Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
panasin lagi aach !!


__ADS_3

dengan langkah yang dipaksa gilang membuka bagasi mobil miliknya mengeluarkan semua barang yang dipesan oleh shivania wajah gilang terlihat letih tak bertenaga, pak satpam yang membuka gerbang rumahnya itu akan membantunya


" jangan pak, biar suami saya saja yang bawa semuanya bapak istrahat saja " teriak shivania ditengah pintu sambil bersedekap tangan


pak satpam berhenti melangkah dia mengangguk dan memutar langkah kembali untuk ke pos penjaga


gilang menghela nafas panjang dan kasar, dijinjingnya semua barang yang dia beli dampai kedua tabgannya penuh oleh rinjingan itu,


shivania menghampiri gilang.


" lama amat sih mas ? mana sini " tangan shivania terulur meminta pesananya


gilang memberikan apa yang shivania minta, shivania mengambilnya dan pergi begitu saja dari hadapan gilang masuk kedalam rumah gilang hanya menggeleng kepala mengekor dibelakang.


shivania duduk di meja makan setelah membawa piring dari dapur, dibukanya bungkusan martabak itu wajah yang tadinya berbinar berubah kecewa setelah melihat isi dari bungkusan itu.


" mas ko begini sih ? ini salah aku gak mau ini " shivania meletakan martabak diatas meja


gilang yang sudah dekat dengan shivania melihatnya


" salah , maksud kamu salah gimana ? martabak ya begitu modelnya " ucap gilang merasa bingung


" tapi itu salah aku gak mau yang kaya gitu modelnya ! aku mau yang ada sosis irisan daging, paprika merah kuning hijau dan keju mozarelanya " ucap shivania matanya sudah berkaca kaca pertanda dia akan mengeluarkan air mata,


" ya ampun sayang itu namanya pizza bukan martabak "


" dalam mimpiku itu maratabak, aku masih ingat ibu ibu yang pake baju ungu bicara pada ku, katanya dia suka pake baju ungu karena dia janda ! "


" apa hubungannya dengan martabak ?? "


" ya adalah si ibu itu bicara sambil gigit makanannya dikursi tukang martabak , aku kira itu martabak varian baru " celetuknya


gilang menepuk dahi rasanya ingin tertawa terbahak bahak sekarang namun dia takut shivania akan tersinggung, gilang merasa gemas tidak habis pikir dengan istrinya ini


" sayang jika kamu mau itu aku pesannkan sekarang kamu tunggu sebentar ok " gilang mengambil benda pipih dikantong baju tidur berwarna pink itu


" lalu pesanan ku yang lain mana? aku mau lihat " ucap shivania gilang melirik kearah meja, shivania mulai membuka tas rinjingan untuk diabsen


saat membukanya sedikit dia menutupnya kembali, shivania cemberut duduk dikursi menopang dagu dengan kedua telapak tangannya menghembuskan nafas kasar beberapa kali.


sampai gilang bicara padanya setelah selesai memesan pizza


" sayang kenapa tidak dibuka ? bukalah itu pesanan kamu semua " tuturnya, shivania menggelengkan kepalanya pelan


" mas, aku ingin pizza yang ada topi sulapnya dan aku gak mau itu " tunjuk shivania kearah pesanan tadi


" ko gitu ? itu kan kamu yang pesan terus kalau kamu gak mau siapa yang makan ? mubazir jangan buang buang makanan sayang itu gak baik " ucap gilang kesal

__ADS_1


" kasih aja ke bi nati sama yang lain gampangkan aku gak mau, aku maunya beli sendiri kepasar malam sekarang juga dan main disana aku mau permainan yang dapet boneka itu tapi kamu yang main " shivania merengek menarik narik ujung piyama gilang.


" susah yah ngadepin wanita hamil banyak maunya " batin gilang


" sayang ini sudah malam gak baik wanita hamil keluar malam malam kaya gini "


" justru ini keinginan anak kamu bukan aku, bilang aja kamu yang gak mau ia kan ngaku aja, gak apa apa kamu gak mau biar aku aja yang pergi " shivania pergi dari meja makan dan masuk kedalam kamar untuk mengambil tasnya disana, gilang mengikuti shivania dibelakang shivania merasa jengkel pada gilang tapi dia juga sedang merencanakan sesuatu untuk suaminya itu


" lihat aja mas apa yang bakal aku lakuin saat ini " sinis shivania


perasaan malu dikesampingkan oleh shivania, shivania mengganti baju dihadapan gilang dia lepas baju yang tadi dia pakai melemparnya keatas kasur rambut digibaskan kebelakang mengenai wajah suaminya itu berkali kali gilang menelan ludahnya kasar melihat pandangan tubuh istrinya itu.


ingin rasanya dia mengobrak abrik hutan yang tertutup segitiga dan gunung berkecamata itu saat ini, sudah lama dia tidak mengamuk disana


shivania berjalan pelan sambil menggeol geolkan pinggulnya sengaja , sesekali menjepretkan tali bra dan membenarkan karet yang melingkar dipinggang segitiga.


gilang dibuat frustasi mengacak acak rambutnya kasar dia sudah tidak tahan lagi dengan situasi saat ini.


gilang memeluk shivania dari belakang dia cium bahu shivania lembut shivania menggigit bibir bawahnya geli, gilang mencium leher shivania keras hingga meninggalkan bekas kecupan disana


" aawww mas sakiit iih jangan peluk apalagi cium aku marah sama kamu " pekik shivania sinis dia lepaskan tangan gilang yang melingkar diperutnya


" baiklah ayo kita keluar tapi jangan marah lagi dan jangan lama lama disana " gilang mengalah shivania senyum mendengarnya dia segera memakai baju gilang mengecup kening shivania, dia juga akan mengganti bajunya tapi ditahan oleh shivania


" mas ngidamku masih berlaku sampai sekarang dan ya aku ingin kau memakai sendal ini juga " shivania menyodorkan sendal berwarna pink miliknya sendal tidur berbulu diatasnya dihiasi dengan kepala kucing besar


pasar malam


gilang dan shuvnia sudah berada dipasar malam saat ini gilang sedang main disana dan shivania yang menerima hadiahnya dua boneka cukup besar didapat gilang untuk istri tercintanya senyum terus menghiasi wajah shivania gilang merangkul pinggang istrinya itu.


pengunjung lain yang melihat gilang bisik bisik dan shivania mendengar


" njiirrr ganteng ganteng pink lovers " ucapnya dibelakang shivania,


" gue juga mau ach pakein cowo gue kaya gitu tapi bukan warna pink " satu temannya


" terus warna apa ? "


" gue sukanya warna kuning dan sekarang gue mau cari piyama warna kuning sendal kuning dan topi kuning " ucapnya sambil membayangkan pacarnya memakai semua itu


" kuning ?? ya udah ayo gue bantu cariin tapi setelah cowo loe pake itu semua, dia loe suruh berenang dikali ya " temannya bersemangat cekikikan


" set kurang ajar dikira kotoran manusia kali cowo gue " namun dia juga ikut tertawa membayangkan itu semua kedua orang itu pergi meninggalkan shivania dan gilang.


shivania melihat gilang dari atas sampai bawah menahan senyumnya mungkin dia sudah keterlaluan pada gilang, gilang mencium pucuk kepala shivania seolah dia ingin menunjukan bahwa wanita disampingnya adalah miliknya.


seorang pria melihat shivania dari jauh pria itu mendekati shivania ingin memastikan bahwa penglihatannya benar, setelah sampai didepan shivania pria itu tersenyum menunjukan deretan gigi putih miliknya

__ADS_1


'" shivania ? loe shivania kan " ucapnya, shivania melepaskan tangan gilang dan mendekati pria itu


" kanapa dia melepaskan rangkulanku " batin gilang melihat tangannya yang dilepas shivania


shivania melangkah mendekati rio lalu dia tersenyum dan mengangguk pertanda akting akan dimulai, pertama rio bersalaman dengan shivania lalu mencium tangan shivania


" apa kabar yank, lama gak ketemu makin tambah cantik " ucap rio mencuil dagu shivania, shivania matanya mengedip kearah rio, rio mengerti keduanya cipika cipiki rio sengaja merangkul bahu shivania mesra.


deg,,,


hati gilang remuk melihat istrinya dicium dan dirangkul oleh pria lain beginikah rasanya saat shivania melihat dirinya dengan wanita lain


gilang diam melihat interaksi keduanya, rahangnya mengeras matanya melotot tajam kearah rio tangannya dia kepalkan, sungguh gilang dibuat tak berdaya,


gilang melepaskan rangkulang rio dari bahu istrinya itu


" maaf kamu ini siapa ? kenapa main nyosor aja kebini orang " ucap gilang judes


rio tersenyum melihat sikap gilang


" seru kayanya gue panasin lagi acch " batin rio, rio menarik tangan shivania hingga membentur dada rio, rio menahan pinggang shivania sehingga menempel padanya, shivania menelan ludahnya kasar dalam hati dia sedikit kaget apa yang telah dilakukan rio padanya.


" mampus gue " batin shivania mendonga kearah wajah rio, rio tersenyum saat shivania melihatnya shivania tersenyum kaku dai gugup sedekat ini dengan rio apa lagi disebelahnya ada gilang entah apa yang akan terjadi saat ini


" va beneran dia suami loe " rio pura pura gak tau shivania diam tak menjawab pertanyaan rio shivania sibuk berceloteh dalam hati


gilang yang melihat acara tatap menatap rio dan shivania itu semakin geram dibuatnya sungguh dia tidak bisa menahan lagi amarahanya, gilang menarik shivania dari pelukan rio


" keterlaluan " batinnya


bug,,,


gilang meninju wajah rio keras hingga tersungkur ketanah


" rio , mas mas cukup kamu apa apan mukul rio " shivania menahan tangan gilang yang akan memukul rio kembali, sudut bibir rio berdarah dan rio mengusapnya pelan namun dia tersenyum usahanya telah berhasil


shivania membantu rio berdiri


" rio kamu tidak apa apa ? maaf ya karena aku kamu " ucap shivania membersihkan baju rio kotor


" tidak apa apa ini hal biasa " ucapnya santai tak ada rasa marah pada gilang shivania mengangguk.


gilang tak habis pikir pria itu malah tersenyum meski audah dia pukul hingga tersungkur ditanah


" ayo pulang " gilang menarik tangan shivania pergi dari sana mata shivania mengedip kembali kearah rio dan mengajungkan ibu jari rio tersenyum dan mengangguk.


semua ini sudah shivania rencanakan dengan rio shivania ingin gilang merasakan apa yang sudah shivania rasakan beberapa waktu lalu berharap dia bisa menghargai perasaan pasangannya

__ADS_1


__ADS_2