Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
kebenaran


__ADS_3

sheza kembali kerumah tuan darma dengan para pengawalnya sheza berpikir kenapa sampai seperti ini perlakuan daddy angkatnya bukankah ini sungguh aneh .


" assalamualaikum " ucap sheza setelah membuka pintu utama


" walaikum salam " jawab semua bersamaan


sheza menghampiri orang tuanya diruang tamu lalu bersalaman sesudah itu


duduk disamping ibu halima


" bu riska dimana ko gak ikut ngumpul " sheza mencari keberadaan riska adiknya


" lagi dibelakang ngasih makan ikan peliharaan sama mang jang.


" owh,,"


sheza berdiri dan pergi kekamarnya baru beberapa langkah sheza dipanggil


" zha udah sarapan belum " ucap ibu halimah sedikit mengeraskan suaranya


sheza menggelengkan kapalanya gimana mau sarapan ketika bangun saja tubuhnya pada sakit akibat kedua temannya


" nanti saja bu aku mau mandi dulu , baru sarapan " sheza menaiki tangga dan masuk kekamarnya


sheza menaruh tasnya diatas kasur lalu membuka lemari untuk mengambil handuk,sheza masuk kedalam kamar mandi setelah semuanya selesai sheza berganti pakaian


sheza memilih celana pendek selutut dan kaos lengan pendek berwarna putih karena hari ini hari liburnya sheza akan bersantai dirumah


sheza merapikan rambut, berniat menutupi luka dengan rambutnya


walau terasa biasa terluka namun orang tuanya pasti selalu khawatir


sheza turun mencari riska dikamarnya


" dE kamu ngapain " setelah sheza membuka kamar riska secara perlahan


orang yang dipanggil sedang tiduran sambil memainkan ponsel


" wiih ponsel baru tUh , lihat dong " godaa sheza melihat adiknya memainkan ponsel


" apaan sih ka ini tuh ponsel dapet dikasih sama tuan darma " ucap riska jujur


masih bermain cacing kesukaannya


" kapan ngasihnya ko kaka baru lihat " sheza melirik kedalam ponsel milik adiknya


" semalam, baguskan " riska memamerkan ponsel barunya sheza menganggukan kepala


sheza semakin merasa daddy angkatnya itu baik sekali terhadap keluarganya apakah ada sesuatu yang dia tidak tau ? tapi apa itu


sheza keluar untuk makan bertemu dengan daddynya sheza menguap menutupi mulutnya dengan telapak tangan


" ini gara gara semalam " gumam sheza tersenyum kearah dadnya


" e'h dad kirain siapa " ucap sheza malu dilihat dadnya saat menguap

__ADS_1


" apa kita bisa bicara sesuatu sebentar setelah kamu makan nak " tuan darma bertanya lembut keoada sheza,


" baik, nanti aku menyusul " sheza bergegas kemeja makan


sheza makan sendiri karena semua sudah sarapan tanpa kehadirannya


" dad mau bicara apa " setelah sheza masuk keruangan kerja dadnya


ternyata didalam ruangan itu bukan hanya dirinya dan tuan darma tapi ada juga ayah, ibu dan juga sekertaris dadnya


" waduuh ada apa ini kenapa ada sekertaris dad segala " batin sheza takut dia punya salah tak lama seorang dokter dipersilahkan ikut masuk kedalam pertemuan ini


sheza bingung kondisi seperti ini ada orang tua sekertaris dan juga dokter,sheza menggaruk rambutnya yang tidak gatal


" dad sebenarnya dad mau bicara tentang apa , kenapa ada dokter segala diruangan ini " sheza memberanikan diri untuk bertanya


ibu halima mendekati sheza dan memeluknya lalu berkata


" ini saatnya kamu tau sayang. segala sesuatanya dari kami " ibu halima meneteskan air matanya


sheza menghapus air mata ibunya


" katakanlah bu semuanya aku akan mendengarkan " sheza memeluk ibunya melirik kepada ayahnya


tuan darma memberi izin kepada pak reza untuk bicara lebih dulu


" nak kami harus pergi kembali pulang, dan ada sesuatu yang harus kamu tau " ucap pak reza


" katakanlah dad aku mendengarkan " sheza sambil memeluk ibunya


" nak sebenarnya kami ini bukan orang tua kandung mu " ucap pak reza dengan bergetar tak sanggup rasanya berkata jujur kepada sheza membuatnya kecewa


" tidak mungkin ayah kalian ini sedang berbohong padaku ia kan " sheza tak percaya dengan ucapan ayahnya


ketika melihat ibunya sesegukan menangis seperti itu sheza akhirnya percaya lalu bertanya


" lalu jika bukan kalian orang tua kandungku , dimana orang tua kandungku berada '" ucap sheza dengan bergetar menahan tangis sungguh sheza tak sanggup mendengar semua ini


tuan darma mendekati sheza dan berlutut padanya


" maafkan daddy nak , daddy tak bisa menjagamu dan mommy mu waktu itu , maafkan daddy sungguh daddy minta maaf padamu " tuan darma menangis sambil menundukan wajahnya


sheza mematung mendengarkan pernyataan satu persatu orang tuanya


lalu sheza mengingat keganjilan keganjilan yang dia dapat setelah memasuki rumah ini seakan sudah lama dia tinggal dan ada juga pelayan yang tau makanan apa yang sheza suka atau tidak dan terhadap ikan apa yang membuat sheza alergi


sheza ingat ketika sheza sedang makan dan akan memasukan ikan salmon kedalam mulutnya pelayan itu menghentikan sheza agar tidak memakan salmon itu ada juga saat sheza akan membuka lemari namun lemari itu terkunci perlahan sheza meraba kunci didalam lemari dibawah lepitan baju dia lakukan itu tanpa dia sadari


sheza memegangi kepalanya yang terasa sakit memikirkan sesuatu membuat bayangan bayangan memutar diotaknya dan sheza terjatuh pingsan


tuan darma menangkap tubuh sheza langsung menggedongnya keluar dari ruangan kerjanya


" ayah bagaimana ini , ibu takut sheza kenapa kenapa " ibu halima mendekati suaminya


pak reza langsung merangkul ibu halimah menenangkan istrinya

__ADS_1


" sudah bu jangan khawatir ada dokter yang akan menangani putri kita " ucao pak reza menyusul tuan darma masuk kekamar putrinya


dokter segera memeriksa sheza ketika sheza sudah berbaring ditempat tidurnya


" dok tolong selamatkan putri saya " ucap tuan darma dengan mengusap air mata yang menetes dipipinya


skertaris baru tuan darma melihat tuannya menangis diapun ikut mengusap air mata yang jatuh dipipinya juga,


melihat sang ayah yng begitu mencintai dan merindukan sang putri semata wayangnya.


keputusan yang sangat besar diambil meski tau akhirnya seperti ini


" sudahlah tuan nona sheza gadis yang kuat dan pengertian dia pasti mengerti semua ini " ucap adi skertaris tuan darma


" ya tuan kita harus menyemangati sheza untuk segera tersadar kembali " sambung pak reza setelah membawa ibu halimah masuk kekamar riska


" apakah aku terlalu egois " ucap tuan darma menutupi wajah dengan kedua tangannya merasa bersalah sekaligus frustasi


" tidak usah seperti itu tuan semua ini sudah terjadi, kami juga tidak mau terlalu lama menutupi semua ini dari sheza " pak reza menepuk bahu tuan darma


" bukankah sebelum kita bicara seperti ini, sudah dengan izin dokter " sambung pak reza lagi


" iya saya tau tapi saya takut sheza kecewa pada saya dan akan pergi meninggalkan saya untuk kedua kalinya " tuan darma berdiri berjalan mundar mandir di luar kamar sheza menunggu kabar dari dokter


" dok bagaimana keadaan putri saya " tanya tuan darma ketika dokter keluar dari dalam kamar


" maaf tuan untuk saat ini nona belum sadarkan diri, saya sudah mengurus semua untuk perawatan nona sheza selanjutnya , kita lihat dua sampai tiga hari apakah nona sadar apa belum jika dalam waktu itu kita harus segera mengoprasi nona " ucap dokter


" dok jika dioprasi apakah putri saya akan mengingat kembali masa kecilnya " harap tuan darma


" kita serahkan semua pada yang diatas tuan " dokter berlalu pergi keluar dari rumah tuan darma diantar oleh adi.


didalam kamar sheza yang tengah berbaring tak sadarkan diri,


dalam mimpi sheza melihat anak kecil berlarian kesana sini dikejar oleh orang tuanya bercanda tawa


namun ketika sheza mengenali siapa orang yang sedang bercanda dengan anak itu " daddy darma, dan apakah itu putrinya " tebak sheza


tak lama wanita cantik menghampiri keduanya dengan membawa minuman dan aneka kue " sudah dad jangan terlalu buat putri kita kecapean kasian tau " wanita itu mendekati anaknya lalu mengajaknya duduk dipangkuannya


sungguh kasih sayang terhadap putrinya sangat besar pikir sheza


setelah melihat kejadian itu sheza juga melihat orang orang yang menyeramkan ketika ada orang yang akan menculik anak itu namun gagal sudah berapa kali akan ada yang mencelakai anak itu,, sheza ingin menolong anak itu tapi dia tidak bisa untung saja ada orang yang menolong anak itu turun dari mobil mengajak anak itu untuk ikut lalu mengantarnya pulang kerumah dad darma


sheza melihat didalam mobil itu ada juga anak kecil, anak laki laki tepatnya


setelah kejadian itu anak kecil yang sheza lihat tidak keluar rumah seperti biasanya namun siang ini anak kecil dan ibunya mengantar tuan darma pergi


" sepertinya daddy akan keluar negri " tebak sheza


didalam perjalanan menuju bandara tidak terjadi apa apa sampai setelah kepergian dadnya supir dan istri anak tuan darma pulang kembali namun didalam perjalanan kecelakaan pun terjadi


sheza berteriak sekuat tenaga minta pertolongan untuk mereka namun tak ada siapa siapa disana sheza melihat mobil itu masuk kejurang dan meledak anak tuan drama dilempar keluar oleh ibunya terbentur batu besar dan mengeluarkan banyak sekali darah


tak lama pak reza datang membawa anak itu

__ADS_1


sheza mematung tak percaya apakah anak itu adalah dirinya


dan apakah yang diucapkan kedua orang tuanya tadi itu sungguh kebenaran jika sheza adalah anak kandung dari dad darmanya.


__ADS_2