
siang ini shivania menemani thapki ditaman samping rumahnya, meski thapki diam saja dan hanya meliriknya sekilas itu tidak masalah yang terpenting anak itu sudah tidak menangis lagi, dengan di temani bi nati dibelakang kursi yang diduduki kedua wanita itu
" bi apa aku boleh minta tolong " ucap shivanai pada bi nati, bi nati maju selangkah
" ada apa nona? "
" tolong ambilkan ponselku dikamar atas maaf bi aku minta tolong " ucap shivania tak enak hati,. bi nati mengangguk dan bergegas kelantai dimana kamar tuannya berada.
setelah menunggu bi nati datang membawa ponsel yang diminta pemiliknya
shivania mengetik pesan digrup chatnya menyuruh mereka datang kekediamanya malam ini shivania mengajak mereka makan malam bersama shivania merindukan para sohib
dikantor gilang sedang menghubungi para sobatnya tak terkecuali agar datang kerumahnya malam ini disengaja atau tidak suami istri itu mengundang para sohib dan sobatnya kompak ada apa dengan mereka ??,, gilang juga merasakan sudah lama tidak kumpul bareng biasanya diclub ini perasaannya ingin kumpul bersama dirumahnya,,
gilang juga mengabari abhi agar datang kerumahnya tak lupa juga riko agar datang dan jangan sampai tidak, riko juga bingung kenapa gilang memaksa dan kapan shivania bisa membantunya memilih prabotan untuk peenikahannya??
apa gilang lupa untuk meminta shivania?
maka itu dia yang harus menanyakan, akan dia bicarakan langsung dengan shivania nanti suatu kebetulan bukan! tapi dia tidak tau jika vina juga di undang kerumah bos sekaligus sobatnya itu, tadinya riko akan mengajak vina tapi dia urungkan karena suatu hal yang vina tidak perlu tahu..
dikantor eteach grup company
sesudah mendapat telpon dari gilang abhi segera memanggil bara sang sekertaris dan tangan kanannya itu, bara masuk kedalam ruangan abhi setelah diperintah masuk oleh yang berkuasa ruangan dan perusahaan.
" bar, nanti malam loe ikut gue, gue gak terima penolakan " ucap abhi tegas nan datar bara yang sudah punya janji dengan seseorang entah itu ibu bapaknya atau gebetannya, langsung bungkam saat sang bos bicara seperti itu tak menerima penolakan bara mengangguk dan keluar kembali untuk membatalkan janjinya itu.
" baru juga mau ketemuan gagal atuh " bara menepuk jidatnya yang bagai lapangan dapur!! (🤭 sempit donk 🤣 )
rumah shi-gil
shivania meminta bi nati memasak banyak untuk malam ini ya oasti dia akan menjamu semua temanya tak mungkin kan temannya dibiarkan kelaparan, para pelayan sedang sibuk didapur shivania ingin membantu namun dia tidak tahan dengan bumbu yang sedang diulek maupun ditumis itu membuatnya mual dan lari kekamar mandi memuntahkan isi perutnya, sudah berapa kali shivania memaksa membantu hingga thapki yang hanya diam saja melihat shivania mundar mandir antara dapur dan kamar mandi menggelengkan kepalanya.
shivania duduk disamping thapki dia lelah dan capek mundar mandir shivania mengelah nafasnya berat sambil menumpuh dagu dengan kedua tangannya dimeja shivania melihat thapki wajah cantik dan hidung mancungnya itu membuat shivania minder, spontan shivania memegang hidungnya yang serasa pesek menerut shivania
" semoga anakku mendapat hidung selancip thapki " gumamnya sembari tangannya mengelus perut dan dia tersenyum senang jika anaknya mendapat hidung sperti thapki semoga saja masih banyak stok disana..
bi nati menghampiri shivania menanyakan apakah ada lagi yang harus dimasak oleh mereka, shivania berpikir apa saja yang tadi dia minta
" itu saja bi biar nanti kalau tidak cukup aku pesan saja yang lain sekarang kalau sudah selesai pada istirahat saja, makasih ya bi " shivania tersenyum bi nati mengangguk lalu pergi untuk istirahat
thapki diam saja dan melihat interaksi shivania dan bi nati
" dia baik dan tidak kasar padahal dia itu nyonya disini " batin thapki pikirannya menerawang ke masa lalu dimana ibu dan ayahnya juga sama dengan 2 eh tinggu dulu dia lupa menanyakan nama pasangn suami istri ini?
thapki menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia ingin bertanya tapi dia ragu, shivania melihat thapki ada apa dengannya?
shivania menyentuh tangan thapki lalu menaikan kedua alisnya seraya bertanya ada apa? thapki menggelengkan kepalanya shivania ber oh ria sendiri
shivania menepuk jidatnya kenapa dia tidak berpikir mencari kamus di mbak google dari pagi jadi dia bisa bicara dengan thapki tidak kaku seperti ini anak orang dianggurkan begitu saja, dia bisa mencari tahu tentang thapki dan dia juga bisa cerita, itu tidak lah buruk.
shivania mengetik dipencarian pertanyaan yang akan dia lontarkan kepada thapki, pada saat huruf demi huruf muncul dari layar ponselnya shivania tersenyum bangga kini dia bisa bicara dengan thapki, pertama shivania berdehem hingga thapki menoleh kepadanya,
" thapki, hmm apa aku boleh bertanya? " ucap shivania menggunakan bahasa inggris logatnya begitu kaku takut salah, thapki mengangguk melihat itu shivania meneruskan pertanyaanya.
" berapa umur kamu "
thapki terdiam sesaat sebelum dia bicara
" dua belas tahun lebih lima bulan setengah hari " ucapnya tanpa dosa
shivania hanya mengerti dua belas dan lima bulan saja jika yang setengah hari dia tidak mengerti abaikan saja .
" kamu dinegara ini dengan siapa? kami akan mengantarkan mu kesana jika kau punya saudara disini ? "
thapki menundukan wajahnya sedih dia tidak punya saudara ataupun orang yang dia kenal dinegara ini dia hanya sebatang kara yang terdampar dinegara dan kota ini dia bersyukur dipertemukan macam orang seperti suami istri disampingnya.
" maaf, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, jika kamu mau kamu boleh tinggal disini dan anggap kami adalah keluarga, kamu boleh cerita padaku aku siap mendengarkannya " ucap shivania lembut, thapki mendongakan wajahnya memberanikan diri menatap mata shivania ketulusan dan kasih sayang yang terpancar disana,
shivania melihat thapki jadi rindu dengan yadi juga nuri adik shivania sudah lama dia tidak bicara dengan kedua bocah itu apa kabarnya mereka!
jangan sampai mereka menganggap shivania sombong dan tidak merindukan mereka apalagi dianggap sudah tidak menyayangi mereka.
thapki mulai percaya pada shivania dia akan bercerita tentang apa yang telah terjadi padanya thapki mengelah nafasnya berat dan menutup kedu matanya sebelum bercerita, apakah keputusannya benar atau salah! tapi dia tidak kuat menanggung semuanya sendiri thapki mulai cerita..
flasback
helikopter yang membawa keluarga thapki dari negara tetangga yang akan membawa kenegara asalnya india, keluarga thapki begitu terpandang dan dihormati disegani dinegaranya bisa dibilang keluarganya orang terkaya namun justru harta lah yang membuat masalah antar keluarga, hingga ayah dan ibu thapki difitnah begitu keji ayah dan ibunya pergi keluar negri membawa thapki , tapi itu tidak membuat orang yang memfitnah ayah dan ibunya puas,,
demi harta kekayaan seseorang mencari mereka berniat mengalihkan harta atas nama orang tersebut, bukan itu saja ternyata orang yang memfitnah mereka adalah kaka kandung dari ayah thapki, melihat ayah thapki sukses dan kaya raya membuatnya benci pada adiknya di tambah wanita yang kakanya sukai tak lain ibu dari thapki memilih menikah dengan adiknya sendiri,
dia yang lebih dulu mengenal dan mengatakan cinta pada wanitanya tapi kenapa adiknya yang menikah dengannya tidak adil menurutnya apakah karena harta uang dan martabat dia ditolak..
__ADS_1
kekayaan yang ayah thapki dapat itu hasil dari usahanya sendiri sejak sekolah menegah atas dengan prestasi yang ayahnya punya dan ketelatenan dalam bekerja ayah thapki mengumpulkan pundi pundi rupe sebelum dia memutuskan membuka toko kecil kecilan dari sana ayahnya mendapat penghasilan tetap dan membuka banyak toko lambat laun merambat menjadi pengusaha perusahaan ibu dan ayah thapki sudah saling kenal sejak jaman smA mereka satu sekolah dan kelas.
entah apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya malam itu thapki mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dikamar waktu itu pintunya sedikit terbuka dan thapki mendengar tidak bermaksud untuk menguping thapki kesana ingin tidur bersama kedua orang tuanya.
" ballraj, kamu percaya bukan padaku, aku tidak melakukan itu, mana aku berani menyentuh barang haram itu " ucap ibu thapki, ballraj memegang bahu istrinya
" aku percaya, tapi tidak dengan orang diluaran sana, kita harus pergi malam ini aku sudah tau siapa dalang dibalik semua ini " ucap ayah thapki ivu thapki mengerutkan alisnya apa maksud suaminya itu?
" ini adalah ulah ka rajju dia masih mencintaimu dan ingin memilikimu juga harta yang kita miliki, aku tidak bisa menyerahkan keduanya ini hak thapki anak kita aku susah payah membangun kerajaan bisnis ini untuk anak kita "
ibu thapki terdiam dia syok apa yang telah dia dengar ini rajju masih mencintainya? apa dia tega memisahkan istri dari adiknya sendiri? ibu thapki terduduk di sisi ranjang dia ingat betul ucapan rajju padanya
" jangan harap aku bisa melepaskanmu dengan pria lain, siapapun itu akan aku hancurkan dan akan aku bunuh demi memilikimu " ucap rajju setelah itu dia pergi meninggalkan thmara.
goyangan dilengan thamara membuatnya tersadar dari lamunan
" kamu jangan khawatir kita akan pergi dari sini aku tidak mau kehilanganmu dan juga thapki " ucap ballraj
" tapi pekerjaanmu perusahaanmu bagaimana? "
" tak apa itu masalah nanti, jika apapun yang akan terjadi dia tidak akan bisa memiliki perusahaan dan kekayaan kita itu hanya akan bertahan sementara "
" maksudmu? "
" aku sudah mewariskannya pada thapki semua atas namanya, jika terjadi apa apa pada kita itu tidak masalah yang terpenting thapki, tapi jika thapki dalam bahayakan nyawanya maka itu semua akan tersumbang kepanti sosial "
" kita harus menyelamatkan thapki ballraj aku tidak mau terjadi apa apa padanya " ibu thapki menangis dipelukan suaminya mereka tidak tahu thapki sudah mendengar percakapan mereka .
malam itu mereka bertiga pergi dari negeri dimana mereka lahir tujuan mereka adalah malaisya tanpa mereka tahu bahaya sedang mengincar ketiganya setelah sampai dibandara mereka akan keluar tapi pada saat itu tangan thapki dipegang erat,
thapki di tangkap dan ditodongkan senjata, orang lain tidak dapat melihatnya namun kedua orang tua thapki melihatnya, tidak ingin membuat keributan yang akhirnya akan membuat mereka tertangkap polisi para penjahat itu menggiring ketiganya masuk kembali kedalam helikopter yang sudah tersedia.
namun saat lengah ballraj memukul tangan sipenjahat hingga senjata yang ditodongkan kearah thapki terjatuh thapki menggigit tangan yang sedang mencengkram kuat di lengannya kuat
" aww,, sialan " umpat si penjahat marah menggibas gibaskan tangan yang digigit thapki
ketiganya lari dan kabur ballraj yang membawa dokumen dokumen penting didalam tasnya itu cepat mengambiknya dari tangan sang istri lalu memegang tangan istrinya erat
" pegang tangan putri kita thamara! jangan sampai mereka membawa putri kita " ucap ballraj sambil berlari menjauhi kejaran dari penjahat
" apa itu orang suruhan rajju raj? "
" lalu siapa, apakah saingan bisnismu? " tebak thamara
" sudahlah jangan banyak bicara kita selamatkan thapki lebih dulu " ucap ballraj, mereka lari ketempat sepi dan masuk kedalam gudang yang sudah lama tidak terpakai,
" sayang pegang ini dan simpan baik baik jika terjadi sesuatu pada kami lari dan selamatkan dirimu sendiri ingat jaga dirimu dan jangan sampai tertangkap" ucap ayahnya setelah menyembunyikan thapki ditempat yang menurut baklraj aman
" tapi ayah aku mau ikut dengan kalian " lirih thapki
" sayang kami mencintai dan menyayangimu, jika kami tiada nanti kamu yang harus mengurus segalanya kamu harapan kami satu satunya,, kelak jika kamu sudah berumur 20 tahun pulanglah kerumah kita, dan teruskan kepemimpinan ayah disana kamu mau kan? " sambung ballraj
" tapi ayah aku tidak bisa hidup tanpa kalian "
" sayang belajarlah untuk mandiri dan hiduplah dengan baik, jangan membuat kami kecewa kau anak pintar dan baik apa kau mau menurut " ucap thamara, thapki mengangguk thamara mengusap kepala anaknya lembut
sampai para penjahat menemukan thamara dan ballraj penjahat langsung menembak ballraj sebelum ada perlawanan
dor dor dor
tubuh ballraj ambruk kelantai bersimbah darah yang keluar dari tubuh dan mulutnya thamara teriak histeris melihat sang suami ambruk tak berdaya, thapki membungkam mulutnya ingin rasanya dia menangis sekencang kencangnya melihat tubuh sang ayah terkapar dilantai.
" ayah " lirih thapki,
thamara duduk disebelah suaminya yang sudah tiada dia menagis akan ditingglkan sang suaminya, thamara melihat kearah thapki menyuruh thapki pergi dari sana, namun thapki menggelengkan kepalanya tidak mau.
" wanita ini cantik juga apa kalian mau memakai jasa wanita ini? " ucap sipenjahat pada temannya yang lain para temannya mendekat dengan mata merah dan mulut terbuka melihat wajah dan lekukan tubuh thamara begitu menggoda
" jangan dekat dekat pergi kalian " teriak thamara para penjahat terus mendekat thamara mundur menyeret bokongnya
" pergiiiii " teriaknya lagi saat melihat pistol disaku celana penjahat itu thamara mengambilnya dan tanpa mereka duga
dor..
thamara menembak dirinya sendiri tidak mau dia dinodai oleh para penjahat yang telah membunuh suaminya.
setelah sekarat thamara terkapar tak berdaya namun matanya melihat kearah dimana thapki berada
" pergiii " ucapnya pelan, thapki diam tak bersuara dia sungguh syok kedua orang tuanya mati dihadapannya
para penjahat pun juga kaget kenapa dia memilih bunuh diri sebelum mereka bersenang senang
__ADS_1
" bos mereka mati " menelpon sang bos melaporkan
" apa anaknya juga ikut mati "
" anak itu tidak ada bos "
" cari dia dan bunuh "
para penjahat mencari disekitar gudang itu namun tidak menemukan thapki akhirnya penjahat itu mencari thapki diluar mungkin anak itu disembunyikan disuatu tempat sebelum mereka masuk kedalam gudang.
merasa penjahat tidak terdengar ribut ribut thapki mengeluarkan setenagh kepalanya dari dalam tong ya thapki bersembunyii didalam sana
thapki keluar menghambur memdekati ibu dan ayahnya
" ibu ayah jangan tinggalkan aku bawa aku aku tidak mau sendiri ayah ibu bangun hiks hiks " tangis thapki pecah tangan thapki mengoyangkan kedua orang tuanya ballraj yang sudah tidak bernyawa terbujur kaku thamara samar samar mendengar anakanya menangis
" uhuk uhuk,, thapki " lirih thamara, sadar dia masih hidup
" ibu bangun bu jangan tinggakkan aku " thapki menyeka air matanya kasar
" sayang nak, dengar ibu baik-baik pergilah selamatkan dirimu kami mencintaimu uhuk uhuk sangat menyayangimu hiduplah dengan baik meski tidak ada kami disisimu, kamu akan bertemu dengan orang baik dan menyayangimu itu doa ayah dan ibu nak, pergilah sayang dan bawalah aemua yang ayah berikan padamu ingat pwaan ayah dan ibu, pulanglah kerumah saat umurmu sudah 20 tahun jadilah wanita tangguh yang kuat we love you " lirih thamara mengehmbuskan nafas terakhirnya.
thapki sudah tidak bisa berkata kata lagi hidupnya sudah hancur ditinggalkan oleh kedua orang tuanya ingin rasanya berteriak tapi pada saat itu thapki mendengar suara penjahat kembali thapki buru-buru bersembunyi kembali.
dengan membawa dokument peninggalan ayahnya thapki keluar dari gudang merasa sudah aman thaoki membuka tas yang berisi dokumet dan sejumlah uang tunai kartu kredit black card black gold, paspor , yang bisa dia gunakan
thapki memesan tiket kenegara indo tanpa pikir panjang dia masuk kedalam pesawat yang akan membawanya pergi menjauh dari penjahat.
thapki tiba diindo berbekal titipan yang diberikan ayahnya thapki hendak menyewa sebuah kamar namun dia urungkan ke hotel itu tidak mungkin dilakukaan dia takut penjahat itu menyusul dan tau dia berada akhirnya thapki tidur dipinggiran jalan sebelum bertemu gilang dan shivania.
pada malam shivania melihat thapki saat itu thapki mengingat ibu dan ayahnya mengingat bagaimana kedua orang tuanya meninggalkannya sendirian dimuka bumi ini, ditemani hujan turun sangat deras membuat thapki merindukan kedua orang tuanya dia menangis pilu.
flashback of
meski tidak terlalu mengerti shivania mendengarkan dengan baik bahkan shivania ikut menangis karen melihat thapki menangis, shivania akan tahu apa yang diceritakan oleh thapki dari gilang, shivania merekam semua cerita thapki untuk dia perdengarkan kepada gilang ,
thapki merasa lega setelah menceritakanya pada shivania dia menyeka air matanya dan tersenyum lembut doa ayah dan ibunya terkabul dia dipertemukan dengan orang yang baik meski tidak menyayanginya itu sudah cukup bagi thapki, walaupun baru berumur dua belas tahun thapki sudah mengerti pikirannya dewasa.
suara mobil yang datang membuat shivania segera bangun dari duduknya setelah mematikan rekaman yang tadi dia nyalakan shivania berjalan menyambut sang suami datang, shivania mencium tangan gilang dan dibalas kexupan mesra di kening oleh gilang, gilang mendekat dan akan mencium bibir shivania.
" mas, ih kamu tuh ya maen nyosor aja gak lihat ada orang " shivania memukul dada gilang malu karena dari tadi thapki melihat mereka, gilang mengacak rambut shivania gemas
" iishh kan jadi berantakan " ucap shivania cemberut tapi tangannya merangkul tangan suaminya manja
" mas "
" hmmm "
" dimana pohon mangga mudanya? "
deg,,
gilang lupa soal itu dia kira istrinya tidak akan membicarakan soal ini
" hmm sayang mangga mudanya bisa ditunda dulu boleh? " ucap gilang pwlan dan lembut
" malam ini aku mengundang teman-temanku datang kesini " sambungnya lagi shivania berhenti berjalan dan melihat wajah suaminua kenapa bisa kebetulan dia juga mengundabg temannya.
" mas aku juga menyuruh teman-temanku datang kesini bahkan aku sudah meminta bi nati maaak banyak " shivania menunjukan masakan yang terhidang di meja makan gilang tersenyum
" apa itu akan cukup? " tanya shivania
" kita pesan onglen saja "
" online kali mas "
" ah iya kah ? mungkin aku salah baca "
" iish dasar ceo tampan yang O'o "
" apa o'o " ucap gilang tak mengerti
" o'on " setelah berucap seperti itu shivania lari menjauh dari gilang
" awas kau ya... " ancam gilang
" weeee " ledek shivania menjulurkan lidahnya
" sayang jangan lari " sambungnya lagi mengingat shivania sedang hamil dia tidak mau terjadi sesuatu pada istrinya.
gilang mendekati thapki lalu mengacak rambut anak itu thapki merasa senang dengan perlakuan gilang padanya rasanya dia ingin tinggal disini sampai umurnya dua puluh tahun mungkin akan sulit bila itu terjadi
__ADS_1