
jam menunjukan jam 2 dini hari sheza telah sampai dikampung halamannya
sebelum kerumah shivania, sheza berniat mampir kerumah yang dulu dia tinggali bersama keluarga pak reza dan ibu halimah.
sheza menghentikan mobilnya tepat didepan rumah milik ayah reza sheza membuka pintu mobil perlahan sheza keluar dan menutup kembali pintu mobil sheza menghela nafasnya dalam dan melihat sekitar rumahnya masih tetap sama dan tidak ada yang berubah.
halaman rumah pun terlihat bersih lampu luar menyala apakah didalam ada orang ? mungkin saja ibu sania yang menyalakannya sheza hendak memutar gagang pintu namun dia ingat pasti pintunya terkunci dan dia tidak membawa kunci cadangan yang dia simpan jika kedua orang tuanya tidak ada dirumah dulu.
" harusnya tadi gue minta kuncinya ke ibu " gumam sheza menjauh dari pintu dan meninggalkan rumahnya menuju rumah shivania.
didalam rumah pak reza seseorang sudah menunggu sheza dengan tidak sabar mendengar suara mobil yang berhenti membuat orang itu mengintip dari jendela bibirnya tersenyum melihat sheza turun dan mendekati pintu, orang itupun mendekati ointu dan bersiap akan mberi kejutan pada sheza tapi tak lama kemudian orang itu mendengar suara mobil menyala dan pergi.
senyum yang tadi terukir dibibir orang itu sekarang hilang dan sirna
orang itu langsung membuka pintu dengan tergesah namun mobil yang dibawa sheza sudah berlalu pergi dari sana.
" kenapa dia pergi dan tidak jadi masuk? iissh harusnya gue tadi menyambutnya diluar bukan didalam" abhi terlihat kesal niat memberi kejutan namun gagal abhi menedang angin dengan hati penuh kekesalan.
sheza memberhrntikan kembali mobilnya didepan rumah orang tua shivania saat turun dari mobil alis sheza terlihat mengkerut
" apa ini rumah bude san yang sekarang? boleh juga ternyata si samidin " bibir sheza sedikit menyunggingkan senyuman sekilas, matanya meneliti sekeliling bangun rumah baru yang gilang buat untuk mertuanya itu, lalu sheza melangkah mendekati teras rumah shivania, saat akan mengetuk pintu tangan sheza menggantung diudara
__ADS_1
" gue telpon yudi saja dari pada orang lain ikut bangun juga " sheza mengambil ponselnya fari dalam tas lalu menekan nomor ponsel yudi panggilan pertama tidak diangkat oleh yudi sheza mencoba kembal.
drrrrtttt drtttt
ponsel yudi bergetar tangan yudi meraba-raba keberadan ponselnya setelah mendapatkan ponselnya yudi mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menghubungi
" ya haloo, siapa? " suara serak yudi yang baru terbangun dari tidur
" yud, tolong bukain pintu sekarang! " pinta sheza
" hmmmm " tanpa tau siapa yang memintanya membuka pintu yudi bangun tanpa membuka matanya,
saat sudah membuka kunci pintu sheza langsung membuka dan menerobos masuk
" awww, njiir jidat gue " pekik yudi kesakitan memegangi jidat dan hidungnya
" siapa sih buka pintu kaya dikejar sEtOn bae gak tau apa jidat gue benjol, haruuuh hidung kebanggaan gue " yudi kesal dan terlihat panik pasalnya hidung kesayangan ikut terasa sakit
" apa dih yud baru juga kejedot pintu, loe masih aja banggain hidung pesek loe itu " ucap sheza tanoa merasa bersalah.
saat mendengar suara yang berasal dari belakang yudi langsung membalikan tubuhnya. matanya melotot sempurna yudi menggesek matanya beberapa kali supaya penglihatannya terluhat jelas
__ADS_1
" ka sheza? ini ka sheza? " yudi terlihat tidak percaya tanganya mencubit tangan sheza keras
" awww yudi loe apa apan siih main cubit-cubit aja " sheza kesal menghempaskn tangan yudi pelan
" benar ini ka sheza, ko ka sheza malam banget baru datang gak bareng ka shiva ! "
" yaaa begitu lah orang penting dan super sibuk kaya gue mah " sheza terkekeh
" sEt belagu amat " ucap yudi sinis berjalan menyusul sheza dari belakang
sheza duduk dikursi yang tadi yudi pakai untuk tidur, sedangkan yudi langsung menuju dapur membuat minuman untuk sheza, sheza terus memperhatikan setiap sudut rumah yang sangat berbeda penataan dan cat apa lagi gaya rumah yang dulu dan sekarang sungguh sangat berbeda.
sheza juga berpikir akan membangun rumahnya, lebih tepatnya rumah pak reza dan ibu halimah orang tua angkat sheza,
tak lama yudi membawa minuman dan tak lupa sedikit cemilan dari dalam kulkas kue yang ibunya buat tadi pagi.
" ka makan dan minumlah sendiri sudah aku siapkan, tapi aku gak bisa temani, aku ngantuk mau tidur " ucap yudi menarik bantal dan selimut yang sheza duduki.
yufi kembali merebahkan tubuhnya dikursi berhadapan dengan sheza tak lama yudi menutup matanya.
sheza hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan yudi yang tidak pernah berubah namun sheza senang akan hal itu meski mereka sudah mengetahui jika antara sheza dan keluarga pak reza tidak memiliki ikatan darah sikap dan perlakuan mereka tetaplah masih sama.
__ADS_1
sheza meminum dan memakan yang tadi yudi bawa setelah selesai sheza pergi kekamar yudi,, tak perlu diberi tahu setiap pintu kamar sudah diberi nama masing-masing sheza membuka pintu kamar yudi dan masuk sudah sheza tebak jika yang tidur dikamar yudi adalah andin jadi sheza langsung merebahkan dirinya disamping andin setelah menyimpan tasnya dan tak lama matanya pun tertutup menuju alam mimpi...