
gilang yang merasa mulai mengantuk setelah memeriksa pekerjaannya kini tersadar bahwa shivania tidak masuk lagi kedalam kamar mereka,
akhirnya gilang memutuskan untuk keluar.
gilang turun dari tangga lalu memutar penglihatannya mencari shivania ditemukannya shivania sedang tidur disofa
" maaf jika dengan cara seperti ini aku menyakitimu " gumam gilang
gilang menggendong shivania pindah kekamar mereka
" jangan pergi, aku mencintaimu" ucap shivania memegang tangan gilang
Deg....
prasaan aneh apa lagi ini yang muncul..
seketika gilang diam mematung mendengar pernyataan shivania yang mencintainya ..
senang ya pasti itu lah yang ditunggu oleh gilang pernyataan cinta dari shivania
namun rasa itu sirna seketika melihat mata shivania yang masih terpejam dan mengeluarkan kata kata yang lain lagi
"
" ya ampun.. harusnya aku tau " keluh gilang naik ke atas kasur tidur disebelah shivania
dengan perasaan yang lumayan bahagia sudah menikahi wanita yang telah membuat dirinya jatuh cinta lagi gilang memandangi shivania membelai rambut sampai wajahnya
shivania yang tak bisa berlama lama diruangan yang ber AC merasa kedinginan lalu memeluk gilang dengan erat tanpa membuka matanya merasakan kehangatan yang dia dapat menelusupkan wajahnya ke dada gilang membuat gilang tersenyum bahagia.
namun senyum itu harus luntur ketika shivania terus menerus menggesekan hidungnya didada gilang.
membuat gilang kalang kabut dibuatnya
" ya ampun kenapa dia melakukan ini, tolonglah berhenti " batin gilang
lama lama gilang pun merasakan hawa panas menjalar ditubuhnya
setelah shivania tak sengaja menyentuh bagian area terlarang milik gilang karena shivania terus merapatkan tubuhnya dengan tubuh gilang
perlahan gilang melepaskan pelukan shivania namun na'as shivania malah mengeratkan pelukannya
setengah jam berlalu gilang pun bernafas lega karena kini pelukan shivania terlepas karena gilang mematikan Ac sepuluh menit lalu.
gilangpun buru buru masuk kedalam kamar mandi untuk menaklukan si tongkat ulongnya.
lima belas menit kemudian gilang keluar dari kamar mandi gilang melirik jam dinding dikamarnya menunjukan pukul 02:58 dini hari
gilang naik keatas kasur hanya mengenakan boxer saja lalu mendekatkan tubuhnya kepada shivania terlintas otak jail gilang mulai merasukinya
" tidak akan berdosa jika istri sendirikan ? " batin gilang mulai menjalankan aksinya.
perlahan gilang menyingkap selimut yang dikenakan shivania lalu beralih pada kemeja putih yang semakin mempermudah gilang melancarkan rencananya
dengan hati-hati dan mata yang terpejam gilang mulai mengangkat bahu shivania dan melepaskan kemeja yang dikenakan shivania setelah berhasil kini tubuh shivania ditutup kembali dengan selimut lalu beralih pada bagian bawah
perlahan gilang meraba pinggul shivania
perlahan namun pasti gilang menurunkan celana yang dikenakan shivania.
shivania menggeliat kembali ketika merasakan sesuatu namun tak sampai membuka matanya lalu tertidur kembali.
acara pernikahan membuat dia terlalu lelah sehingga yang dilakukan oleh gilang tak membuat dirinya terbangun
gilang kembali berhasil melepaskannya lalu melemparkan kesemabarang arah
kini gilang sudah bernafas lega rencananya pasti berhasil
" kita lihat apa reaksi mu sayang " gilng tersenyum membayangkan wajah panik shivania besok pagi
gilang tidur disebelah shivania dengan posisi membelakangi shivania.
namun apa daya ketika tubuhnya dipeluk dari belakang oleh wanita yang menjadi istrinya sekaligus wanita yang dicintainya
ingin melakukan hal itu tapi apa asik dan enaknya tanpa persetujuan dari wanita yang dia ingini
alhasil gilang menahan rasa yang menghinggap kembali didirinya
tak ingin berlama lama dengan posisi seperti ini gilang mencoba melepaskan tangan shivania dari tubuhnya
merasa shivania akan terbangun gilang buru buru menghadap shivania lalu memeluknya erat dengan mata terpejam
8 menit kemudian gilang pun tertidur dengan lelap
mata yang terpejam bagai dilem besi itu terbuka
__ADS_1
ada perasaan bersalah pada dirinya belum bisa melayani pria yang sudah sah menjadi suaminya
shivania sebenarnya sudah terbangun sedari dia dipindahkan dari sofa
shivania ingin tau gilang pria seperti apa apakah pria yang bisanya memanfaatkan keadaan
toh yang melakukan itu adalah suaminya.
" jika saja kau bukan suamiku saat ini , sudah kupastikan tongkat ulongmu aku patahkan " batin shivania merasa wajahnya memerah karena sangat malu ketika satu persatu kain yang dia pakai dilepas lalu dilempar begitu saja
wajah yang tadinya memerah dan bibir yang kumat kamit merutuki gilang kini tersenyum
" kau ingin bermain main dengan ku okay aku ladeni " shivania tersenyum penuh arti
shivania kembali memeluk gilang dengan erat demi melancarkan aksinya
shivania sebenarnya tak ingin melakukan hal itu tapi dia harus melakukannya menerima pernikahan ini dan mencoba menerima gilang sebagai suaminya shivania mencoba untuk tidur kembali
flash back..
nak jangan kecewakan ayah dan ibumu " ucap ayah rudi
" kenapa ayah bicara seperti itu ? apakah shiva melakukan kesalahan " tanya shivania merasa takut
" tidak, tapi ayah ingin melihatmu bahagia, terima dia sebagai suamimu cintai dia sebesar dia mencintaimu " lanjut ayah rudi
tapi ayah ,, " shivania ragu dengan ucapan ayahnya
" ayah tau semuanya "
maksud ayah apa shiva gak ngerti " shivania bingung
sudahlah kau turuti perkataan ayah, lagian ayah ingin cepat punya cucu "
tidak, jika ayah tak menjelaskan semuanya " desak shivania
baiklah, ayah melihat dari tatapan mata nak gilang penuh cinta ketika melihatmu " mengelus kepala shivania
dari mana ayah tau itu cinta , bisa saja itu hanya rencananya "
rencana apa ? " tanya ayah rudi
shivania keceplosan
maksud shiva rencana mengambil perhatian dari ayah dan ibu biar dikata menantu idaman " shivania tersenyum kaku
sudahlah dengarkan ayah. tak ada salahnya juga kan " ayah rudi pergi meninggalkan shivania dipanggung sendirian karena gilang saat itu sedang bersama rekan bisnisnya.
pagi hari sheza yang sudah terbangun dari tidurnya langsung masuk kedalam kamar mandi
setelah selesai sheza berganti pakaian.
sheza tak menyadari apa yang dilakukannya itu seperti yang sering dilakukannya dulu
sheza duduk ditepi kasur smbil mengeringkan rambutnya lalu berdiri berjalan kearah lemari hias yang berada disamping kasur sebelah kiri sheza membuka pintu lemari itu lalu melihat wanita cantik yang sedang digandeng olehnya
" wanita ini siapa ? apakah ini anak dan istri daddy " gumam sheza
bayangan hitam mendadak hinggap dipikiran sheza membuat sheza pusing dan terjatuh tak sadarkan diri.
gilang terbangun namun matanya enggan terbuka tangan gilang meraba raba sesuatu namun tak dapat menemukannya gilang langsung membuka mata dan melihat tak ada siapa siapa disampingnya..
" kemana dia, harusnya kan dia menjerit lalu minta tanggung jawab " ucap gilang
" memang aku harus minta tanggung jawab apa ? " tanya shivania yang keluar dari kamar mandi setengah mati menahan tawanya
lalu buat apa aku menjerit " lanjut shivania masih memojokan gilang
apakah enak dengan gaya gedebok pisang " ucap shivania
haah !! ge.. debok pisang ? " gilang terbata
ya " singkat shivania
gilang melongo ketika shivania bicara seperti itu
bagaimana rasanya apa kau menikmatinya apakah lebih menyenangkan dari pada melakukan itu disaat kedunya terjaga ! "shivania masih mengerjai gilang ada rasa geli ketika mengucapkan hal itu
gilang tak habis pikir dengan ucapan shivania yang terlalu menurutnya.
seperti dia sudah melakukan hal tersebut
" apa kau tak merasakan sakit diarea " ucap gilang melirik arah bawah shivania
shivania langsung menutupinya gerogi pasti ketika ditanyakan seperti itu diakan belum merasakan akan hal itu
__ADS_1
" kenapa harus sakit ? " tanya shivania
apa jangan jangan kau sudah tak " ucapan gilang terpotong
" hey kau jangan macam macam aku ini sekarang istrimu jadi mau tidak mau kau harus bertanggung jawab jika saja nanti aku hamil " ucap shivania menaikan nada suaranya
shivania menjauhi gilang
" apakah sesakit itu " gumam shivania bergidik ngeri...
ucapan shivania meski kecil tapi gilang bisa mendengar dengan jelas
senyum mengembang dibibirnya
" ternyata kau ingin bermain juga rupanya " batin gilang
gilang menarik tangan shivania agar mendekat tapi bukan mendekat malah tertimpah oleh tubuh shivania
gilang yang belum sepenuhnya bertenaga
seketika gilang dan shivania saling pandang baju yang dikenakan shivania bagian dadanya terbuka didihadapan gilang langsung menelan salivanya susah
" lepaskan kau itu mesum sekali " ucap shivania
hey bukannya kita melakukan itu semalam " tanya gilang mengangkat kedua alisnya
me melakukan apa " shivania terbata
bukanya kau tadi yang bilang ,! kenapa kita tak mencobanya ketika kita terjaga " ucapann gilang membuat shivania merasa takut akankah pagi ini keperawanannya akan hilang oleh suaminya ?
kanapa kamu takut ? apa jangan jangan yang aku pikirkan tentangmu itu benar " goda gilang
pikiran tentang apa ? "tanya shivania gerogi
kalau kau sudah tak perawan lagi "
buk...
shivania melemparkan bantal kesal dengan ucapan gilang
jaga ucapanmu " bentak shivania
maka penuhilah kewajibanmu sebagai seorang istri "
tapi kau tak berhak memaksaku seperti ini "
aku tidak memaksa aku hanya meminta hak ku saja , apa itu tidak boleh "
shivania merasa terpojok lalu terdiam mengingat perkataan ibunya
layani suamimu dengan baik jangan sampai rumah tanggamu hancur karena ego masing2 dia adalah imammu maka turuti apa yang dia katakan selama itu adalah hal baik untukmu, memberikan haknya adalah pahala untukmu
baiklah tapi bukan sekarang nanti malan saja lagian ini sudah pagi aku lapar " shivania mencoba bernegosiasi
baiklah " gilang bangun dari tidurnya lalu pergi kekamar mandi
bersiap siaplah untuk nanti malam " ucap gilang lalu menutup pintu
deg..
shivania merasa bersalah sekaligus takut bercampur gerogi
apa yang harus dia lakukan apakah dia harus meminta bantuan pada temannya
tidak mungkinkan dia harus meminta solusi tentang itu ?
mau bertanya pada sheza ,, sheza juga belum pengalaman
akhirnya shivania mencari dimbah google bagaimana cara menyenngkan suami diatas kasur
" ya ampun apakah harus seperti ini ? " gumam shivania mencari diyoutube agar lebih bisa jelas
ya allah geli sekali melihat wanita yang duluan menyerang " shivania bergidik melihatnya.
shivania melihat jam menunjukan jam 7 pagi lalu menaruh hpnya diatas nakas
shivania kelur dari kamar hendak memasak makanan untuk mereka berdua
sebelum itu shivania menyiapkan keperluan gilang untuk pergi kekantor
setelah selesai shivania langsung pergi kedapur.
gilang sudah selesai dengan ritual mandinya kini menatap pakaian yang tergeletak diatas kasur ruangan yang sudah rapi baju yang sudah tersedia membuat gilang tersenyum bukan dia tak memiliki seorang pelayan untuk semua itu tapi beda rasanya jika yang menyiapkan adalah seorang istri yang dicintai .
**maafkan aku yang lama up soalnya kemaren sungguh sibuk gak ada hentinya orang selametan dari nikahan ampe 7 harian orang meninggal...
__ADS_1
maafkan dari penulis acakadut seperti ku 🙏**