Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
langkah pertama


__ADS_3

genk sherina kini berkumpul disebuah ruang tamu


rumah yang berada didalam perkampungan namun jauh dari rumah warga terbilang terpencil agaplah seperti itu karena masih banya pepohonan yang masih asri belum terjamah oleh siapapun,


selain dikamar tempat favorit mereka sekarang adalah rumah itu rumah yang minimalis karena rumah itu tak ada orang hanya saja dua hari sekali ada yang membersihkannya dan orang itu adalah yang disuruh sheza untuk mengurus rumah itu


memang rumah itu belum sepenuhnya selesai bagian depan masih berantakan karena hari ini akan ada sheza dan kawan kawan maka pekerja diliburkan selama sheza berada ditempat itu


" zha loe tadi mau ngomong apa, sorry gue tadi nyela loe, " ucap shivania merada bersalah


sheza tersenyum menanggapi


" gak apa va gue tau kok maksud loe "


" zhaa,, emang gak ada makanan apa " teriak vina dari dalam dapur


semua menggelengkan kepalanya mendengar teriakan vina mencari maknaan bukanya sebelum kemari mereka sudah makan kenapa sekarang vina teriak minta makan lagi


" bukannya loe udah makan vin ? " ucap rina


" ya elah rin, kita kesini berapa jam ? 2 jam rina gue laper lagi tau... " vina gemas


" tuh dibagasi belum gue turunin ada makanan disitu sekalian keluarin semua ya, soalnya itu stok buat pekerja nanti.. " ucap sheza sambil menyodorkan kunci kedepan vina


vina langsung menyambar kunci itu lalu pergi keluar dengan senang hati


namun dibelakang vina mereka juga mengikuti karena tak mungkin vina bisa membawa semua belanjaan itu mereka berempat membawa dan membereskan semua kedapur


setelah beres mereka juga membersihkan diri dikamar masing masing ya sheza sengaja membuat kamar untuk masing masing temannya dan mereka juga dibelikan beberapa baju untuk mereka disana


sekarang semuanya sudah berkumpul kembali diruang tengah


" gaes gue kedapaur dulu, kalian mau makan apa? biar sekalian " tawar vina


" mie aja deh " ucap rina

__ADS_1


shivania dan sheza mengangguk setuju


vina melangkah masuk kedalam dapur menyiapkan makanan


tak lama makanan pun sudah jadi mereka makan diruang tengah sambil bicara


" lanjut zha loe tadi mau ngomong apa ke vina " ucap shivania sambil mengunyah makanan


" hmm, vin loe maukan ikut gue kerja dikantor bokap gue " tanya sheza membuat vina tersedak mie yang sedang dia seruput


" uhuk uhuk, lie bilang apa zha ? gue " vina menunjuk dirinya sendiri


sheza mengangguk


" iya, loe siapa lagi emang " sheza memutar bola matanya malas


" ih zha gue serius " vina memukul paha sheza


mereka makan dimeja tengah duduk bersila dilantai


" bukannya loe disuruh kuliah ? "


" ya kan gue bisa habis kulia langsung kekantor selama gue gak ada dikantor loe yang gantiin gue "


" baiklah gue mah ngikut aja "


shivania tertunduk sedih mendengar rencana sheza


dalam hal itu dia tidak bisa ambil bagian


sheza menepuk bahu shivania


" loe gak usah sedih pada saatnya nanti gue akan minta bantuan loe juga, tapi sekarang loe urus rumah tangga loe, jangan sampai masalah ini berlarut larut "


" ya va jangan terlalu di pikirin ini baru langkah pertama kita, " ucap rina tersenyum

__ADS_1


" terus besok pagi kita kemana " tanya vina


rina menggidikan bahunya


" kesuatu tempat yang kalian pasti akan suka " ucap sheza


sheza berpikir sejenak sebelum berbicara


" gaes, apa kalian mau kalau kita latitah menembak dan memanah ? " tanya sheza


mata shivania berbinar begitu pula rina namun satu gadis yang disana cemberut dengan ucapan sheza


ketiga temannya menatap tajam pada vina kenapa dia cemberut seperti itu


" loe kenapa vina nurlia " ucap sheza heran


" gue, takut ditembakan " ucap vina sedih


ketiga temannya menghela nafas berat


" emang siapa yang yang akan nembak loe " ucap rina serius


" hmmm, itu si hmm,, " vina gugup


" siapa vina "ucap bersamaan mendesak vina


" joe ! "ucap vina sambil memejamkan matanya


suara gelak tawa memenuhi ruangan itu mereka tau siapa itu joe


" ya ela vin loe itu takut sama cowo kaya gitu, emang kenapa kalau dia suka sama loe dan nembak loe bukannya dia juga ganteng " ledek shivania


" terus aja ledekin gue terus terus emang kalian teman yang suka mendzolimi teman sendiri " vina tambah mengerucutkan bibirnya


semua melihat kelakuan vina tertawa terbahak bahak

__ADS_1


malam itu dilalui sherina penuh dengan canda tawa sehingga shivania melupakan sejenak perasaan kesal dihatinya tanpa dia tau ada seseorang yang sedang menunggunya saat ini


__ADS_2