Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

gilang meninggalkan shivania dan juga nadin dirumah, gilang sendiri langsung pergi kekantor dan sesampainya didepan kantor, ketika gilang hendak turun riko datang dan begitu melihat gilang riko cepat keluar sedikit terburu buru berjalan segera riko membuka pintu dan membungkukan setengah tubuhnya dihadapan gilang sambil menyapa


" selamat sore tuan " sapa riko gilang mengangguk dan segera masuk kedalam kantornya riko mengekor dibelakang gilang sampainya didepan pintu ruangan gilang, riko melangkah cepat untuk membuka pintu


" silahkan tuan " ucapnya gilang masuk keruangannya sambil melonggarkan sedikit dasi dilehernya gilang duduk dikursi kebesaran miliknya


riko keluar menghampiri meja sekertaris dan mengambil berkas lalu dia kembali keruangan gilang


" tuan kita harus pergi untuk bertemu dengan mr. hong jam 6 sore ini " jelas riko gilang mengangguk


" baiklah persiapkan saja semuanya, oh ya berikan semua berkas dan dokument yang belum sempat saya kerjakan bawa keruangan saya " gilang akan mengerjakan pekerjanya sebelum pergi menemui mr hong


riko mengangguk lalu membuka pintu dan segera mengambil apa yang tuannya minta.


dirumah shivania kelelahan karena seharian berada dimobil pinggangnya terasa sakit begitu juga dengan betisnya terasa sangat pegal


"masa ampun kenapa badan gue pada sakit begini sih " keluhnya


" apa jangan-jangan gara-gara tadi pagi ?" pikir shivania


" masa ia sih !! tapi bisa juga sih gue terlalu semangat idih ko gue kaya gini sih bisa doyan begitu,, aaaaah gue jadi mau lagi " teriak shivania


tok.. tok.. tok..


nadin mengetuk pintu kamar shivania


" siapa ? "


" aku ka " nadin dari balik pintu


" owh,, masuk aja gak dikunci ko "


" ada apa ndin ko mukanya ditekuk begitu ? " ucap shivania setelah nadin masuk kedalam kamarnya nadin memanyunkan bibirnya berjalan mendekati shivania


" sini sini duduk " shivania menarik tangan nadin agar duduk disebelahnya


" ada apa ? " kembali shivania bertanya


" ka kapan mama pulang " rengek nadin rindu dengan mama nadia


" diih dasar manja " ledek shivania turun dari ranjang membuka tasnya dia ambil ponsel miliknya dan segera menghubungi mertuanya itu tak lama panggilan itu tersambung shivania langsung memberikanya pada nadin, nadin langsung menyambar ponsel dari tangan shivania.


tak ingin menganggu nadin shivania keluar dari kamar mencari pelayan shivania meminta seorang pelayan mencarikan tukang pijat untuknya


" tolong suruh kesini secepatnya ya saya tunggu " ucap shivania setelah berbicara dengan pelayan shivaniaa kembali kekamarnya.


tak mau nanti disalahkan tuannya pelayan itu ingin menghubungi tuannya tapi dia takut dan akhirnya menghubungi riko


" baiklah saya akan kirimkan seseorang kesana untuk nona tapi ingat selama nona dipijat harus ada orang yang menemaninya disana kalian paham " tegas riko


" paham tuan " ucapnya


riko segera menghubungi orang yang akan memijat shivania pastinya sebelum itu riko memberitahu sang pemilik shivania terlebih dahulu.


" carikan yang wanita saja, kamu tau kan saya gak mau milik saya disentuh apa lagi dilihat pria lain walau secuil akan saya patahkan tulang-tulangnya " ucap gilang dengan nada sedikit kesal


" saya tau tuan muda, bukan anda saja tapi saya juga emang tuan muda doang yang punya bini " batin riko


" baik tuan saya mengerti " riko bergegas keluar menelpon seseorang .

__ADS_1


sheza kembali bekerja sebelum itu dia menelpon daddynya yang masih belum pulang dari urusan pekerjaanya


" baiklah dad, aku mengerti terserah dady saja tapi aku mau kasih tau jika kemarin aku melihat dia bersama seorang wanita cantik banget aku pikir itu wanitanya " sheza mendelikan matanya mencoba bernegosiasi tapi sepertinya itu percuma saja.


" owh ya apa anak daddy sedang cemburu " ucap tuan darma


" diih cemburu ? daddy ada ada saja udahlah daddy jangan bahas itu, daddy kapan pulang ? " sheza mengalihkan pembicaraan


" apa daddy lupa kalau ada putri daddy disini tega amat " cibir sheza


" daddy belum selesai disini tapi yang pasti jika sudah beres daddy pasti langsung pulang sayang "


" baiklah daddy baik-baik disana jaga kesehatan daddy jangan lupa makan dan satu lagi bawa kan aku ibu baru ok "


" hey apa maksudnya!! " tuan darma


" gak ada maksud,, udah ya aku tutup dulu asalamualaikum daddy tersayang jangan lupa oleh olehnya juga baaay " sheza menutupnyah


sheza pulang kerumah bu halimah merasa sangat rindu dengan orang tua angkatnya itu, ternyata sampai disana rumah itu kosong tidak ada orang disana kemana bu halimah dan pak reza??


sheza segera menghubungi bu halima ternyata mereka ikut dengan pak reza keluar kota niat ingin menginap dirumah itu kini gagal akhirnya sheza pulang kekediaman tuan darma


sheza menghubungi rina karena hanya mereka berdua saja yang belum menikah.


" sorry shez gue gak bisa " ucap rina


" gak bisa. ? emang loe ada kerjaan penting? "


" gak, eh ia penting udah ya nanti gue hubungin lagi daah "


" ok lah dah , eh tapi" sheza akan bicara namun keburu dimatikan oleh rina


" kenapa tuh anak, kaya ada sesuatu " pikir sheza merasa ada yang ditutupi oleh rina.


" bar sebenarnya loe mau ajak gue kemana sih loe bisu apa tuli jawab " rina mulai sedikit marah sudah kesekian kalinya dia bertanya namun tak kunjung dijawab


bara menghentikan laju mobilnya dan dia segera keluar lalu membuka pintu untuk rina ditariknya lengan rina oleh bara


" loe apa apan sih maen tarik aja, loe mau ngapain " ucap rina yang masih ditarik oleh bara dan dibawa masuk kedalam rumah apakh itu rumah bara?


" lepas, dan jawab atau gue hajar " ancam rina merasa ada yang aneh dengan sikap bara


"lepas gak lepasin " bentak rina menarik paksa tangannya dari tangan bara hingga lepas rina mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit


" dasar pria aneh dikira gue tali tambang apa " rina kesal tak disangka bara malah berjalan kearah rina


" mau apa loe jangan maju, jangan deket deket jauh sana " rina mendorong dada bara dengan kedua tangannya..


gilang telah selesai dengan pekerjaannya dan kini riko datang akan mengajak gilang keluar bertemu dengan tuan hong didalam perjalanan giang menyempatkan diri menghubungi shivania


" halo sayang, sayang sedang apa " tanya gilang ketika tersambung dengan shivania


" aku baru saja selesai diurut mas , sekarang giliran nadin kamu lagi apa mas? "


" lagi dimobil dan duduk manis didalamnya "


" diih so manis amit sih,, memangnya kamu mau kemana pake acara duduk manis segala ketemu gebetan ya? "


" ya gebetan kerjaan doang ,, mas mau bertemu mr hong sayang gak usah cemburu gitu tenang aja as hanya milikmu seorang seutuhnya "

__ADS_1


" preet lah, ya udah hati-hati dijalan kalau udah sampe tujuan kabarin aku ya daaah suamiku "


" aeet tunggu dulu kamu mau kemana? " tanya gilang masih rindu dengan shivania padahal hanya baru beberapa jam gak bertemu


" aku mau mandi mas badan aku lengket semua, sama persiapan nanti kamu pulang kita maen tembak tusuk mau? "


" atu mau lahh "


" ya udah aku tutup ya daah muacch " shivania menutup telponnya gilang semakin bersemangat dan ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali pulang.


sheza duduk diujung bibir tempat kasur sambil memutar mutarkan ponsel ditanganya


" bingung mau ngapain ya " sheza kesepian


" apa gue telpon vina kali, tapi mungkin lagi sama riko " gumam sheza.


" nasib-nasib " ucap sheza sebelum merebahkan tubuhnya diatas kasur lama kelamaan mata sheza tertutup dan tak lama nafas sheza mulai teratur tanda sheza sudah tidur nyenyak.


" gue minta tanggung jawab loe " ucap bara sambil meegamg tangan rina kembali


" maksud loe apa? gue gak salah dengar, loe minta tanggung jawab ? ke gue " tunjuk rina kedadanya sendiri bara mengangguk


" ya loe harus tanggung jawab "


" emangnya apa yang telah gue lakuin hah ngehamilin loe? nabrak loe? jahatin loe gak kan lalu kenapa gue harus tanggung jawab ada juga loe yang gue laporin " cerocos rina kesal


" gue gak mau tau pokonya loe harus tanggung jawab kalau gak " bara menarik pinggang rina sampai menempel pada perutnya


dag dig dug dag dig dug


suara jantung rina terasa sedang ber dj didalam sana


" to tolong lepaskan tanganmu dari pinggangku ini tidak benar aku mohon " gugup rina meski di bisa menggunakan tinjunya namun kali


ini dia tak bisa sungguh dia gugup baru kali ini terlalu sangat dekat dengan pria lain selain ayahnya


" tidak sebelum kau tanggung jawab " bara kekeuh


" baiklah, tapi lepaskan dulu "


bara melepaskan tanganya dari pinggang rina dengan terpaksa


" baiklah kamu mau aku tanggung jawab seperti apa? " ucao rina pada intinya


bara tersenyum aneh membuat bulu kuduk rina meremang


" kenapa dia tersenyum seperti itu " rina mengusap belakang lehernya


" aku ingin kau menikah denganku " ucap bara dengan lantang saat mengucaokan kalimat tersebut rina melongo tak percaya apa dia salah dengar


"maaf aku tidak mendengarnya, apa yang kau katakan barusan "


" aku ingin kau menjadi istriku dan aku tidak menerima penolakan darimu " ucap bara sedikit lebih keras dibanding tadi


rina mengerjapkan matanya berulang ulang lalu menggaruk telinganya yang tidak gatal sama sekali begitu sadar dengan ucapan bara rina lunglai sedikit lemas namun bara cepat menangkap bahu rina menyenderkannya didada bidang milik bara


" jadilah istri dan ibu bagi anak anakku rina " ucap bara diatas kepala rina kini posisinya bara sedang memeluk rina.


deg..

__ADS_1


terasa panah langsung tertancap tembus diulu hati rina saat bara mengucapakan kalimat tersebut


rina tidak tau harus menjawab apa dia sangat terkejut dengan kejadian yang baru terjadi rina pingsan begitu saja entah itu beneran atau hanya untuk menghindar dari jawaban itu.. rina lah yang tau...


__ADS_2