Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

sheza dan nadin saling pandang saat mendengar suara yang mereka kenal dan semenit kemudian keduanya lari bersama suara itu adalah suara gilang yang berteriak memanggil shivania ada apa dengan shivania hingga gilang berteriak ?


sheza dan nadin lari menuju kearah suara itu dengan cepat ketika gilang berada didepan mereka berdua,penglihatan keduanya mengikuti arah penglihatan gilang dan keduanya pun kaget melihat shivaia diatas pohon memakan buah mangga muda yang terasa asam dengan santainya shivania duduk diatas dahan ranting sambil mengayunkan kedua kakinya diudara


" waduh " gumam nadin sambil menutup mulutnya nadin bergidik ngilu


" iiiiiih pasti asem "" memegang kedua pipinya


" astaghfirullah shivania loe ngapain diatas sana turun ayo cepat turun " sheza khawatir


sedangkan shivania yang berada diatas pohon tersenyum melihat kebawah


tanpa dosa membuat suami adik dan saudaranya khawatir


" gak mau gue lagi makan mangga, ternyata lebih gurih kalau dipetik dan langsung makan dipohonnya ya sedaappppp " shivania kembali menggigit buahnya tanpa memperdulikan permintaan orang yang berada dibawahnya


" sayang ayolah turun itu sangat bahaya ayo turun " gilang mengulurkan tangannya seakan mau menangkap tubuh shivania, kedua wanita yang berada disamping gilang mengernyitkan dahinya apa yang akan gilang lakukan?


nadin menarik ujung baju sheza agar melihat kearahnya dan setelah sheza melihatnya nadin langsung membisikan sesuatu ditelinga sheza


" ka bagaimana bisa ka shivania naik keatas pohon dalam keadaan perut bengkak seperti itu?? dan turunnya bagaimana?? " ucap nadin bingung sekaligus kagum sheza mengernyit kan dahinya tak lama kemudian sheza mengerti dan langsung menjawab


" mungkin anak dalam perutnya calon atlit panjat pinang " ucap sheza asal gilang mendengar ucapan keduanya gilang menoleh dan


" apa yang kalian bicarakan? bukannya membantu membujuk istriku untuk turun malah asik ngegibah disampingku " ketus gilang


nadin, sheza saling pandang keduanya menghela nafas panjang dan membuanya bersamaan rasa nya percuma juga menjalaskan pada gilang saat ini.


shivania berpegangan dipohon untuk mengambil buah mangga dan setelah mendaptkannya shivania melemparkannya kebawah


" nadin tangkap " shivania melemparkannya kearah nadin


" gak ka aku takut tanganku tertimpuk itu masih hijau dan terlihat keras pasti sangat sakit jika terkena tulang tanganku " tolak nadin yang khawatir jika terkena buah mangga andai tak tertangkap


" ayo lah anggap ini sebagian dari latihanmu "


nadin melihat kearah sheza minta persetujuannya sheza mengiyakan


'" baiklah, tapi " sebelum nadin menyelesaikan ucapannya


shivani melemparkan buah mangga dan


bUkk....


" aaww... ka sakiit " pekik nadin kesakitan dikepalanya shivania menggigit bibir bawahnya merasa bersalah


" ma, maaff " ucapnya


gilang mulai kehilangan kesabarannya shezs melihat itu lalu sheza melangkah mendekat kearah pohon untuk membujuk shivania agar cepat turun


" va, loe kan lagi hamil gak baik bahaya buat kandungan loe ayo turun " ucap sheza pelan shivania merasa belum puas berada diatas pohon dia juga bingung kenapa tiba-tiba dia ingin memanjat pohon


shivania berpikir sejenak tak lama kemudian


" baiklah aku akan turun tapi, sebagai gantinya aku ingin kamu yang naik keatas sini dan yang paling atas " ucapnya

__ADS_1


tanpa pikir panjang sheza menyetujuinya dari pada shivania yang diatas sana lebih baik dia pikirnya..


" baiklah, loe turun baru gue naik " putus sheza


" bininya yang hamil gue yang ribet " gumam sheza melotot ke arah gilang


" satu lagi, aku ingin air kelapa muda dan itu harus dari pohonnya dan aku ingin kamu yang memetiknya mas " tegas shivania gilang langsung menelan salivanya kasar


apa katanya tadi kelapa muda dan harus dari pohonnya langsung??


gilang menggaruk kepalanya kasar apakah harus dia???


nadin mendekat


" sudahlah ka ia kan saja dari pada ka shiva yang manjat lagi nanti "


gilang mengangguk dan tidak mungkin dia membiarkan istrinya naik pohon kelapa tidak itu jangan sampai terjadi


" baiklah tapi sekarang kamu turun dulu, dan biarkan sheza yang mengambil mangganya untukmu" shivania turun perlahan memegang ranting untuk dia berpegangan kakinya menginjak keranting yang lain tak lama shivania turun dibantu oleh gilang yang memegangi pinggang istrinya.


nadin melongo ketika shivania turun dari atas pohon beberapa kali dia mengucek matanya memperjelas penglihatnnya agar tidak salah lihat


" ka bagaimana bisa perut bengkakmu tidak terjepit batang pohon?? " ucap nadin kagum,


gilang memukul kepala nadin


plaakkk...


" aawww ka sakit tau " pekik nadin mengelus kepalanya gilang melotot agar nadin diam nadin mengerucutkan bibirnya


" ada juga kaka yang ngejepit batang pohonnya " ucap shivania


" apakah bisa, dan kalau bisa bagaimana caranya aku mau lihat " ucap nadin polos gilang tak habis pikir dengan istrinya ini


" apa yang kalian bicarakan, berhenti dan cepat menyingkir" ucap gilang keduanya menyingkir menuruti gilang


kini sheza yang harus naik keatas sana menggantikan shivania sheza memegang dahan ranting untuk naik keatas jika saja bukan shivania yang menyuruh dan ngidamnya sheza tidak akan mau naik keatas pohon lagi dia tidak mau jatuh kembali dari bawah,


" ka hati-hati ya " ucap nadin sheza mengangguk


shivania bersorak menyemangati sheza, saat sudah sampai didahan yang tadi shivania tempati shivania menyuruh sheza agar makin keatas karena buah yang dia inginkan berada diatas dan sheza kembali memegang ranting untuk bisa menggapai mangga yang shivania inginkan


" jika bukan demi orang ngidam gue gak bakalan mau naik keatas " dumel sheza


" ambil yang banyak ya zhaaa " teriak shivania semangat dari bawah gilang nadin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakun shivani yang seperti anak kecil.


" ka sheza hati-hati " teriak nadin takut jika sheza terjatuh tak lama


buk.. buk.. buk..


buah mangga yang sheza petik berjatuhan dan sesuai keinginan shivania sheza memetik banyak shivania bertepuk tangan dan mengambil kantong plastik yang berada dikeranjang sepeda yang mereka bawa.


merasa buah yang sheza petik sudah banyak sheza turun dan hendak mendaratkan kakinya didahan yang tadi namun sheza salah menginjak dahan, dia menginjak dahan yang rapuh tangan sheza mulai perlahan dilepas sebelum memegang dahan yang lain dahan yang diinjak sheza


kreeek...

__ADS_1


dahan yang dipakai sebagai pijakan kaki sheza patah dan


aaaaaaaaaa" sheza berteriak sambil menutup matanya


" ka shezaaaaa shezaaaaaa " ketiga orang yang berada dibawah sheza berteriak melihat sheza jatuh shivania menutup matanya begitupula dengan nadin mereka tidak mau melihat nadin terjatuh.. gilang hendak menangkap sheza namun sudah terlambat..


haaaapppp...


seseorang menangkap tubuh sheza lebih dulu mendahului gilang , gilang menghela nafasnya lega


sheza merasakan tubuhnya melayang dan belum menyentuh tanah apakah dia tersangkut ranting pohon??


tapi terasa beda ??


perlahan sheza membuka matanya..


mata sheza dan mata orang yang menyelamatkannya saling tatap cukup lama mereka saling tatap dan tak lama kemudian sheza tersadar dan memelototkan matanya saat menyadari siapa yang telah menyelamatkan dirinya.


" aaaaa ka, kaU " geram sheza saat tau yang menyelamatkannya adalah abhi


abhi dengan seringai diwajahnya belum melepaskan sheza dari gendongannya


" le, lepas apa apan kau mengambil kesempatan dalam kesempitan " sheza memberontak..


bruuukkk... abhi melepaskan tubuh sheza dari gendongannya


" aawwww " pekik sheza kesakitan


" apa yang kau lakukan ini sakit tau " sheza marah mengusap pinggangnya yang terasa sakit


shivania dan nadin membuka matanya mendengar teriakan sheza,, keduanya menghampiri sheza dan membangunkan sheza


" loe gak apa apa? "tanya shivania khawatir nadin menepuk nepuk baju dan tangan sheza yang kotor


" ya gak apa apa " namun matanya melotot tajam kearah abhi, abhi tersenyum dan


" muuacch " abhi mencium sheza dari jarak jauh, sheza bergidik ngeri dan pergi begitu saja


gilang menghampiri abhi dan menepuk bahunya


" kerja bagus kau datang disaat yang tepat" ucapnya


abhi tersenyum menyambutnya


shivania, nadin menyusul sheza yang sudah pulang terlebih dahulu meninggalkan yang lain


gilang dan abhi berada dibelakang para wanita sambil bicara dengan membawa sepedah hari sudah sangat siang dan mereka harus cepat kembali shivania berhenti sejenak menunggu sang suami mendekat saat sudah dekat shivania menyerahkan kantong plastik berisi mangga yang sheza petik


" mas, tolong bawakan ini aku merasa berat dan lelah" setelah diterima gilang shivania kembali berjalan cepat mendahuli para pria dibelakangnya menyusul nadin


" lihat, katanya lelah tapi jalannya sungguh cepat aneh.. " gilang menggelengkan kepalanya


semuanya kembali pulang kerumah untuk makan siang bersama gilang mengajak abhi untuk ikut.


sampainya dirumah bersamaan dengan mobil yang berhenti dihalaman rumahnya shivania, mobil itu menurunkan tiga sepedah motor sekaligus shivania mengernyitkan alisnya

__ADS_1


motor siapa dan siapa yang membelinya?


apakah ini kejutan yang dikatakan gilang tapi ini masih siang? bukankah gilang mengatakan sore?? tak lama shivania paham mungkin tetangganya yang membeli motor itu karena tetangganya tidak memiliki halaman rumah yang bisa jadi tempat mobil menurunkan barang jadi shivania mengabaikan itu semua sedangkan sheza dan nadin sudah terlebih dahulu masuk kedalam rumah sebelum mobil datang ..


__ADS_2