Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
menyebalkan


__ADS_3

setelah pertemuan gilang dengan wanita tadi yang tiba tiba datang menemui gilang, prasaan gilang menjadi tak menentu saat wanita itu bicara panjang lebar bersamanya ada rasa senang bahagia sedih dan juga prihatin namun saat ini dia harus segera pulang kerumah istrinya mungkin saja sedang menunggunya,


gilang keluar dari ruangannya dia menutup pintu rapat rapat sambil merapikan jasnya gilang melewati wakil sekertarisnya itu namun baru dua langkah melewatinya gilang berhenti memutar badannya


" selamat sore tuan " ucapnya sambil berdiri saat gilang mengarah padanya


" hmmm,,, besok jika riko sudah mulai bekerja lagi tolong katakan padanya aku akan sedikit terlambat mungkin jam satu siang akan baru sampai " setelah berkata demikian gilang meneruskan langkahnya dan berhenti didepan lift, lift terbuka dan gilang segera masuk untuk turun dari sana.


selama dalam perjalanan gilang nampak melamun mengemudikan besi kudanya, apakah dia harus membicarakan masalah ini pada shivania? apakah harus menyembunyikannya? gilang harus memilih satu dari antara kedua wanita itu


gilang memarkirkan mobilnya ditepi jalan untuk membeli titipan istrinya, shivania ingin makan siomay,cilok. batagor dan tahu gejrot akhir akhir ini shivania sering meminta makanan yang sering dijual dipasar malam padahal gilang sudah melarangnya namun shivani keukeuh dan mengancam jika yang memintanya adalah bayi dari dalam perutnya gilang pun langsung diam tak bicara lagi.


setelah selesai dengan apa yang dia beli gilang kembali kedalam mobilnya tak perduli banyak pasang mata yang terpesona oleh kedatanganya ketempat itu pria tampan dengan pakaian berjas dan mobil yang wOaah... membeli makanan seperti itu sungguh jarang mereka melihatnya apakah dia hanya seorang supir saja? tapi tidak mungkin jika seorang supir pakaian yang digunakan terlihat sangat mahal adakah seorang supir berjas layaknya seorang pekerja kantoran?? mungkin saja ada dia hanya memakai mobil dan jas milik tuanya.


( kenapa malah cerita tentang supir?? ) \= ( mode galau) 🤫🤫


gilang kembali memacu kuda besi miliknya, gilang melirik kekursi sebelahnya makanan yang dia bawa untuk sang istri apakah shivania akan senang permintaannya dituruti? ya harus dituruti jika anaknya tidak mau ileran 😅


gilang jalan melewati tikungan, gilang membawa kuda besinya kerumah orang tuanya shivania dan nadin sudah berada disana nadinn akan tinggal dirumah orang tuanya saat ini jadi gilang yang menjemput shivania.


tak lama kediaman rumah utama pun terlihat gilang membunyikan klakson agar satpam yang menjaga gerbang bisa membukanya,


" selamat sore menuju malam tuan " ucap sang satpam membungkuk setelah membuka gerbang, gilang tersenyum dan masuk melewatinya tak lama mobil yang ditumpangi gilang berhenti .


gilang masuk kedalam rumah sambil menenteng makanan yang tadi


saat melangkah menuju anak tangga terdengar suara tawa yang berada disamping rumah gilang yang akan naik masuk kedalam kamarnya itu melah berbalik dan berjalan keasal suara tawa mungkin saja shivania ada disana? pikirnya.


" bukan seperti itu nadin itu kurang lebar" ucap shivania yang tak tahan melihat kuda kuda nadin, sedari tadi mereka langsung melakukan gerakan dasar setelah mereka sampai dan istirahat sebentar


" kak ini susah aku tidak bisa " keluh nadin sudah mulai menyerah


" ayolah kamu bisa jangan menyerah ok " ucap shivabia memberi semangat


nadin kembali melakukan kuda kudanya dan pada saat itu celana nadin sobek


preweekk.....


suaraa celana nadin sobek saat melakukan kuda kuda terlalu lebar nadin terkejut dan meraba bokongnya. nadin menunggingkan bokongnya kearah shivania, shivania tertawa terbahak bahak melihat sobekan celana nadin yang lebar, nadin cemberut ditertawakan shivania minum air dan tersedak karena melihat sobekan celana nadin sungguh lebar


nadin menepuk punggung shivania agar bisa mengurangi setelah itu mereka tertawa berdua para pelayan yang melihat ikut tersenyum melihat keduanya, seakan rumah ini hidup kembali setelah sekian lama tawa dan canda keduanya mengisi rumah itu.


gilang sampai dari dibelakang dan langsung duduk disamping istrinya, shivania terkejut dan langsung menyalami tangan suaminya


" sudah pulang mas, apa kita akan pulang sekarang? " tanya shivania dan gilang memberikan makanannya, shivania terlihat sangat senang dan langsung membukanya satu persatu shivania menyuapi nadin namun tidak dengan gilang, gilang merasa tersisihkan


" sayang aku mau " rengek gilang cemburu shivania tersenyum lalu menyuapi suaminya itu


" mas, aku masih ingat ya aku masih mau mangga dari pohonnya kamu yang naik aku yang tangkap " ucap shivania sinis sudah berapa kali dia bicara dan gilang selalu berkata dia sibuk dan banyak pekerjaan dikantor dan sekaran shivania memintanya lagi

__ADS_1


gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal jangan sampai shivania tau jika gilang tidak bisa naik


" sayang memang disini ada pohon mangga? gak ada kan? " kilahnya, shivania melihat sekeliling memang disana tidak ada pohon mangga shivania langsung cemberut sedih, nadin yang yang sedari diam akhirnya ikut bicara


" kak kalau tidak salah aku pernah melihat pohon mangga tapi aku lupa apa ada buahnya atau tidak! " ucap nadin ikut sedih tidak tau pohon itu berbuah atau tidak dia tidak terlalu memperhatikannya dan lupa


shivania langsung melihat kearah nadin dengan mata berbinar


" benarkah? dimana ayo kita kesana untuk memastikannya " ucap shivania semangat nadin melihat kearah gilang nampak terlihat lelah


" ka apa tidak sebaiknya besok saja? ini sudah magrib dan ka gilang juga terlihat capek sekali "


shivania melihat wajah gilang dan dia merasa bersalah seharusnya dia tidak meminta sesuatu pada suaminya itu akan merepotkan gilang


" maaf, aku merepotkanmu ayo kita pulang " ajak shivania menarik tangan gilang namun tangannya ditarik kembali agar duduk shivania duduk dipangkuan gilang hingga membuat shivania merah merona antara malu dan gugup ada nadin diantara mereka.


" hey kau tak merepotkan ku aku senang jika kau memintanya itu adalah kewajivanku sebagai suami jadi jangan bicara seperti tadi aku tidak suka " gilabg memajukan wajahnya agar bisa menciun shivania namun shivania langsung menutupi wajah gilang dengan telapak tangannya, shivania mendorong wajah gilang dan hendak turun dari pangkuan suaminya.


" mesum dasar,, lepas aku mau turun " ucap shivania tangan gilang masih melingkar di pinggang istrinya


" aku tidak akan melepaskannya cium aku dulu " pinta gilang yang gemas melihat shivania saat ini


" mas aku malu, ada nadin disini " tangan shivania berusaha melepas tangan shivabia dari pinggangnya.


" nadiin pratama pramuja " ucap gilang menekan setiap kata katanya


" a' aaku tidak melihat dan mendengar aku mau masuk, sampai jumpa " pamit nadin sambil berlari masuk memegangi bokong yang celana sobek lebar itu


" aawww mas sakit " pekik shivania melepaskan tangan gilang dari pipinya shivania mencubit kecil dan memutar ketek gilang hingga shivania terlepas dari pangkuan gilang, gilang berdiri mengikuti shivania


" sayang kamu tega, bulu ketekku rontok " gilang memasukan tangannya kedalam kemeja untuk memastikan bulu keteknya lalu menyodorkannya kearah shivania, shivania merasa jijik membayangkan bulu ketek dan menginjak kaki gilang keras


" dasar menyebalkan " teriak shivania


" awwww sakit " pekik gilang memegangi kakinya yang diinjak shivania keras, shivania lari setelah melakukan injakan mautnya


" rasakan itu weeeee " shivania menjulurkan lidahnya mengejek gilang dan masuk kedalam rumah meninggalkan gilang.


para pelayan cekikikan melihat kedua majikannya itu gilang menyusul shivania kedalam tak peduli dengan cekikikan para oelayan yang menertawakan mereka


" menyebalkan gue ditinggal " grutunya menyeret kakinya yang sakit akibat injakan maut istrinya


" sayang apa kau tidak takut suamimu yang gagah tampan dan kaya ini diculi kau tega meninggalkan aku yang tidak berdaya " teriak gilang agar shivania mendengar


" tidaak aku tidak takut, paling ibu ibu rempong yang menculikmu untuk dijadikan berondong milyardernya " balas shivania teriak dari meja makan sambil memakan tahu gejrotnya, shivania lari sambil membawa makanan yang gilang beli dan menikmatinya di meja makan.


" tega sekali awas kau ya " ancam gilang dan mengejar shivania memutari meja makan mereka kejar kejaran didalam rumah hingga kedua orang tuannya datang


nadia yang syok melihat menantunya lari didalam rumah dikejar oleh anaknya sungguh membuatnya syok dan akan jatuh pingsan

__ADS_1


" mama " teriak ketiganya tuan zae langsung menangkap tubuh istrinya


shivania dan gilang berlari mendekati nyonya nadia, gilang membantu membawa nyonya nadia membaringkan tubuh mamanya itu diatas sofa ruang tamu


" kalian ini kenapa lari lari membuat mama kalian ini syok saja bagaimana jika shivania jatuh, apa yang akan kalian rasakan jika itu terjadi " ucap tuan zae khawatir jika shivania terjatuh gilang dan shivania menunduk merasa bersalah


" maaf ayah "" lirih keduanya, tuan zae tersenyum melihat keduanya bukannya marah tapi tuan zae dan nyonya nadia takut terjadi sesuatu pada shivania dan calon cucu pertama mereka


" sudahlah menyebalkan sekali melihat wajah kalian pergi sana " usir tuan zae, gilang dan shivania saling tatap dan menunduk kembali dan tidak bergerak pergi dari sana


" kenapa masih disini pergi sana " usir tuan zae kedua kalinya


" tapi ayah, mama " ucap gilang mewakili


" memang kenapa mama kalian ? " tanya tuan zae


shivania dan gilang saling tatap kembali dan menunduk lagi


" pingsan " ucap keduanya bersamaan sambil menunduk


" kata siapa ? orang mama hanya mengerjai kalian saja " ucap nyonya nadia yang bangun dari aktingnya gilang langsung mendongakan wajahnya dan melihat mamanya begitu juga dengan shivania dia merasa lega jika mertuanya itu tidak apa apa, sedangkan gilang menggerutu tak jelas


" menyebalkan. sudah tua masih saja mengerjai yang muda " grutunya


" tak apa tua yang penting jiwa muda " ucap nyinya nadia menimpali, gilang pergi dari sana setelah tau nyonya nadia hanya akting, gilang sudah merasa takut khawatir dan bersalah namun ternyata


" dasar orang tua menyebalkan " grutunya sambil berjalan meninggalkan orang tuanya yang sedang tertawa bersama sama berhasil mengerjai anaknya. shivania mendekati mertuanya namun dia disuruh menyusul gilang


shivania pamit dan segera menyusul gilang naik dan masuk kedalam kamarnya.


nadin keluar dari kamarnya mendengar ribut ribut dari bawah dan dia langsung mendekati orang tua angkatnya, tidak ada rasa sungkan yang nadin rasakan dia sudah terbiasa dengan orang tua angkatnya nadin menyalami dan mencium kedua tangan orang tua angkatnya.


" malam mah malam ayah " ucapnya sambil duduk disamping nyonya nadia nadin menyenderkan kepalanya dibahu sang ibu angkat melingkarkan tangannya diperut wanita paruh baya itu.


" kenapa cintaku ada apa? " nyonya nadia khawatir, nadin menggeleng dan membenamkan wajahnya didada sang ibu, nyonya nafia membiarkan nadin seperti ini dia belai kepala anak permpuannya dengan lembut tuan zae memperhatikan keduanya tangannya ikut terulur membelai punggung nadin.


shivania yang sudah masuk kedalam kamar mencari keberadaan gilang mendengar suara gemercik air shivania yakin jika gilang sedang mandi, shivania membuka lemari untuk menyiapkan pakain gilang tak lama gilang keluar dengan handuk yang melilit dipingganya shivania memalingkan wajahnya saat gilang tersenyun kearahnya


" diih manyun, malu ya ketahuan liatin laki orang? " canda gilang


" diih siapa juga yang liatin laki orang? "


" terus laki siapa dong? "


" emang gak boleh liatin laki sendiri "


" laki sendiri siapa? "


" lakiku kakiku babibu puas " dengus shivania kesal

__ADS_1


gilang terkekeuh melihat shivania kesal


" menyebalkan sekali " grutu shivania meraih handuknya dan masuk kedalam kamar mandi, gilang masih terkeukeuh berhasil mengerjai shivania


__ADS_2