearah gilang bukannya tidak tau dan tidak kendengar dengan jelas shivania hanya ingin gilang mengulanginya lagi


" kamu ngatain aku buncit tukang ngambek malam nanti kamu tidur diluar kamar " ancam shivania berlalu pergi meninggalkan gilang


gilang diam mencerna ucapan shivania.


" tidur diluar? aku tidak mau " ucap gilang mengejar shivania


" sayang aku tidak mau tidur diluar tadi aku hanya salah bicara maka maafkan aku tolong " ucap gilang memelas mengahadang shivania mengatupkan kedua tangannya


" kamu tidak salah mas kamu memang benar aku ini buncit lihat aku buncit kan " shivania memajukan perut buncit miliknya sambil dielus pelan dihadapan gilang


" tidak sayang kamu tidak buncit, itu terlihat seksi aku suka " seloroh gilang


" alah, bisa aja kamu mas sana cari yang lurus kaya jalan tol, aku kya gini juga gara-gara kamu mas " ucap shivania menyingkirkan gilang dari hadapannya masuk kedalam kamar.


shivania sudah berada didalam kamar sendiri rasanya lelah sekali setelah jalan jalan pagi menghirup udara dikampung halaman yang msih asri tidak seperti dikota sudah terpapar banyak polusi.


shivania duduk dipinggir ranjang sambil mengayunkan kedua kakinya tak lama shivania bangun dan berjalan membuka lemari.


diluar gilang masuk dia akanembujuk shivania agar tidak jadi tidur diluar.


perlahan gilang membuka pinti dan dilihatnya shivania sedang memilih baju tapi untyk apa bukannya dia sudah mandi dan sudah memakai baju untuk apa lagi memilih baju?


" sayang kmu sedang apa? " gilang memeluk shivania dari belakang mendekap erat pinggang dan perut shivania dagu gilang menancap sempurna dibahu shivania.


shivania masih diam tak menjawab pertanyaan gilang.


" sayang, " pangil gilang lagi namun shivania masih tidak menjawabnya


" baiklah jika kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku, kamu harus aku hukum.. " ucap gilang dengan seringai liciknya, shivania mengerutkan kedua alisnya hukuman apa tidak salah dengar??


bukannya shivania yang sedang marah dan harus dirayu dan dibujuk bukan diberi hukuman yang fiucap gilang


" hukuman ? apa aku tidak salah dengar?? " belum selesai shivania sudah digendong oleh gilang dan semakin mendekat keatas ranjang shivania merontah digendongan gilang bukan ini yang dia mau


" mas, turunkan aku kalau gak aku gigit " ancam shivania

__ADS_1


" aku tidak akan menolak jika kamu mengigitku bahkan aku mengharapkan gigitanmu itu sekarang sayang " gilang menurunkan shivania diatas ranjang shivania terus merontah bukan ini yang dia mau tapi apalah daya tenaganya kalah besar oleh suaminya biar saat ini gilang yang menang tapi setelah ini lihat saja shivania akan membalasnya dimulailah kegiatan olahraga dipagi hari didalam kamar dan diatas kasur yang memanaskan dengan keganasan gilang menerkam shivania.


__ADS_2