Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
menyebalkan..


__ADS_3

sebelum para tamu kehormatan berdatangan pesanan gilang sudah tiba gilang memesan daging steak dan bahan bahan yang lain dia akan mengadakan bakar bakar ditaman belakang dengan dibantu pelayan yang lain semuanya sudah siap dan tinggal menunggu.


shivania belum turun setelah sholat maghrib, dan thapki juga belum keluar dari kamarnya ntah apa yang mereka lakukan didalam sana hanya mereka yang tau.


tak lama shivania turun mendekati gilang yang sedang duduk diruang tamu


" itu apa mas? " tanya shivania melihat paperbag, gilang melirik apa yang dimaksud shivania


" lihat saja dan katakan bagus atau tidak untuk thapki '"


shivania membuka paperbag itu dan mengeluarkan isinya satu persatu


" ya ampun mas, kamu yang beli semua ini aku bangga ! " ucap shivania berbinar


gilang mengerutkan alisnya! apa itu pujian untuknya? tapi gilang tidak mau dipuji dia ingin diberi sesuatu dari istrinya


" sayang dari pada kau memujiku, lebih baik cium aku " gikang menunjuk bibirnya


" siapa juga yang memujimu " ketus shivania


" lalu tadi apa ? "


" sedahlah lupakan saja, ini untuk thapki semua bukan ? aku akan memberikannya sekarang bye " shivania pergi sambil meliuk liukan pinggangannya membuat gilang terkekeh geli


" issh dasar doroty " gumam gilang, lalu dia terdiam apakah itu julukan untuk istrinya ? harus dikompromikan ! gikang tidak mau asal bicara hingga membuat shivania ngambek dan bisa ditebak jatahnya tidak potong bisa gaswat..


gilang menyusul shivania kekamar dimana thapki berada sedangkan shivania sudah duduk disamping thapki mengeluarkan baju yang telah gilang belikan,


shivania menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia lupa membawa ponselnya bingung bagaimana bicara dengan thapki, ? sedangkan gilang sudah berada didaun pintu gilang menyenderkan punggungnya dipintu sambil bersedekap


" ada yang bisa aku bantu " suara gilang dari belakang shivania menoleh dan bangun dari duduknya lalu berjalan mendekat kearah gilang, gilang juga berjalan kearah shivania, setelah berhadapan shivania merangkul lengan gilang manja


" gini nih kalau ada maunya bisa'an kaya kucing minta di empok " ucap gilang shivania cemberut dan memukul lengan gilang, gilang terkekeh


shivania melepaskan rangkulan, gilang langsung meraih pinggang shivania dan merangkulnya gikang mencium pipi shuvania lembut membuat wajah shivanua memerah malu.


" jawer, , lihat tempat napa ada anak kecil, bagaimana jika nanti dia dewasa sebelum waktunya " dengus hivania kesal. gilang mengelus pipi shivania lembut sebelum dia mendekati thapki.


gilang tersenyum lalu duduk disisi thapki dia sodorkan baju yang telah dia pakai untuk thapki pakai malam ini.


" ini pakailah dan ini semua untuk mu, malam ini akan banyak tamu kau harus ikut anggap saja kami ini kaka mu atau apa terserah dirimu yang penting kau nyaman disini kamu mau? " bujuk gilang yang melihat thapki selalu diam dan menyendiri gilang merasa kasihan, shivania ikut bergabung dan mengangguk saat thapki melihat kearahnya agar thapki menyetujui ucapan suaminya, meski tidak terlalu paham namun shivania yakin dengan ucapan suaminya itu.


thapki mengangguk mengambil baju yang gilang sodorkan padanya, gilang melirik sekilas kedua wanita yang berada disampingnya ada apa? apakah ada yang dia lewatkan ?


shivania tersenyum melihat gilang penasaran. shivania mengelus bahu gilang lalu mengangguk, thapki masuk kedalam kamar mandi setelah diperintah oleh gilang, shivania dan gilang keluar dari kamar setelah memastikan thapki masuk kedalam kamar mandi.


" katakan sayang apa ada yang aku tidak tau? " ucap gilang saat sudah diluar dan duduk diruang tamu


" nanti aku beritahu tapi kamu yang akan bercerita padaku " ucap shivania,gilang bingung bercerita istrinya ? maksudnya apa bukannya dia yang ingin tahu tapi kenapa dia yang akan cerita? bingung dan menyebalkan membuatnya penasaran, bamun begitu gilang mengiyakan jangan sampai shivania ngambek karena selama delapan bulan kedepan istrinya terkena serangan virus sensitif.


" tapi untuk itu kau harus membayarnya nyonya gilang pratama pramuja " ucap gilang dengan senyuman licik tanpa tau yang akan diminta sang suami shivania mengiyakan


" baiklah itu hal gampang jadi ayo mereka sudah datang " ucap shivania menggandeng tangan suaminya, saat tiba di depan pintu dan shivania membuka pintu dibalik pintu sudah ada rina dan vina !


" hay, aku kangen " ucao vina rina bersamaan menghambur memeluk shivania mereka kegirangan dan loncat loncat tanpa tau gilang sedang melotot tajam kearah mereka bertiga


" e'ekhmm sayang kau tidak lupa bukan kau sedang hamil " tegur gilang karna dia khawatir terjdi sesuatu pada istri dan calon anaknya


" aah iya aku lupa maaf " shivania menghentikaan kegiatanya begitu juga kedua temannya


" maafkan kami " vina rina bersamaan merasa bersalah


" sudahlah,, kenapa para wanita selalu bertingkah berlebihan jika lama tidak bertemu seperti itu menyebalkan " gerutu gilang pergi meninggalkan para wanita didepan pintu, gilang akn menghubungi para sobatnya


" woy kenapa kalian lama sekali datangnya menyebalkan " bentak gilang, dari sambungan telpon tidak tau kenapa dia merasa sangat kesal,, sambungan telpon ber mode gabungan.


mendengar bentakan dari gilang, semua kompak mematikan sambungan telponnya itu telinga mereka sakit mendengar suara gilang hampir saja kaca telinganya pecah apa kata orang jika terjadi pria tampan mempunyai congE,,


( semacam nanah yang keluar dari lubang kuping ) iiiuuuhh ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿคฎ menjijikan


" kurangajar malah dimatiin semua " dengusnya marah, gilang menyimpan ponsel disaku celana, shivania memboyong kedua temannya itu masuk dan duduk diluar sana karena acara makan makan diganti dengan bakar bakar , sambil menunggu sheza dan yang lainnya juga datang rina vina dibawa masuk kekamar thapki dan sampai dikamar tamu thapki sudah siap dan sedang duduk tepi kasur wajah yang ditekuk saat ketiganya masuk dan mendekati thapki.


" nah ini dia thapki cantikkan ! " puji shivania memperkenalkan thapki, vina rina mengangguk. bukan cantik lagi meski kulitnya berwarna kuning bukan putih,


vina, rina saling berkenalan dengan bicara bahasa inggris karena thapki tidak bisa bicara indo jadi tak masalah untuk mereka hanya saja shivania selalu bertanya pada kedua temannya apa yang di ucapkan thapki..

__ADS_1


vina, rina menyukai thapki, anaknya manis,lembut dan sedikit pemalu bicaranya sedikit hanya memperhatikan, tapi dia sangat pengertian dan sesekali tersenyum melihat ketiga wanita lebih tua darinya itu tertawa dan cekikikan bersama dia ikut senang dan bisa melupakan sejenak kesedihannya.


air mata thapki lolos begitu saja melihat betapa hebohnya ketiga wanita didekatnya dia merasa rindu pada keluarganya dan teman teman sekolahnya


" andai saja dia punya saudara mungkin ini yang sering kami lakukan " batin thapki,


rina melihat thapki menyeka air matanya rina menyenggol lengan shivania agar berhenti tertawa, vina juga berhenti saat shivania diam.


shivania mengangkat kedua bahunya tidak tau,


" thapki ada apa? apa kamu sakit? " ucap rina memegang bahu thapki, thapki menggeleng lalu menatap ketiga wanita itu dengan senyum manis yang dia punya


" lalu apa yang membuat dirimu menangis seperti ini apa shivania jahat padamu? menyuruhmu mengerjakan pekerjaan rumah ? bilang saja padaku akan aku tendang bokongnya hingga mental untukmu " ucap rina menggebu pura pura marah


" tidak, ka shivania tidak jahat dia baik aku senang bisa bertemu dengannya dan aku " lirih thpki, rina mengangkat dagu thapki yang menunduk


" ada apa ? katakanlah jangan sungkan anggap kami ini kakamu hmm "


vina yang sedari tadi mengulang ucapan rina kepada shivania menggunakan bahasa indo ingin rasanya dia memukul lengan rina saat akan menendang bokongnya sohib macam apa temannya lagi hamil dia akan menendang bokongnya akan dia adukan pada suaminya jika itu terjadi..


" aku tidak mau menyusahkan ka shivania atau pun suaminya mungkin aku akan pergi besok " ucap thapki, rina melihat kearah shivania, shivania yang tau dari vina langsung mendekat lalu mengenggam tangan thapki


" tinggalah disini jangan pergi jika kau tidak punya tujuan dan saudara disini aku senang kamu tinggal disini aku menganggapmu adikku bungsuku " ucap shivania dan rina yang bicar pada thapki.


ketiga wanita itu memeluk thapki bersamaan walau baru saja mengenal thapki mereka suka pada thapki dan akan menyayangi anak itu apa yang tekah terjadi pada anak itu perlahan mereka akan tahu dan itu pR gilang nanti yang akan menceritakan kisah thapki pada semuanya .


lama mereka bercengkrama thapki juga mulai terbuka dan sering tersenyum mereka keluar dari kamar sementara senyum menghias di bibir ke empat perempuan itu, shivania mencari kemana suaminya itu shivania bertanya oada bi nati dan tau suaminya sudah berada ditempat pembakaran.


" bi masakan yang sudah bibi masak itu aoa bisa dibungkus? biar nanti mereka bawa untuk anak anak " lirik shivania pada rina vina mereka mengangguk lagi pula mereka juga sudah lama tidak ketempat anak anak mungkin sepulang dari sini, karena kesibukan masing masing


" baik non saya akan siapkan " ucao bi nati pamit pergi. shivania tersenyum dan berterima kasih keempatnya menyusul dimana gilang berada. vina menggandeng thapki.


suara ketukan pintu membuat rina berhenti dan akan membuka pintu, setelah pintu terbuka ternyata sheza yang datang


" sorry gaes gue telat " sheza cipika cipiki.


" tak apa kami juga baru mu ketempat pembakatan sekarang ayo " ajak rina sheza ikut menyusul, tak lama kedatangan geng angin puyuh tornado membuat seisi rumah riuh..


" va ko loe gak bilang kalau teman laki loe juga dateng " ucap rina


rina mengangguk, sedangkan vina yang melihat riko berjalan kearahnya sangat kaget dia malu fengan kejadia itu sejak malam pertama dan kedatangan riko kerumahnya mereka tidak pernah bertemu hanya saja lewat chat saling menanyakan kabar masing masing meski jarang tapi itu sudah cukup bagi mereka toh nanti juga akan sering bertemu pikir mereka


" e'ekhm ciieee ada yang dag did dug serr ni" ledek rina


" apan sih diam gak " vina merasa malu dan wajahnya memerah diledek oleh temannya sendiri vina menyenggol rina agar diam. rina mendengus kesal


setelah sampai riko berdiri disamping vina, sebenarnya riko kaget riko tidak tau ternyata vina juga disini tapi saat melihat semuanya berkumpul mungkin ini perkumpulan sahabat kedua belah pihak suami istri jarang bukan.


dani, andi rian dengan coolnya melewati sheza dan rina, antara tebar pesona dan sombong itu sama, sama bisa membuat orang mendengus kesal jika tidak suka itu yang dilakuka rina tapi tidak dengan sheza dia terlihat biasa saja.


" dimana abhi? " tanya gilang saat ketiga temannya mendekat


" mungkin sebentar lagi "


gilang menyodorkan kipas pada temannya,


" ambil alih dan kerjakan " ucapnya melangkah pergi shivania mengajak semuanya untuk duduk lesehan dibawa beralasan tikar riko membantu ketiga tamannya dan menyuruh vina agar bergabung dengan yang lain


sheza sudah tau dengan thapki dan mereka sedang bercanda, sheza menangkap kesedihan dari raut thapki, saat sedang asik abhi datangan dengan bara abhi kaget dan senang saat melihat sheza berada disana, abhi terus memperhatikan sheza lekat hingga gilang heran padanya apa yang dilakukan abhi? menyukainya apa membencinya? tidak mau ambil pusing gilang pergi kedalam dapur untuk mengambil minuman bersoda tak lama dia bergabung kembali


saat semuanya asik dengan tugas dan canda tawa mereka masing-masing sheza pamit akan ke kemar mandi tanpa ada yang tau abhi pergi menyusulnya


sesudah sheza selesai dari tugasnya abhi mendorong tubuh sheza masuk kembali kedalam kamar mandi dia tak mau menyia nyiakan kesempatan ini abhi sudah tidak mau membuang buang waktu yang tidak penting..


" kurang ajar lepas " sheza kaget tiba tiba ada orang yang mendorongnya , sheza memukul dada abhi namun tidak terasa sakit bagi abhi , abhi diam dan terus memegang kedua bahu sheza kuat namun tidak melukai sheza


" kenapa kau disini ? aku tidak akan segan menghajarmu meski kau teman suami dari sahabatku lepas " bentak sheza lagi


" jangan harap kau bisa lepas dan menghindar dariku,, kau milikku dan akan tetap menjadi milikku "


" cuiiih,, aku bukanlah milikmu kau hanya bermimpi "


abhi tersenyum pahit takan dia lepas begitu saja lihat apa yang akan dia lakukan, abhi semakin mendekatkan dirinya mendorong sheza merapat ketembok


" ma, mau apa kau " gugup sheza abhi terus mendekatkan wajahnya kebibir sheza, tangan sheza dikunci kebelakang hingga sheza tidak bisa apa apa kakinya ditahan oleh lutut abhi agar tidak bisa bergerak menendangnya posisi yang sempurna

__ADS_1


" aku mencintaimu jadilah miliku " ucap abhi lalu mencium bibir sheza paksa sheza menggelengkan kepalanya agar abhi tidak bisa menciumnya.


" jangan paksa aku untuk lebih dari ini, kau ingat malam itu betapa kau yang sangat menginginkanku bukan ? kita melakukan itu karena paksaan darimu jdi aku minta tanggung jawab darimu "


sheza menelan ludahnya kasar dia ingat betul malam itu dan itu membuatnya menyesal apa yang sudah dilakukan malam itu hanyalah kecelakann ?


" bertanggung jawab ? memangnya kenapa aku harus bertanggung jawab ? bukannya disini aku yang dirugikan" sheza tak mau kalah bukannya sheza yang dirugikan disini kenapa pria ini yang minta tanggung jawab bukan sebaliknya?


" hey kau lupa sudah merenggut keperj***ku dengan paksa aku sudah menolak namun kau sangat kasarnya merenggut mahkotaku satu satunya, sekarang kau harus mau bertanggung jawab bagaimana jika kau hamil ? dan lihat ini perlakuan kasarmu padaku masih terasa sangat perih jika terkena air apa lagi keringat kau sudah membuatku mabuk kepayang dengan goy**ganmu yang aduhai jika kamu menolakku lagi aku akan bicarakan ini pada daddymu " ancam abhi membuat sheza terdiam dan melihat dada abhi yang terdapat banyak cakaraan dari kukunya malu itu pasti..


wajah sheza sudah memerah matanya mulai berair andai saja waktu itu tidak terjadi tapi sudah menjadi bubur takan bisa menjadi nasi kembali.


melihat sheza meneteskan air matanya abhi langsung menyeka dengan ibu jarinya bukan tangisan ini yang dia mau. abhi melakukan ini agar sheza menjadi miliknya dan dia berterima kasih pada orang yang sudah membuat sheza waktu itu jika saja bukan dia yang melihat sheza mungkin sheza tidak akan pernah menjadi miliknya.


" sudahlah jangan menangis, maaf kan aku jika aku kasar padamu aku hanya ingin kau bertanggung jawab itu saja " ucap abhi melembutkan suaranya sekuat apapun wanita sesabar apapun pasti akan menumpahkan air matanya jika melakukan kesalahan besar dan mencoreng nama orang tuanya.


" hiks hiks hikss aku tidak melakukan itu, jangan katakan pada daddy ku aku mohon " tangis sheza pecah abhi memeluk sheza mengusap punggungnya lembut dia jadi tidak tega sheza seperti ini


" sudahlah jangan menangis aku tidak akan bicara pada daddymu, aku senang kau yang memgambilnya dariku,aku sangat senang sekalii " ucap abhi sheza mendongakan wajahnya menata mata abhi dia pukul tubuh abhi keras hingga meringis


" aww,, sakit ini masih sakit bekas cakaranmu sangatlah dalam " ringisan abhi membuat sheza berhenti memukulnya perasaan yang menghinggap di hati sheza melihat abhi kesakitan seperti itu membuatnya tidak tega.


" menyebalkan " ucap sheza melepaskan lengan abhi dari tubuhnya, abhi langsung meraih tangan sheza dan membalikan tubuh sheza mengahadap padanya, sheza melihat mata abhi lekat


" maukah kau jadi istriku aku ingin menjadikanmu milikku seutuhnya " ucap abhi dengan serius, sheza menatap lekat kedalam mata abhi ada cinta untuknya disana, sheza terdiam belum bisa menjawab


mata abhi tertuju pada bibir manis milik sheza dia angkat dagu sheza sedikit keatas mendekatkan wajahnya, abhi mencium bibir sheza lembut


tidak mendapat perlawanan dari sheza abhi kembali mencium bibir sheza namun kali ini sedikit kasar, abhi langsung menyerang sheza dengan cantik


perlahan namun pasti sheza terbuai dengan permainan abhi sheza membalas ciuman abhi kamar mandi menjadi saksi bisu dua insan yang asik berciuman


air dari kran dinyalakan oleh abhi agar tidak terdengar suara ciuman yang sedang mereka lakukan tangan abhi sudah menjalar kemana mana pada saat itu sheza tersadar dan melepaskan ciuman mereka


sheza gugup dan wajahnya merah apa yang sudah mereka lakukan? memalukan sekali jangan berdua didalam kamar mandi karena yang ketiga adalah virus mesum menjalar


sheza buru buru membenarkan pakaian dan rambutnya sheza membasuh wajahnya dengan air, abhi menggaruk kepalanya yang tidak gatal apa yang sudah dia lakukan tadi ?


" sial hampir saja " grutunya. abhi melihat shesmza dan merasa bersalah


" maaf aku tidak bermaksud "


" aku juga minta maaf, aku akan bertanggung jawab atas itu" ucap sheza malu untukengatakan hal itu sheza lalu membuka pintu kamar mandi jangan sampai yang lain mencarinya,


sedangkan semua orang sudah menunggu lama baru saja akan mencari keduanya sheza datang dengan senyum getir takut ketahuan sahabatnya, shivania mendekat setelah sheza duduk diamping thapki


" dari mana aja kami lama menunggu mu steaknya sudah matang semua " ucap shivania tersenyum shivania tahu tadi sheza masuk kedalam kamar mandi dan abhi menunggunya ntah apa yang akan mereka bicarakan


" loe gak apa apa? " sambung shivania khawatir terjadi sesuatu sheza menggeleng shivania menepuk bahu sheza


" jika ada apa apa cerita padaku "


degg, ,


apakah shivania tahu dia dan abhi melakukan sesuatu didalam sana atau jangan jangan didalam kamar mandi dirumah shivani terpasang cctv ? gawat bagaimana ini.. pikir sheza


" tidak ada tadi gue hanya sakit perut " dustanya


shivania mengangguk dan tidak mau lagi bertanya dia harap tidak terjadi hal yang di inginkan dirumahnya saat melihat pakaian sheza biasa biasa saja shivania yakin mungkin abhi hanya ingin bertanya pada sheza dan malu untuk bicara didepan semuanya.


abhi datang dengan anggur ditangannya, itu untuk rian dani andi


" wooohoooo minuman sudah datang " teriak andi karena tadi abhi pamit akan membeli minuman sebentar.


sedari tadi rina memperhatikan bara yang yang duduk bersama riko dimeja


" bukannya dia orang yang dihajar para waria?? " gumam rina ingat saat anak buahnya menceritakan kronologi orang yang dihajar habis haisan oleh sekelompok waria


seketika rina tertawa terbahak bahak hingga semua mata melihat tajam kearahnya rina menjadi kikuk dan salah tingkah dilihat semua mata yang ada disana apa lagi bara yang melihatnya kaget bukankah wanita itu yang mengobati lukanya waktu diclub?? bara tidak begitu memperhatikan disekelilingnya.


malam itu dilewati dengan suka cita tertawa dan makan bersama.


happy all ..... minalaidin walfaidzin mohon maaf lahir batin bentar lagi bulan ramadhan bulan penuh ampunan dan ganjaran bulan kemenangan umat islam.. ๐Ÿ˜๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ


kasih koment dong biar aku semangat tapi jangan koment yang julid julid ya๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… jadi sedih akohnya ...terus males upnya juga... ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


maaf jika ceritaku ini tidak jelas karena ya begitulah akoh yang penulis abal abal


__ADS_2