Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
kewalahan


__ADS_3

sheza sudah dibawa kerumah tuan darma para sahabatnya juga ikut kerumah dan malam ini mereka akan menginap dirumah sheza kecuali shivania jangan ditanyakan kenapa shivania tidak ikut bergabung karena sudah tau pasti dia tidak akn diizinkan oleh my likinya.


" va, kenapa gak nginep aja sih, kan gak seru.... " ucap vina mengaharap shivania juga ikut bermalam disana setelah mereka didalam kamar sheza


" udah lah vin, sekarangkan dia udah punya buntut jadi, gak bisa semaunya.. " jelas rina sambil menggoda shivania


" udah kalian ini, pada gangguin shivania mulu, va suami kamu udah nungguin dibawah ! " bu halimah sengaja masuk kekamar sheza karena untuk memanggil shivania


" ya bi, sheza gue pamit pulang ya,,, cepat sembuh muuacch "teriak shivania memberi ciuman jarak jauh karena sheza baru masuk kedalam kamar mandi


" gaes,,, tolong jaga sheza buat gue juga ya.... " ucap shivania tersenyum


shivania mencubit pipi vina karena gemas melihat vina cemberut melihat shivania akan pulang


" gak usah cemberut gitu kali ach jelek tau , nanti jika diizinin gue juga nginep untuk sekarang belum bisa " shivania merayu vina denagn memeluknya


rina yang melihat kejadian itu hanya mampu menghela nafas


sheza keluar dari kamar mandi dibantu olehibu halimah yang segera memegang tangan sheza membantu mendudukannya di tempat tidur


setelah berpamitan dengan sahabatnya shivania keluar dari kamar itu diantar oleh bu halimah kebawah


sampai dibawah benar yang diucapkan bu halima gilang sudah menunggunya


dari rumah sakit shivania ikut dengan sheza sedangkan gilang akan menjemput shivania dirumah tuan darma karena tadi sewaktu dirumah sakit gilang melihat sekertaris sahabatnya,


gilang bicara dengan bara karena gilang khawatir jika sahabtnya itu masuk sakit. setelah selesai bicara gilang mendapatkan telpon dari riko dan oergi sebentar


setelah shivania mengirimkan pesan pada gilang, gilangpun memberi izin padanya itu juga gak gratis shivania harus membayarnya nanti saat mereka didalam kamar berdua saja " tuan saya pamit pulang ,terima kasih atas kopinya dan menjaga istri saya " ucap gilang berpmitan pada tuan darma


" a,h tak perlu sungkan, shivania sudah aku anggap anak juga jadi, seering seringlah main kesini dan sesekali menginap disini " ucap tuan darma


" baiklah tuan darma saya dan istri undur diri. " ucao gilang


shivania memeluk bu halimah dan mencium tangan tuan darma dan pk reza


" hati ghati dijalan, " ucap bu halimah shivania menganggukan tersenyum


mereka keluar dianter oleh bu halima dan juga pak reza sedangkan tuan darma langsung kedalam lagi dan naik keatas masuk kekamar untuk menengok sheza.


karena sudah malam dan sheza sedang sakit sheza langsung mengajak kedia temannya untuk tidur ketika sheza bersiap untuk tidur tuan darma mengetuk pintu dan vina yang membukakannya.


tuan darma menghampiri sheza untuk mengucapkan selamat malam dan menciin kening sheza sebelum tidur


" mimpi yang indah nak, jangan terlalu memporsir otak mu mengingat masa lalu " tuan darma khawatari sheza jatuh terbaring seperti sebelumnya


sheza menganggukan dan membaringkan tubuhnya di atas kasur


setelah itu tuan darma keluar


kedua teman sheza merasa senang dengan sikap tuan darma terhadap sheza dan tentu pada mereka juga baik, apa lagi mereka bisa menginap kapan saja anggap saja rumah mereka juga..


karena takut akan keselamatan sahabat mereka, rina dan vina tidur berdua sedangkan sheza tidur sendiri dikasurnya.


para pelayan sudah menyediakan kasur untuk kedua teman sheza dan sekarang mereka tinggal menempati semua itu dan mereka menuju alam bebas didalam mimpi.


berbeda dengan shivania dia kewalahan menghadapi sikap gilang yang mulai banyak bicara entah tentang apa saja yang shivania lakukan dan memakai sesuatu maka dia akan mengoreksinya dahulu seperti saat ini


setelah sampai kerumah dan membersihkan diri terlebih dahulu shivania langsung membuka lemari dan mengambil pakaian


gilang langsung merebutnya dan berkata


" jangan pakai yang ini, " gilang menyimpan kembali baju yang tadi shivania ambil shivania menurut saja

__ADS_1


gilang mengambilkan baju tidur warna pink fanta karena dia suka shivania dengan warna itu


shivania memakai baju itu dan langsung naik keatas tempat tidur


setelah mencari pakaian untyk shivania gilang masuk kedalam kamar mandi


tidak membutuhkan banyak waktu gilabg sudah selesai dan memakai bajunya dan merebahkan dirinya disamping shivania


" kau sudah tidur ? " ucap gilang mengelus dan mencium kening shivania denga lembut


" hmmm " shivania tanpa membuka matanya gilang tersenyum mendengar jawaban shivania


ternyata shivania belum tidur rupanya


gilang menarik shivania kedalam pelukannya


wajah shivania dihadapkan dengan dada bidang milik gilang


" apa apan ini, semoga saja dilupa ingatan, " batin shivania takut jika gilang menagih janjinya


" sayang, kau tidak lupa bukan dengan janjimu, maka tepatilah sekarang " bisik gilang didekat telinga shivania


Deg...


shivania membuka matanya kaget baru saja dia mengatakan didalam hati , apakah dia mendengar suara hatinya seperti yang ada di sinetron ?


merasa tak ada jawaban


" atau apakah harus aku duluan melakukannya, kau tidak keberatan bukan " lanjut gilang lagi


shivania gugup dan pura pura tidak mendengarkan


tanpa shivania duga gilang langsung gilang membalikan tubuh shivania agar terlentang


" ma, mau apa '" shivania menelan salivanya


" tentu saja menagih janjimu " ucap gilang membuka ka***ng baju shivania satu persatu


" ja, jangan sekarang aku lelah " ucap shivania beralasan


" kau tak usah bekerja dan nikmati saja permainanku " gilang mengecup bibir shivania sekilas dan melancarkan aksinya malam itu


wajah shivania memerah karena malu tapi apalah daya dia tak bisa menolak lagi


kegiatan itu mereka lakukan sampai menjelang subuh


mereka mandi dan setelah itu sholat bersama setelah itu mereka tidur kembali.


pagi ini kedua teman sheza pulng untyk menjalankan pekerjaan mereka masing masing setelah sarapan tentunnya


" tante, makananya enak banget, aku suka " ucap vina setelah selesai makan


bu halima tersenyum


" alhamdulilah jika kalian suka saya senang mendengarnya " bu halima berjalan kedapur membawa piring kotor


" kalian jadi nginep disini lagi kan ? " tanya sheza


" ya kalau gue mah terserah rina aja kalau dijemput ya ikut " ucap vina melihat kearah rina


" ya udah nanti gue jemput, tapi zha kapan kita akan melakukan hal itu ?" ucap rina


" sttttt , jangan bicara seperti itu disini gue gak mau jika dad gue dengar bisa berabe kita bicara hal ini sudah ada shivania saja bukannya nanti malam vania bakalan nginep ! " ucap sheza

__ADS_1


sheza sudah merasa sudah sehat dan sekarang mereka makan diruang makan


rina vina mengangguk bersamaan


" baiklah kita bahas soal ini nati malam , gue juga harus chat lagi shivania jadi apa tidaknya " lanjut sheza khawatir jika shivania tidak diizinkan oleh gilang


namun saat itu shivania sedang makan bersama dengan gilang


" kamu yakin akan pergi hari ini ke itali ? " tanya shivania meyakinkan ucapan gilang


" hmmmm " gilang sambil mengunyah makanannya


ini kesempatan shivania untuk minta izin karena semalam gilang memberi tau jika dia akan keluar negri untuk 3 hari


" jika begitu, apa aku boleh kerumah sheza untuk menginap ? " ucap shivani memperhatikan wajah gilng


gilang menaruh sendok diatas meja dan melihat shivania dengan tajam


shivania yang dilihat merasa gugup dan


" ji. jika kau tak izinkan maka aku tidak apa apa " ucap shivania menunduk sedih


gilang tersenyum melihat shivania


" pergilah. tapi ingat beri aku kabarmu dan jangan lupa setiap 10 menit aku akan menelponmu jika tidak kau angkat maka bersiaplah hukumanmu menanti setelah aku pulang " ancam gilang


shivania meneguk salivanya dengan kasar


hukuman macam apa yang akan diberikan shivania terdiam


" kau hati hatilah dirumah dan kabari aku jika sudah dirumah tuan darma. " ucap gilang mengecup kening shivania


" aku mencintaimu " bisik gilang ditelinga shivania


shivania kaget mendengarnya dan langsung meliahat kearah gilang tak lama dia tersenyum


shivania tersipu malu dan gilang merasa gemas akan hal itu gilang mencium bibir shivania sekilas dan memandangi wajah shivania yang merah merona karenanya


" hey, kenapa dengan wajahmu.. " goda gilang sambil mengangkat dagu shivania,


shivania langsung merangkup wajahnya dengan kedua tangan


memang terasa panas bukan itu saja jantung yang berada didadanya sudah tak terdengar berdetak lagi pikir shivania


gilang tertawa terbahak bahak melihat kelakuan istrinya sungguh menggemaskan baginya.


" jangan menggoda ku terus " ucap shivania memukul dada gilang dengan manja


" maaf jika kau sendiri dirumah, karena ibu dan ayahku dari kemarin sudah berada diprancis, "


" tidak apa apa , lagian kan aku nginep dirumah sheza jadi it's okay " shivania membawa tas kerja gilang


keperluan gilang pergi sudah dinaikan kedalam mobil dan langsung akan kebandara


" ingat jaga dirimu, jadilah istri penurut "


" ia baiklah, kau juga jangan macem macem jika tidak " shivania meniup kepalan tangannya


" ok baiklah nyonya, seperti yang kau inginkan sayang... " mengacak rambut shivania dan menciumnya dengan lembut


gilang masuk kedalam mobil dan pergi shivania masih berdiri ditempatnya setelah mobil hilang dari pandangan shivania baru dia masuk kedalam rumah kembali untuk mengabari the genknya ...


shivania akan pergi nanti siang saja rina dan vina akan menyusul nanti sore...

__ADS_1


__ADS_2