
seminggu sudah shivania berada dirumah sherina ya rumah yang sheza beli diperkampungan dulu diberi nama sherina nama keempat gadis itu, tiap malam keempat gadis itu tidur disana menemani shivania, pagi sampai sore shivania sendiri menjelang isa ketiga temannya datang
diclab redblack
gilang menemui rina disana namun pada saat itu rina sudah tidak ada ditempat rina sudah pulang dari jam lima sore sedangkan gikang kesana jam enam sore selisih satu jam tiga kali gilang kesana selalu saja begitu akhirnya gilang menyempatkan waktu untuk keredblack jam 12 siang
" gue pergi dulu loe disini aja " titahnya
" gue ikut lang loe gak bisa " ucapan riko berhenti tatkala mata tajam gikang seakan merobek ulu atinya
gleekk...
riko menelan ludahnya kasar
" ok terserah loe " ucap riko mengalah
gilang pergi dari kantornya menuju redblack menemui rina disana
sesampainya disana gilang langsung menemui rina diruangannya dia sudah menanyakan keberadaan rina pada penjaga tempat itu
gilang yang akan mengetuk pintu kaget saat rina membuka pintu, rina yang akan keluar dari ruangan sambil membawa tas dibahunya
rina sama kagetnya dan hampir membentur dada gilang
" astaga jantung gue " ucap rina pelan rina dibawa keluar oleh gilang duduk dimeja bartender disana
" katakan istri saya dimana ?" ucapnya memasukan kedua tangan disaku celana
__ADS_1
" diih mana saya tau loe kan suaminya ! makanya jadi laki itu yang bener dipeluk dicipok sama wanita lain mau mau aja dasar laki murahan " cibir rina ikut geram melihat gilang, rina yang ikut sedih saat mendengar cerita shivania dan dia tidak mau memberi tahu dimana shivania berada saat ini
rina menabrak bahu gilang kasar lalu pergi begitu saja dari hadapan gilang rina tidak takut pada gilang setelah mereka belajar bela diri bukan untuk menyombongkan diri, wanita juga harus tegas dan bisa membela diri jangan merasa takut pada seseorang jika tidak melakukan kesalahan pada orang itu
gilang mencengkram rambutnya fruatasi dia juga menendang kaki meja sampai membuat orang melihat kearahnya
" sialan ini gara gara wanita itu " gilang pergi dari redblack dengan rasa sedih seminggu dia tidak melihat wajah istrinya shivania pergi tanpa kabar padanya bisa pergi pulang saat subuh mencari shivania pangawal sampai orang yang dibayar gilang juga kesusahan mencari keberadaan shivania
angin puyuh tornado pun ikut mencari namun sama saja tidak ada yang bisa menemukan keberadaan shivania gilang semakin terpuruk andai saja dia tidak menghadiri acara itu dan mengiyakan ajakan dani begitu saja ini tidak akan terjadi gilang juga merasa bersalah pada dirinya yang tidak tegas yang tidak menolak untuk disentuh oleh wanita dimasalalunya itu, andai saja dirinya langsung tersadar saat itu juga jika di sudah memiliki orang lain yang harus dia jaga dan sesldang mengandung anaknya saat ini
namun semua sudah terjadi nasi sudah menjadi bubur harapannya kini ingin shivania bisa percaya dan mendengarkan penjelasannya nanti gilang mengendarai mobilnya menuju perusahaan 3G milik tuan darma kebetan dijuga bekerja sama dengan tuan darma dia ingin menemui vina disana sebelum itu dia akan meminta izin terlebih dahulu pada tuan darma
sesampainya diperusahaan 3G dan gilang sudah mendapat izin untuk bertemu dengan salah satu karyawan disana gilang langsung menemui vina dan mengajak vina bicara dicaffe dekat dengan kantor itu
" kenapa anda membawa saya ketempat ini, saya sibuk dan tidak bisa diganggu " ucap vina ketus vina juga jengkel terhadap gilang yang sudah membuat shivania menangis diam diam vina mengirim pesan pada sheza agar menemuinya dicaffe
vina diam saja saat gilang menanyakan keberadan shivania tidak menjawab vina mengacuhkan gilang
" gini amat ya cari istri sendiri " batin gilang
gilang juga sudah mendatangai rumah mertuanya dikampung
namun tidak ada alih alih tidak ingin membuat mertuanya ikut khawatir gilang pura pura kesana dan disana dia yang ditanyai keadaan shivania
" saya mohon tolong beri tau shivania istri saya dimana saya ingin bertemu dengannya saya tidak " ucaoan gilang terpotong
" e'hem " sheza berdehem dari belakang gilang dan vina tersenyum senang melihat kedatangan sheza sebenarnya vina takut salah bicara pada pria didepannya dan menyuruh sheza untuk menemuinya dicaffe
__ADS_1
sheza duduk di hadapan gilang dengan muka seriusnya
" shivania akan pulang, dan jelaskan semuanya pada shivania jika kau masih mencintai wanita itu tinggalkan shivania jangan sampai shivania ku menangis apalagi sakit hati olehmu, aku akan membujuk shivania agar pulang " ucap sheza tegas berdiri dari duduknya akan pergi namun saat itu sheza berbalik kembali
" tak perlu kau cari shivania dia akan saya antar " lanjutnya sheza pergi begitu saja vina lari menyusulnya tertinggal gilang disana
gilang pergi dari sana sedikit lega dihatinya dan rindu kehadiran shivania akan terobati gilang akan menjelaskan semuanya pada shivania tak ingin kehilangan wanita yang dia cintai apalagi buah cinta mereka
apakah shivania akan memaafkannya begitu saja atau kah ? gilang tidak mau memikirkan hal seperti itu dia akan segera kembali keperusahan menyelesaikan tugasnya dan cepat pulang ...
dirumah sherina
setelah dari pertemuan dengan gilang sheza langsung pergi ketempat sherina dia akan membujuk shivania agar mau pulang dengannya
" va, ini sudah satu minggu apa loe gak mau pulang " ucap sheza, shivania diam tidak menanggapi
sheza mendekat mengusap bahu shivania
" va loe harus hadapin masalah loe jangan terlalu lama dibiarin masalah tidak akan pernah kelar jika loe kabur seperti ini, ingat ucapan loe saling percaya terbuka ? apa loe lupa sama ucapan loe sendiri ? " ucap sheza panjang lebar shivania melirik sheza tajam
" gue bukan ngusir loe tapi gue sayang banget sama loe, loe saudara gue gue ingin yang terbaik buat loe ingat diperut loe ada ponakan gue apa jadinya dia lahir tanpa ayah disisinya " ucapan sheza seakan menusuk perasaan shivania
shivania menundukan wajahnya sebelum mengambil keputusan
" baiklah gue mau pulang lagian gue bukan wanita lemah, yang bisanya nangis jika suami gue pacaran gue gak takut kalau gue jadi janda dan gue juga gak akan nyerah jdi istri, istri orang menarik janda semakin didepan " ucap shivania panjang lebar semangat
sheza tersenyum dengan semangat shivania, mengangguk mengiyakan ucapan shivania
__ADS_1
hari itu juga shivania diantar pulang oleh sheza kerumah gilang dengan semangat 45 siap menghadang pelakor dan menjinakan para suami