Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
malam milik shivania dan gilang


__ADS_3

setelah dari rumah sakit shivania mengajak gilang makan bakso yang berada dipasar malam. sebenarnya shivania juga ingin kepasar malam


mengingat kembali keadaan sheza membuat shivania merasa bersalah karena tidak bisa menemaninya dirumah sakit.


" kenapa melamun ? " tanya gilang


membuat shivania tersadar dari lamunannya


dan menggelengkan kepalanya.


shivania kembali memakan baksonya dengan cepat membuat gilang menegur shivania


" pelan pelan makanya nanti kamu tersedak " gilang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan shivania


setelah selesai makan shivania mengajak gilang untuk segera pulang karena malam semakin larut


gilang membayar makanan kepenjual bakso


" terima kasih pak, kembalianya " penjual meberikan kembaliannya


" ambil saja kembaliannya " ucap gilang berlalu pergi


" terima kasih pak " ucap pedagang itu dengan tersenyum senang sambil mengenggam uang itu didadanya


shivania berjalan didepan gilang ketika akan mendekati mobil shivania membelokan langkahnya kekiri dan menghampiri seorang anak berumuran sama dengan adiknya yang duduk didekat pohon memandangi ke arena mainan yang ada dipasar malam


gilang yang sudah disamping mobil dan menyenderkan punggungnya dipintu mobil terus memperhatikan shivania


shivania duduk disamping anak itu dan bertanya padanya.


" de kamu sedang apa ? "ucap shivania basa basi


anak itu diam saja dan tak menjawab pertanyaan shivania


shivania berniat menemaninya sebentar menunggu keluarganya datang


sepuluh menit kemudian shivania bertanya kembali masa bodo dijawab apa tidaknya itu urusan belakangan


" de sebenarnya kamu disini bersama siapa, kenapa dari tadi gak ada satupun keluarga kamu yang datang kesini. " ucap shivania penasaran .


anak itu hanya melirik shivania sebentar lalu memandangi tukang es krim


shivania mengikuti arah mata anak itu dan melihat es krim shivania berdiri dan berlalu pergi meninggalkan anak itu


anak itu melihat shivania pergi mendekati pedagang eskrim


tak lama shivania kembali dengan dua eskrim ditangannya


" ini satu untukmu dan ini untuk ku sendiri " shivania tersenyum lalu duduk kembali shivania


" terima kasih " ucap gio mengambil eskrim dari tangan shivania


" sekarang coba jawab pertanyaanku " ucap shivania melihat anak itu menerima dan menjilat eskrim pemberianya


anak itu menganggukkan kepalanya.


" baiklah, namu kamu siapa ? " tabya shivania


" namaku gio " jawab anak yang bernama gio, sambil terus menjilati eskrimnya


" disini sama siapa ? kemana kaka atau orang tua mu ? " shivania melirik gio menunggu jawabnya


gio berpikir jam berapa sekarang dia takut para pengawal dimarahi oleh ayahnya karena dia melarikan diri baru kali ini gio melarikan diri karena bosan selalu dirumah sendiri dan orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaannya tak ada waktu untuk bermain atau jalan jalan bersama dengannya


" kamu kesasar apa bagaimana, jika begitu ayo ikut kami, kami akan mengantarkanmu pulang " shivania menawarkan tumpangan


gio menatap shivania dan berpikir


" jam berapa sekarang " tanya gio melihat shivania


shivania melirik pergelangan tangannya

__ADS_1


" sudah jam 11 malam " sambil menyimpan ponselnya kedalam tasnya


tak lama gilang mendekat sudah terlalu lama shivania bersama anak itu dia juga sudah lelah menunggu


" kenapa lama sekali " ucap gilang sambil memasukan tangannya kedalam saku celananya


shivania tersenyum melihat kedatangan suaminya lalu dia berdiri mendekati suaminya


" apa kita bisa mengantarkan dia dulu kerumahnya ? " shivania bertanya lebih dulu


" apa kau kenal dengan anak ini "


shivania menggelengkan kepalanya


" tidak, tapi kasian dia sendirian " ucap shivania prihatin


shivania mendekati gilang dan membisikan sesuatu ketelinga gilang


" tidak baik jika meninggalkan anak ini sepertinya dia sedang kabur , bagaimana jika nanti dia diculik, apa kau mau bertanggung jawab " shivania menaik turunkan alisnya


" terserah kau saja " setelah itu gilang meninggalkan mereka masuk kedalam mobilnya


" ayo bangun, " shivania menggandeng tangan gio menuju mobil


didalam mobil shivania, gilang dan gio hanya shivania yang terus bertanya pada gio sedangkan gilang terus menggelengkan kepalanya melihat kelakuan shivania yang tak mau berhenti bicara padahal gio tak begitu memperdulikan celotehnya


" alamat tempat tinggal kamu dimana ? " tanya shivania setelah setengah perjalanan


" dijalan S komplek merpati " ucap gio tanpa memalingkan wajahnya kearah shivania


semenjak masuk kedalam mobil gio hanya memandangi jalanan dari pintu jendela mobil


mungkin jika orang tuanya tak sesibuk itu dan bisa meluangkan waktu bersama dengan dia, gio tak akan melarikan diri seperti saat ini gio hanya ingin tau apakah ayahnya akan mencari dia apa tidak ? mungkin hanya para pengawal suruhan ayahnya saja yang mencari dia


sesampainya didepan pagar rumah gio langsung membuka pintu mobil dan berdiri mendekati pintu mobil shivania


" terima kasih telah mengantarkan aku pulang " ucap gio


" apa perlu kami mengantarkanmu masuk kedalam " tawar shivania karena shivania takut jika gio dimarahi oleh orang tuanya


" ya sudah, lain kali jangan kabur dari rumah " ucap shivami tersenyum melihat gio


gio sedikit kaget karena shivania tahu jika dia kabur dari rumah padahal dia tidak bercerita apa apa kepadanya


" gak usah kaget, ya sudah masuk sana sudah tengah malam , kami pulang dulu ya , baaay " shivania melambaikan tangannya.


gio masuk kedalam rumah dan saat itu orang tuanya juga belum puang dari kantor hanya para pelayan didalam rumah itu dan para pengawal yang baru datang untuk mencarinya


gio langsung masuk kedalam kamarnya lalu membanting pintu


" selalu begini, apa ayah tidak menyayangiku, dan lebih menyayangi pekerjaannya " kesal gio masuk kedalam kamar mandi mungkin dengan ini akan menghilangkan kekesalan dihatinya


setelah selesai gio langsung melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur berbaring disana dan tak lama gio tertidur


sesampainya dirumah shivania langsung kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat dan debu tak membutuhkan waktu lama shivania keluar dengan baju handuk melekat ditubuhnya


shivania membuka lemari dan pada saat itu


tangan gilang menahannya


" a, ada apa kenapa meng, mengalangiku ? " ucap shivania gugup


" mampus gue, " batin shivania memegang dadanya


" jangan pura pura lupa " tegas gilang tersenyum melihat wajah shivania memerah


" kenapa wajahmu seperti itu " ucap gilang mulai mendekati shivania shivania mundur


" memang ada apa dengan wajahku " shivania memegangi wajahnya memang saat itu wajahnya panas shivania terus menekan wajahnya dengan kedua tangan


" tidak ada apa apa " kilah shivania

__ADS_1


gilang terus maju dan shivania mundur sampai shivania tak bisa mundur lagi karena dia mentok sampai disudut tembok


" ma, mau apa " gugup shivania jangan sampai gilang mendengar detak jantungnya saat ini


gilang tersenyum melihat tingkah shivania


" aku ingin mengambil hak ku " tanpa basa basi gilang menggendong shivania keatas kasur meski shivania menjerit karena kaget tiba tiba di gendong


" aaaaaaaaa , lepaskan " teriak shivania


" aduh punggungku " ucap shivania mengelus punggunya setelah dijatuhkan ke atas kasur oleh gilang


" kenapa " tanya gilang khawatir ikut mengelus punggung shivania


" kenapa kenapa punggungku sakit tau " kesal shivania karena gilang menjatuhkannya asal padahal diatas kasur ada leptop milik gilang


" maafkan aku " gilang menyesal mengambil leptop dan menyimpannya dinakas


shivania buru buru menyelimuti tubuhnya meski masih mengenakan baju handuk tak apa yang penting malam ini dia selamat dari gilang


shivania pura pura menutup matanya


" jika tak mau aku tak akan memaksa " ucap gilang tidur membelakangi shivania


setelah bicara seperti itu shivanie membuka matanya


memang seharusnya dia melayani keinginan suaminya toh itu adalah haknya tapi shivania merasa malu


tak lama terdengar dering ponsel shivania


shivania kaget dan langsung mengangkatnya


" ya kenapa ris " ucap shivania


" ' ' ' ' '


" apa beneran "


" ' ' ' ' '


" alhamdulilah besok aku kesana lagi, makasih ya ris, " ucap shivania


" walaikum salam " shivania terlihat senang karena riska mengabari kalau sheza sudah sadar


merasa senang shivania memeluk gilang dari belakang lalu menutup matanya ingin rasanya cepat pagi supaya dia segera menemui sheza besok


dengan tak tau malunya shivania terus memeluk gilang dan sesikit mengeratkan pelukannya tak tahu kah gilang yang saat ini menahan sesuatu...


satu jam berlalu gilang ingin melepaskan pelukan shivania karena sudah tak tahan dengan situasi sekarang


perlahan gilang melepaskan berbalik dan menghadap shivania


gilang mencium dahi shivania mengelus wajahnya dengan lembut


shivania membuka matanya dan melihat wajah gilang


gilang mendekatkan wajahnya perlahan


gilang menc**m b***r shivania sekilas dan memandang shivania


shivania mengangguk memberi persetujuan dan gilang tersenyum


gilang memulai dari wajah shivania sampai titik dimana mi**k gilang bersarang.


ini untuk pertama kalinya bagi shivania


" terima kasih telah menjaganya untuku " ucap gilang mencium dahi istrinya ditengah tengah kegiatannya


shivania mengangguk karena menahan sakit


dalam hati shivania merasa bahagia karena memberikan mahkota yang dia miliki pada suaminya

__ADS_1


malam ini dimiliki oleh shivania dan gilang sampai adzan subuh mereka baru mandi dan sholat, baru mereka tidur dengan pulas


shivania tersenyum dipelukan gilang dan gilang sambil mencium kepala shivania


__ADS_2