Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
kucing rumahan


__ADS_3

sebelum turun kembali gilang membersihkan diri terlebih dahulu, gilang sudah memakai baju tidur dan turun kebawah mencari sang istri, bi nati lewat didepan gilang


" bi istri saya dimana ? " ucapnya saat turun dari tangga


" tadi saya lihat nona masih didalam kamar ! "


gilang bingung kamar yang mana bukannya dia tadi dari dalam kamar mereka tapi tidak ada


" apa maksud bibi aku baru saja dari kamar , tidak ada shivania disana "


" tuan ini bagaimana memang rumah sebesar ini hanya punya satu kamar ? " celetuk bi nati gilang melototkan matanya , bi nati memukul mulutnya keceplosan bicara


" maaf tuan maksud saya nona ada di kamar tamu " lanjut bi nati menunduk dan undur diri dari hadapan gilang di belakang bi nati cekikikan menertawakan majikannya hingga pelayan lain meliriknya sekilas


" bi kenapa ? kesurupan apa gimana ? "


" yeeey sue ngelunjak ya kalian sama gue " celutuknya bercanda


" hahahahhahaha nini nini jaman now ngomongnya gue gue an " terbahak bahak menertawakan bi nati, bi nati juga tertawa cekikikan karena candaannya


gilang memijat pelipisnya


" kenapa gue rasa bi nati sekarang lebih terbuka ya ? dan apa itu mereka tertawa terbahak bahak dari belakang sampe kedengaran kesini ! " ucap gilang namun dia tersenyum geli mengingat ucapan dia sendiri memang bennar juga kata bi nati


gilang melangkah menuju kamar dimana shivania berada gilang tidak mengetuk pintu lagi dia lngsung memutar knop pintu


" sayang aku masuk " ucap gilang namun seperti bisikan gilang hanya memasukan setengah kepala terlebih dulu gilang mwngefarkan pandangannya kejuru kamar itu namun tidak ada orang ingin lebih memastikan gilang masuk kedalam

__ADS_1


gilang masuk kedalam kamar mandi tidak ada juga dia duduk ditepi kasur menggaruk kepalanya kasar kedua tangannya menopang badanya kebelakang


" apa ini " gilang menyntuh sesuatu dibalik selimut, gilang berbalik masih penasaran gilang meraba lagi selimut itu


didalam selimut shivania tertidur merasa sesuatu dikakinya shivania mengangkat kakinya


dugg...


braakkk..


gilang tersungkur kelantai sambil memegangi hidungnya yang tertendang keras oleh tendangan maut shivania


" buseet apa tuh yang jatuh kaget gue " shivania langsung bangun lalu melihat kebawah kasur namun tidak ada sesuatu yang jatuh disana


" perasaan nih kaki nendang sesuatu tapi apa ? mimpi ? kaya beneran aja " ucap shivania berbaring menutupi seluruh tubuhnya kembali


gilang yang berada tepat dibawah kasur meringis kesakitan akibat tendangan sang istri, gilang duduk dilantai mengusap usap hidung, jangan sampai hidung mancungnya patah akibat ambekan sang istri pikirnya


didalam selimut shivania merasa bersalah karena menendang suaminya dia tau yang dia tendang adalah gilang dia pura pura tidak melihat gilang dibawah sana, shivania tidak tau itu gilang karena tadi dia tidur beneran


" sayang aku terluka apa kau bisa mengobati lukaku ? " gilang mengoyangkan kaki shivania lembut , shivania pura pura menggeliat lalu membelakangi gilang


shivania menyunggingkan bibirnya kesamping


" ada maunya aja kaya kucing minta dielus" batin shivania cekikikan


gilang maju agar bisa duduk dibelakang bahu shivania gilang menggoyangkan bahu shivania kembali

__ADS_1


" sayang, bangun aku kesakitan hidungku berdarah , apa kau tega pada wajah suami ganteng mu ini " membujuk sambil merengek


shivania yang membelakangi gilang menjulurkan ludahnya " wleeee " tak bersuara shivania bangun dari tidur pura pura mengucek mata ngantuknya


" ada apa siih berisik banget, gak tau apa aku lagi tidur " ketusnya


gilang menunduk sambil memainkan jari jemarinya, shivania terlihat geli melihat kalakuan suaminya itu


" ko gue punya laki gini amat ! sorry gak akan mempan " batin shivania


gilang mengangkat wajahnya berharap perhatian dari shivania namun harapannya salah


" iih kenapa tuh hidung begitu ? serem banget siih obatin sana aku gak mau lihat kamu, nanti anak dalam perutku begitu lagi " bergidik ngeri usir shivania dalam hati dia ingin tertawa terbahak bahak melihat eksfresi gilang saat ini bukan perhatian yang dia dapat melainkan pengusiran keluar dari kamar


dengan langkah berat gilang meninggalkan kamar itu sesekali menengok kebelakang berharap shivania berubah pikiran namun shivania hanya diam


" kenapa masih disana cepat pergi "


gilang menunduk diraihnya gagang pintu dia masih berharap pada shivania agar mengijinkannya tidur bersama


shivania melototi gilang dari atas kasur, gilang menghela nafasnya kasar


membuka pintu perlahan keluar dari sana gilang membuka pintu sedikit melihat shivania lagi


bruuk...


gilang menutup pintu keras karena shivania melempar bantal kearahnya

__ADS_1


shivania cekikikan melihat gilang ketakutan seperti itu kapan lagi mengerjai suaminya itu


shivani kira gilang akan marah namun tidak gilang malah bersikap seperti kucing rumahan , ingin rasanya mencubiit pipi gilang namun dia tidak ingin gagal mengerjai suaminya itu seberapa besar kesabatannya menghadapi isyri macam shivania ini


__ADS_2