Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
Gue baper


__ADS_3

setibanya dikantor shivania terlebih dulu menghampiri resepsionis


" selamat siang nona, bisa saya bantu ? " ucap siresepsionis membungkuk hormat pada istri bosnya


" siang juga mbak, hmm apa bos ada " ucap shivania sekenaknya sambil menunjuka senyum merekah


" ada nona, mari saya antar "


" tidak, usah biar saya sendiri saja " tolak shivania


" kalau gitu saya kedalam dulu " shivania berjalan memasuki lift namun saat akan masuk shivania bertemu dengan riko


" sEt,, kirain siapa " ucap riko nampak kaget


" emang siapa ? "


" ternyata istri bos ! " riko dengan senyum mengembang


shivania menggelengkan kepalanya.


keduanya masuk kedalam lift dan selama didalam sana


" bawa apa va " riko mulai bicara duluan


" ini, kue buat mas gilang " shivania sambil menunjukan barang bawaannya


" mau donk dikit, boleh kan ? " dengan mata yang dibuat buat semelas mungkin


" ia nanti aku kasih tenang aja banyak ko "


" baik banget sih , istri siapa siiih " riko merasa gemas dengan shivania


shivania hanya dapat mengkerutkan kedua alisnya


tak lam mereka keluar dari dalam lift menuju ruangan gilang


setelah sampai didepan ruangan gilang, mereka berpisah riko masuk kedalam ruangannya sendiri karena masih banyak kerajaan yang belum beres dan masih banyak berkas berkas yang harus dia periksa terlebih dahulu baru diberikan pada sang bos besar.


tok tok tok


shivania mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk


" masuk " ucap gilang


shivania masuk mengucapkan salam


shivania tersenyum melihat suaminya sedang berbicara dengan seseorang


tak ingin mengganggu suaminya shivania memilih masuk kedalam ruang istirahat gilang


" sayang, apa yang kau bawa itu ? kemarilah sebentar aku kenalkan pada temanku "


" ini pesananmu mas " belum selesai shivania bicara gilang sudah menariknya


tanpa ragu gilang merangkul pinggang shivania agar bisa lebih dekat dengannya


wajah shivania memerah menahan malu karena tingkah gilang saat ini


" ya ampun kenapa harus pamer segala sih, gak tau apa gue malu dilihat sama temannya " batin shivania namun bibirnya setia tersenyum


" sayang kenalkan ini abhishyek bachan "

__ADS_1


shivania menganga tak percaya kepada suaminya


dikira dia tidak tau rupa abhisyek bachan


" benar kah, tapi kenapa aslinya lebih tampan dan sepertinya ini kebangetan tampannya " ucap shivania mencubit pipinya sendiri pura pura gemas sengaja membalas gilang


" pasti lebih super tampan lagi jika aku " shivania melangkah mendekati abhi


" hey, mau apa kau, jangan macam macam " gilang menarik tangan shivania agar jangan mendekati abhi


" kenapa mas, kan aku cuma mau " ucapan shivania terpotong


" mau apa ? jangan macam macam atau aku hukum " gilang melototi shivania dengan sangarnya


" idih maen hukum aje, lagian aku cuma satu macem gak dua macem " sinis shivania gak mau kalah


abhi yang sedari tadi diam saja kini mulai kesal dengan tingkah keduanya


dianggap apa dia sedari tadi hanya bisa menyaksikan mereka berdebat


" apa apan mereka, gak tau apa gUe BAPER " batin abhi


gilang sudah kehabisan kata kata untuk shivania gilang pun menyerah dari pada dia kepanasan gara gara shivania yang seperti ini


" ok fiks, ini teman suamimu, hey kau kenapa diam saja kenalkan dirimu sendiri masa ia harus aku juga " kesal gilang kepada abhi


" tunggu , tunggu tadi apa mas bilang suami ? emang aku udah punya suami ya ? "


" shivania shelia wulandari " geram gilang memanggil nama istrinya


shivania mengerutkan alisnya


gilang kehabisan kata kata untuk shivania dan akhirnya gilang melotot pada abhi agar memperkenalkan dirinya


" abhi " ucap abhi sambil menyodorkan tangannya tanpa ada senyum diwajahnya


" alama kenapa dia sama saja sama laki gue waktu dulu datar ! " batin shivania


" shivania " menyambut tangan abhi


" seru kali ya kalau sheza juga nikah sama nih cowo apa lagi kan sheza orangnya gitu ! bogem lagi bogem lagi " shivania membayangkan hak itu dan senyum senyum sendiri


gilang yang melihat shivania tersenyum seperti itu langsung menarik tangan shivania


" jangan lama lama bukan mukhrim "


shivania dan abhi tak habis pikir dengan kelakuan gilang yang seperti ini


" ya ampun lang, gue juga gak bakalan makan istri loe bukan hobi gue rebut istri orang " sambil terkekeh


" perasaan, aku pernah lihat deh tapi dimana ya " shivania berpikir


" ya ialah pernah ! dulukan dia datang keacara kita " potong gilang


" gak bukan, perasaan baru baru ini deh " shivania herpikir keras


" sudahlah jangan terlalu dipikirkan lebih baik kamu istirahat saja dikamar " saran dari gilang


shivania tersenyum pamit untuk keruangan lain


" mas, aku masuk kekamar dulu ya " dijawab anggukan oleh gilang

__ADS_1


dia akan mengambil wadah untuk meletakan makan siangnya sedangkan kue yang dia bawa akan diberikan langsung pada gilang


namun sebelum itu dia membaginya untuk riko


setelah membagi kue itu shivania keluar ingin memberikan kue itu pada riko


shivania tersenyum ketika melewati gilang kembali


shivania menaruh kue dimeja dihadapan dua lelaki tampan dan pergi setelah itu


" sayang, mau kemana lagi " ucap gilang melihat shivania akan keluar


" mau keruangan ka riko hanya sebentar "


" mau apa ? jangan lama lama,, cepat pergi cepat kembali "


shivania menyodorkan sisa kue ditangannya lalu mengangguk paham


tak terasa hari sudah sore setelah kepergian abhi dari kantornya gilang fokus pada pekerjaannya namun itu hanya sesaat ketika shivania datang dan mendekati


mata gilang hanya tertuju pada shivania


" mas, kamu masih sibuk " tanya shivania kembali, sudah berapa kali dia bicara padanya namun tidak diberi izin untuk keluar tanpa dirinya


" hmm, kau lihat ini gara gara kamu yang merengek terus " ucap gilang


" what's apa naen ? aku merengek " shivania menunjuk dirinya tak terima dikatai sepertinya gilang harus mendongkal e'e telinganya agar semua keluar dan bisa mendengar dengan baik


" mas gilang pratama pramuja ! apa aku tidak salah dengar ? " ucap shivania menahan kekesalannya


" memang apa yang kau dengar ? "


shivania menghela nafasnya dengan kasar sepertinya dia harus menunggu lagi


sesaat dia mempunyai ide tapi dia malu untuk melakukannya


namun saat ada pesan masuk dari ponselnya


" kami sudah ditempat biasa, cepatlah " isi pesan dari sheza


akhirnya shivania mendekati gilang dengan seringai jahat


tanpa gilang duga shivania duduk dipangkuannya tangan shivania melingkar dileher milik suaminya sambil tersenyum kearah gilang dan mulai mendekatkan wajahnya kewajah gilang dan


cup..


shivania mencium bibir gilang sekilas


namun hal itu membuat gilang terdiam seribu bahasa ada apa dengan shivania ??


shivania kembali mendekatkan wajahnya kali ini bukan mencium namun berbisik ditelinga gilang


" boleh ya aku duluan nanti aku kasih service t*mpak t*mpakan nanti malam " bisiknya


gilang dibuat menganga dan menelan salivanya susah


sudah membayangkan sesuatu yang akan terjadi nanti malam bersama istrinya


tanpa pikir panjang lagi gilang mengiyakan kemauan shivania


tak mau membuang waktu shivania langsung menyambar tasnya, setelah pamit dan mencium gilang sekilas shivania pergi begitu saja jangan sampai gilang berubah pikiran ...

__ADS_1


__ADS_2