
tak terasa hari sudah sore gilang membereskan pekerjaannya dan akan membawa separuh yang akan dia kerjakan dirumah saja karena sudah berjanji akan mengantar shivania kerumah sakit
" dasar tukang tidur " gumam gilang menyambar handuk lalu pergi untuk mandi
tak membutuhkan waktu lama gilang telah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi
gilang duduk disamping shivania duduk berselonjor menunggu shivania terbangun, karena kelelahan gilang ikut tertidur
drrtt drrrttt drrrtt...
ponsel shivania berdering
shivania meraba kesampingnya karena dia merasa tadi ponselnya ditaruh disana
tangan shivania bergerak meraba namun suara ponsel itu sudah berhenti tangan shivania masih mencari keberadaan ponselnya
" apa ini ko sedikit lembek begini " gumam shivania lalu penasaran shivania semakin mengkepalkan pegangangnya kenapa lama kelamaan semakin keras dan berdenyut shivania menggoyang goyangkan tangannya kekanan dan kekiri tanpa berniat membuka matanya
gilang terbangun merasakan ada yang sedang mengotak atik banana pisangnya
lalu melihat tangan shivania berada dibanana pisang milik gilang, reflek gilang menghempaskan tangan shivania karena takut dia akan menerkam shivania
shivania langsung terbangun
" ada apa kenapa kasar sekali " shivania kaget karena gilang yiba tiba menghempaskan tangannya
" kamu yang ada apa kenapa kau memgambil kesemoatan dalam kesempitan" ucap gilang
shivania menggaruk kepalanya
" maksudnya apa kau lihat sendiri aku ini sedang tidur " ucap shivania bingung
" tidur tapi tangan mu itu membuat, sudahlah " gilang bangun pergi dari ruangan itu
" cepat kau masih berniat apa tidak pergi kerumah sakit " teriak gilang dari ruangan kerjaanya
shivania langsung bergegas menlpon teh genknya
__ADS_1
" kalian sudah berangkat belum " ucap sheza setelah sambungan teloj diangkat oleh vina
" sebentar lagi kami sampai, loe jadi ikut gak " ucap vina
" gue nyusul kita ketemu di rumah sakit aja " ucap shivania
sambungan telpon langsung diputuskan oleh vina
shivania masuk kekamar mandi mencuci wajahnya
" tadi gue mimpi apa ya ko perasaan kaya nyata ya " gumam shivania mengingat kejadian tadi
" sudahlah , aku harus cepat " shivania mengambil tasnya dan keluar
gilang sudah menunggu didekat pintu keluar
gilang menarik pinggang shivania menepel padanya wajah shivania memerah diperlakukan seperti itu oleh gilang
setelah keluar dari lift para karyawan melihat kejadian itu dengan bisik bisik tetangga ada yang merasa iri ada juga yang merasa pasangan itu serasi ada yang suka dan tidak
" andai saja itu aku, pasti aku akan bahagia banggeet " ucapan karyawan wanita gemas melihat kejadian itu
gilang dan shivania keluar dari perusaahan menuju parkiran kali ini gilang yang membawa mobilnya sedangkan riko sudah pulang kerana gilang yang menyuruhnya,
" mas, ka riko ko gak ikut " ucap shivania seyelah mereka berdua didalam mobil
" kenapa kamu suka sama dia " gilang menuduh shivania gilang menyalahkan mobil, laju mobil melaju dengan kecepatan sedang
" apaan sih aku kan sudah punya suami mana bisa gitu " shivania marah
gilang diam tak manjawab namun batinnya tersenyum senang
" mas, kenapa harus nanti malam " ucap shivania
" apa, kau bicara tentang apa "
" ya tentang ini " shivania memandang gilang
__ADS_1
" apa kau yakin akan melakukannya " ucap gilang meyakinkan shivania
" ya atuh, bukannya janji harus ditepati " ucap shivania merasa bisa melakukan apa yang akan gilang maksud
" baiklah jika kamu memaksa, aku ingin kamu " gilang bingung mengucapkannya pada shivania
wajah shivania bersemu merah dia mengerti akan maksud gilang dia bukan gadis yang polos polos banget tak mengerti akan hal itu
" tapi mas, aku takut. " ucap shivania
" gilang mengernyitkan kedua alisnya
" mas , apa kamu mau menjawab pertanyaanku " shivania menatap gilang lekat
gilang menghentikan mobilnya dipinggir jalan
gilang membalas tatapan mata shivania dalam,, seketika jantung shivania berdetak cepat dipandang seperti itu oleh gilang
" ma, mas kenapa berhenti " ucap shivania terbata gilang mendekatkan wajahnya kewajah shivania mata shivania terpejam tangan shivania mengepal
" pertanyaan apa "
" apa benar yang kau ucapkan tadi dihadapan wanita yang memelukmu itu "
" ucapan yang mana " gilang pura pura lupa
" hmm , itu kau bilang ci, cinta padaku " shivania gugup dan takut dibilang kepedean
" benar, kenapa ada yang salah " gilang apa adanya
deg,,,jantung shivania berbunga berarti perasaan yang juga dia punya tidak bertepuk sebelah tangan shivania tersenyum senang
" baiklah " ucap shivania enteng
hati gilang dipenuhi dengan bunga bunga cinta hasrat yang dia pendam selama ini untuk memiliki shivania seutuhnya dengan menanamkan benih didalam rahim shivania akan tersampaikan
setelah menyelesaikan pembicaraan tentang kelangsungan hidup banana pisang milik gilang
__ADS_1
shivania dan gilang telah sampai dirumah sakit tak ada rasa sungkan ketika gilang menggandeng shivania memasuki rumah sakit dengan rasa bangga telah mendaoatkan wanitanya ...
sorry gaes kalau gak nyambung ... maafkan aku ini tangan dan dunia haluku ini berbeda tujuan hari ini lagi sibuk ngetik pun cepet2