Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
baru permulaan


__ADS_3

tepat jam lima sore shivania sampai dirumah bi nati yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah melihat shivania turun dari mobil langsung menghampiri shivania


" zha loe gak masuk dulu ? " ajak shivania keluar dari dalam mobil


sheza tidak ikut masuk karena ada urusan lain lagi biasa dia harus ketempat pelatihan disana vina rina sudah menunggu


" gue ikut boleh gak ? " shivania terlihat sedih tidak bisa ikut gabung dengan yang lain


" nanti jika urusan loe udah beres dan ponakan gue udah brojol baru loe ikut " sheza cekikikan


" lama donk " ucap shivania kecewa namun ikut tertawa


bi nati sampai dihadapan shivania menyapanya sedikit membungkukan bahunya


" bi saya gak mau lihat bibi membungkuk seperti itu, walaupun saya majikan bibi tapi bibi tetap lebih tua dari saya " ucap shivania tegas tidak suka dengan kebiasan bi nati itu sheza tersenyum mendengar ucapan shivania dia berdiri disamping shivania


sheza mengusap lembut bahu bi nati dan tersenyum


" benar bi, anggap saja shivania anak bibi itu lebih baik " sheza terseyum ke bi nati, bi nati mwngangguk dan tersenyum


" baik nona "


sheza pergi meninggalkan shivania disana, shivania masuk dan bi nati melanjutkan pekerjaannya, tadinya bi nati akan mengantar shivania masuk namun shivania melarang dia bisa sendiri masuk tidak perlu diantar lagian dia bukan ank kecil lagi


bi nati meneruskan menyiram tanamannya shivania naik kelantai dua dimana kamarnya berada shivania melihat baru jam lima lewat seperempat ada waktu untuk dia mandi dan segera berpakaian dia akan tidur dikamar sebelah dia ingin memberi pelajaraan pada gilang bagaimana sakitnya dia saat ini

__ADS_1


" biar kapok kamu mas, jangan macam macam sama istri sendiri " gumamnya


shivania keluar dari kamar itu


" gak jadi tidur disini lah terlalu dekat " ucap shivania menutup kembali pintu kamar itu


shivania turun kebawah dia buka pintu kamar tamu itu


" ini baru, biar aja dia tidur sendiri lagi emang enak " shivania masih kesal


biar dia tau jika shivania masih marah


bi nati mengetuk pintu kamar tamu itu karena tadi bi nati sempat melihat shivania masuk kedalam kamar tersebut


shivania bangun dari tidurannya dia duduk ditepi kasur


bi nati mengajak shivania untuk makan karena makan malam sudah siap


shivania keluar mengikuti bi nati dari belakang menuju ruang makan


shivanua duduk dikursi membuka piring lalu mengisinya dengan nasi serta lauk pauk gilang datang waktu shivania memasukan sendok kemulutnya


"assalamualaikum, sayang ? " ucap gilang mwnghampiri shivania gilang ingin memeluk shivania namun shivania memundurkan langkahnya shivania meraih tangan gilang lalu mencium punggung tangan suaminya


" walaikum salam " ucap shivania duduk kembali shivania membuka piring yang lain untuk gilang memasukan nasi dan lauk sayur keatasnya lalu menaruh dikursi agak jauh dari tempat shivania duduk

__ADS_1


" sayang aku ingin duduk disini saja " ucap gilang sedikit manja gilang berdiri dan akan duduk dikursi yang dia tunjuk namun saat gilang duduk shivania berdiri pindah kursi tak ada jawaban dari shivania hanya menjawab salam dari gilang


gilang menggaruk rambutnya bingung namun dalam hatinya ini lebih baik dari pada dia tidak melihat shivania, ingin rasanya memeluk mencium melepaskan rindu tapi gilang belum tau apa yang akan shivania lakukan terhadapnya


gilang memperhatikan shivania makan dan tidak ada raut kesal atau pun marah yang ditunjukan shivania pada gilang saat ini sambim mengunyah makanan gilang terus saja melihat shivania tidak berkedip dia ingin bicara


' sayang apa aku boleh bicara ? ini tentang diacara itu " ucap gikang memberanikan diri shivania menaruh sendoknya kasar diatas piring matanya melotot tidak berkedip melihat gilang


glek...


gilang menelan ludahnya kasar melihat shivania seperti ingin memakannya hidup hidup


" sayang aku tidak mau kamu salah paham saja pada ku tolong bicaralah padaku aku merindukanmu aku ingin memelukmu membelaimu dan aku ingin " lirihnya terhenti saat shivania bangun pergi meninggalkan meja makan


" aku tidak mau mendengar penjelasan mu mas, sekarang aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu dan kau juga sama jangan ikut dalam urusanku " shivabia berhenti sebentar saat mengatakan itu


dihati kecilnya dia tidak ingin mengatakan itu pada suaminya namun apalah daya dia harus memberi sedikit pajaran pada suaminya bagaimana rasanya orang yang dia cinta dipeluk dan dicium orang lain berada dihadapannya ??


setelah mwngucapkan itu shivania masuk kedalam kamar


gilang sudaj tidak lagi bernafsu untuk makan dia bangun dari duduknya berniat menyusul shivania keatas saat sudah berada diatas tida ada orang didalan sana gilang mendekati kamar mandi membuka pintu kamar mandi namun tidak dikunci


dibawah shivania sedang bersandar dibelakang pintu merasa sedih apa yang telah dia ucapkan pada suaminya


" maafkan aku mas, aku hanya ingin buat kamu jera, agar kamu bisa meghargai apa yang sudah kamu miliki lihat mas ini baru permulaan kita lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan " lirih shivania beranjak meninggalkan pintu susuk ditepi kasur dan berbaring disana perlahan memejamkan matanya mencoba untuk tidur

__ADS_1


__ADS_2