Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

hari demi hari berlalu berganti minggu, minggu pun berganti bulan tak terasa kandungan shivania sudah 9 bulan dan sekarang jadwal kontrol kedokter kandungan


gilang sudah siaga untuk mengantarkan sang istri pergi kerumah sakit namum seketika matanya memincing tatkala melihat shivania meringis menahan sesuatu


gilang mendekat lalu bertanya pada shivania


" ada apa? kenapa keningmu berkeringat sayang apa ada yang sakit? " ucap gilang


" tidak mas, aku hanya sakit perut sedikit " ucap shivania berdiri lalu pamit untuk kekamar mandi.


gilang mengidikan bahunya dia kira shivania sakit ternyata hanya ingin menabung saja.


gilang duduk ditepi kasurnya sambil menunggu shivania keluar gilang meraih benda pipih dari saku jas melihat isi pesan yang belum dia baca dari semalam.


lima menit berlalu gilang menunggu shivania keluar dari kamar mandi namun tidak ada tanda tanda akan keluar akhirnya gilang pun kembali fokus pada ponselnya


bukan karena sibuk berbalas pesan namun gilang sibuk membaca laporan yag dikirim lewat emailnya.


selang beberapa menit gilang penasaran kenapa shivania belum keluar juga akhirnya gilang mengetuk pintu kamar mandi..


tok... tok..


" sayang apa masih lama?? " ucap gilang dibalik pintu


tak ada jawaban dari dalam


gilang khawatir dan mengetuk pintu kembali namun kali ini sedikit keras


tetap saja tidak ada jawaban dari shivania, akhirnya gilang berinisiatif mendobrak pintu.


satu kali dorongan dari bahu lenganya pintu tidak terbuka dan akhirnya gilang memilih mendobrak menggunakan kakinya dengan sekali tendangan pintupun terbuka segera gilang gergegas masuk mencari keberadaan shivania didalam


betapa terkejutnya gilang saat melihat shivania sudah berada dilantai sambil


meringis kesakitan untuk sekedar minta tolong saja rasanya shivania tidak kuat


segera gilang membopong shivania keluar sambil meringis menahan sakit dengan nafas memburu


" ma-mas se-sepertinya a aku akan me lahir kan " ucap shivani ter sendat


mendengar penuturan dari istrinya gilang panik dan serba salah apa yang harus dia lakukan sekarang


gilang membaringkan shivania diatas kasur segera gilang menghubungi riko hanya itu yang gilang pikirkan saat ini


" halo rik, cepat kerumah gue sekarang bini gue mau lahiran " ucapnya


" hah lahiran. ! lalu apa urusannya sama gue lang? bawa kerumah sakit aja" ucap riko tak habis pikir bukannya menghubungi rumah sakit kenapa malah menghubunginya apa yang ada dikepala gilang riko dukun beranak !


" pokonya loe harus kesini gue gak mau tau "


tuuuuttttt


gilang memutuskan panggilan sepihak tanpa tahu riko disebrang sana frustasi dibuatnya,


riko segerah meraih kunci mobilnya lalu pamit pada vina yang tengah membersihkan dirinya dikamar mandi..


buliran keringat sebesar biji jagung keluar dari kening shivania menahan sakit yang diperutnya.


" ma-mas sakit a-aku udah gak tahan " lirih shivania


gilang yang sedari mundar mandir tidak jelas segera mendekat duduk disamping shivania diusapnya kening shivania yang sudah dibanjiri keringat.


gilang bingung harus berbuat apa sedangkan mereka hnya berdua dirumah, entah pada kemana semua orang disaat dibutuhkan semuanyia tidak ada


" i-ia sayang tunggu lah sebentar riko sedang dijalan tahan sebentar lagi " ucap gilang grogi


dalam benak shivania apa riko bisa diandalkan??


riko menghubungi ambulance agar cepat kerumah gilang membawa shivania, ingin rasanya riko memukul kepala gilang keras sebenarnya apa yang ada didalam kepala suami shivania??


" kalau bukan sohib udah gue rauk wajahnya " kesal riko


shivania sudah tidak tahan lagi


aaaarrrghhh...


" aaaaaaa" teriak gilang karena rambutnya dijambak shivania keras saking kerasnya gilang meringis kesakitan sambil menahan tangan shivania agar tidak terlalu sakit menjambak rambut dikepalanya.


" sa sayang apa yang kamu lakukan ini menyiksaku " ucap gilang

__ADS_1


" mas maaf aku butuh pegangan mas " lirihnya


gilang mendengus sebal kenapa rambutnya yang jadi sasaran


tak ingin rambut dan kepalanya jadi sasaran gilang memberikan sebelah tangannya untuk shivania pegang dan saat kembali shivania mengejan


aarrrggghh...


" aaaaaaaa " gilang kembali berteriak dengan sangat kencang sampai sampai matanya mengeluarkan air mata saking sakitnya . bukan dijambak atau dicubit melainkan digigit dengan sangat keras oleh istrinya


siksaan macam apa sebenarnya.. sesakit itu kah melahirkan hingga orang yang mendampinginyapun ikut merasakan.


gilang bergidik ngeri untung saja dia dilahirkan sebagai laki laki


anggap saja gilang orang yang mau enaknya saja..


" enak aja lo thor bukan gitu " protes gilang


" lalu apa donk ? " si thor


" au ah gelap susah untuk di jelaskan "


"" aiih gak jelas loe lang .. " ledek si thor


tak lama ambulance datang dibarengi dengam kedatangan riko masuk kerumah gilang, riko segera menuntun pegawai rumah sakit untuk masuk menuju kamar gilang.


sesampainya disana riko heran dengan raut wajah gilang yang seperti menahan air mata, matanya merah dengan rambut acak acakan


apa sebenarnya yang terjadi ??


dengan lihai riko menyiapkan segala sesuatunya untuk shivania baju ganti untuk shivania, diapers baju sampai popok bayi sudah riko siapkan


" sekalian kabari orang tua ku dan mertuaku " ucap gilang tanpa berdosa


riko mendelik sebal kearahnya jika saja bukan bos nya sudah ia garuk wajah tampan itu


shivania dibawa kedalam mobil digendong gilang, sedangkan riko menyusul dari belakang membwakan peralatan yang telah dia siapkan tadi dan menaruhnya dimobil.


" harusnya loe lang yang nyiapin ini semua, bukan gue " celetuk riko


" maksud loe, loe gak ikhlas?? " gilang mendelik sebal kearah riko


" sudahlah " gilang masuk kedalam ambulan untuk menemani shivania meninggalkan riko sendiri,


riko masuk kedalam mobilnya sendiri mengikuti mobil ambulance dari belakang


selama dalam perjalanan mulas yang dirasakan shivania semakin sering bukan hanya shivania yang merasakan sakit, gilang juga ikut merasakannya bahkan penampilan gilangpun terlihat bukan seperti orang berwibawah melainkan orang setengah tidak waras.


bukan main perjuangan keduanya menyambut kedatangan buah cinta mereka


jika dirumah gilang serba salah terlihat acuh beda halnya dengan sekarang setelah berada dalam perjalanan kerumah sakit dia mengabaikan semua yang dilakukan shivania terhadap dirinya


" ma-aaf mas aku bukan bermaksud menyakitimu " dengan nafas yang tercekat


" tidak apa apa , harusnya aku yang minta maaf membuatmu harus merasakan sakit seperti ini " balasnya mencium tangan shivania mesra tak lupa mengelus perut sang istri.


tak dipungkiri rasa bahagia membuncah menunggu kedatangan buah cinta mereka rencana demi rencana sudah gilang himpun sedemikian rupa


dengan mengawali hari melihat istri dan anaknya dipagi hari menambah kebahagian tersendiri bagi gilang.


shivania mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskanya perlahan dan seterus seperti itu.


tak terasa mereka sudah sampai dirumah sakit shivania dibawa langsung keruangan bersalin didorong oleh perawat dan gilang disampingnya memegangi tangan shivania menyalurkan tenaga tambahan untuk sang istri memberi semangat.


gikang ikut masuk kedalam ruangan bersalin, riko keluar dari mobil dan ikut masuk kedalam bedanya riko menunggu diluar ruangan bersalin.


tak lama vina sheza rina datang menghampiri riko


" babang apa semua baik-baik saja " ucap vina pada suaminya


riko mengembuskan nafas berat sebelum menjawab pertanyaan dari vina


" kita do'akan saja yang terbaik " singakatnya


membuat ke enam bola mata tertuju padanya seakan ingin memakannya hidup-hidup


riko gugup dibuatnya apa dia salah dalam berucap??


" kenapa kalian melihatku seperti itu ? apa aku salah jika meminta kalian berdoa untuk kelancaran kelahiran anak pertama sahabat kalian. ! teman macam apa kalian ini " kesal riko

__ADS_1


bugh...


"" aduh" ringis riko


vina memukul lengan riko keras


" maksud kamu apa bang bicara seperti itu ? sekali lagi bicara seperti tadi maka siap siap sebulan kedepan " ancam vina membuang muka


vina mendekat kearah rina dan sheza yang sudah duduk menunggu


abhi yang baru datang mendekat berniat menghampiri sheza namun riko mengajaknya keluar lagi untuk memcari makanan dan minuman untuk semua,


kedua orang tua gilang dan shivania belum ada yang datang satu pun dikarenakan tempat waktu dan kejadian yang berbeda..


# dikira alam ghaib #


kedua orang tua shivania sudah dalam perjalanan sedangkan kedua orang tua gilang juga sama dalam perjalanan bedanya orang tua gilang baru mendapatkan pesawat dan akan baru terbang satu jam lagi


" mama tenang ka shiva pasti baik-baik saja " ucap nadin menenangkan orang tuanya


ya nadin ikut bersama kedua orang tua angkatnya selama liburan sekolah


meski begitu hati seorang ibu masih khawatir jika menyangkut keadaan anak anaknya ada rasa bahagia bercampur sedih,


" ia sayang tapi tetap saja mama mengkhawatirkan keadaanya sementara kita jauh dengan mereka sekarang " ucap nadia sedih


didalam ruangan tersebut shivania terus mengerang dan mengejan sekuat tenaga gilang yang membantu shivania selalu disisinya memegangi tangan shivania dan sesekali membisikan kata-kata indah didekat telinga itu lalu mencium kening shivania lembut untaian doa mengiringi hembusan nafas shivania yang memburu diucapkan gilang.


hufh hufh huufh..


" aaaaarrgghhh " teriak shivania kencang


srooot


" ea ea ea ea ea " tangis seorang bayi menghiasi ruangan itu segera dokter membersihkan bayi tersebut.


gilang memanjatkan syukur atas keselamatan anak dan istrinya bekali kali gilang mengecup kening shivania bangga


" terimakasih sayang kau wanita terhebatku , aku mencintaimu" bisik gilang tepat ditelinga shivania, shivania tersenyum manis masih dengan nafas ngos ngosannya


diluar riko Nd the geng's saling tatap mendengar suara tangisan bayi darivdalam ruangan ucaopan syukur dipanjatkan okeh mereka.


" gaes.. kita udah jadi ibu-ibu " ucap vina girang namun ucapannya membuat riko mengernyitkan alisnya tak mengerti


" apa maksudnya ibu-ibu bukannya yang punya anak shivania dan gilang apa hubungannya dengan mereka yang jadi ibu-ibu juga?? " batin riko


didalam ruangan dokter yang membantu persalin tadi menyerahkan bayi mereka kepada gilang


" selamat tuan, anak anda berjenis perempuan " tutur sang dokter gilang mengangguk perlahan gilang mengambil alih bayi tersebut dengan hati hati ada rasa gugup dihatinya untuk menggendong bayinya itu


" tidak apa apa tuan, pelan pelan saja " ucap dokter


perlahan namun pasti setelah membersihkan tangannya gilang mengambil alih bayi itu dari tangan dokter berpindah dalam dekapannya.


setelah berada dalam tangan dan pelukannya gilang tersenyum, sekaligus terharu bisa menyaksikan perjuangan istri yang melahirkan buah cinta mereka kedunia ini,


lalu ia pandangi wajah bayi yang baru lahir itu dari wajah mata hidung mulut jari jari tangan dan kakinya tak luput dari pandangannya terlihat begitu mungil serasa tiada tulang gilang merasa gemas dan ciuman bertubi tubi didaratkan oleh gilang pada bayi yang baru lahir itu


" sayang lihatlah dia sangat mungil sekali " ucapnya pada shivania


" ia mas tapi jangan seperti itu dia masih sangat kecil " imbuh shivania


" ah ia maaf sayang " merasa bersalah mendekati shivania lalu memberikannya kepelukan shivania.


tak lama shivania merasakan mulas kembali


"maas sepertinya aku " shivania segera memberikan kembali bayinya pada gilang lalu beralih pada suster


" tuan sepertinya " ucapan dokter terhenti saat shivania mengejan kembali dengan kuat dan tak lama


srooooooot


Owek Oweek Oweek


suara bayi tersebut mengalahkan tangisan bayi yang pertama.. begitu memekakaan telinga.


namun terdengar indah ditelinga gilang seakan nyanyian mengalun merdu,,


anugrah allah tiada terkira kebahagiaan yang tiada tara dirasakan gilang mendapat kepercayaan begitu sempurna.

__ADS_1


__ADS_2